Categories BudayaHindu

ARYA WEDAKARNA SUMBANGKAN TUGU PADMASARI SEBAGAI CIHNA JEMBRANA BANGKIT

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pejabat Jembrana dan Bendesa Adat di Situs Lingga Desa Pendem

SENATOR RI NAMAKAN OBJEK “DRAGON HILL”  DI PENDEM JEMBRANA

Putra Jembrana yang juga Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyambangi Situs Purbakala di Desa Pendem Kec. Negara, Kab. Jembrana. Didampingi oleh  Nengah Alit  ( Kadis Pariwisata Kab. Jembrana ), I Gusti Putu Anom Saputra  ( Camat ), I Wayan Putra Mahardika ( Lurah Jembrana ), I Wayan Diandra  ( Bendesa Adat ) serta pejabat terkait. Ketertarikan Senator Wedakarna terhadap situs ini, mengingat berita tentang keunikan penemuan cagar budaya ini telah menjadi pembicaraan ditingkat nasional, apalagi ada kisah dibalik penemuan situs ini secara niskala serta keunikan bentuk situs ini yang menyerupai bentuk naga besar yang mengelilingi bukit. “Rasa Penasaran akan penemuan ini yang membuat saya ingin hadir langsung disini. Dan ternyata memang benar, sangat luar biasa. Batu besar layaknya lingga tumpukan bebatuan menyerupai kepala naga penemuan sarkofagus kuno dan juga pemandangan alam yang majestic dari atas bukit ini benar- benar memukau. Saya rasa di Bali tidak ada tempat seindah pemandangan atas bukit ini. Saya akan dukung Pemkab Jembrana untuk revitalisasi tempat ini. Ini akan menjadi objek wisata baru di Jembrana. Sekarang saja sudah hampir ribuan orang kelokasi setiap minggunya. Dan tentu infrastruktur harus di jaga dengan baik. “ungkap Senator Wedakarna. Terkait dengan hal itu ia pun menyampaikan sejumlah nasihat dan rekomendasi baik kepada Kadisparda, Camat, Lurah dan khususnya Bendesa Adat Pendem yakni 1) Mendukung pengelolaan situs diserahkan kepada Desa Adat Pendem agar nilai – nilai budaya Hindu tidak punah 2) Pemkab diminta segera menyelesaikan status tanah seluas kurang lebih 100 hektar  ke Kementerian Perhutanan LH Pusat dan DPD RI Bali siap memberikan rekomendasi alih status tanah ke Pemkab Jembrana 3) Pembangunan infrastruktur penataan kelokasi termasuk akses jalan agar dianggarkan di APBD sampai objek dinilai layak 4) Setelah status tanah clear, agar dibuatkan peraturan Kabupaten terkait dengan retribursi tiket masuk agar tidak melanggar UU 5) Meminta kepada Desa Adat untuk menetapkan kawasan Lingga, dan situs dipuncak bukit sebagai situs suci secara kewilayahan sehingga kesucian kawasan terjaga. Termasuk menetapkan pecalang atau jagabaya dilokasi demi kesucian kawasan 6) Wedakarna memberikan nasihat agar pihak Desa Pendem mengadakan upacara Guru Piduka dan matur Piuning sebelum objek wisata ini dibuka luas. Walaupun proses tanah masih berproses dipusat tapi upacara Yadnya untuk membuka tempat wisata harus segera dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini, Gusti Wedakarna akan menyumbangkan satu pelinggih Padmasari kepada pihak Desa Adat. “Terkait dengan kehebatan situs ini, maka saya namakan bukit ini dengan Nama BUKIT NAGA atau DRAGON HILL. Kenapa Bukit Naga ? Agar lebih banyak wisatawan yang penasaran dengan situs ini, dan juga jika ingin banyak menjaring turisme asal China, Taiwan, India dan Jepang maka nama Dragon Hill akan sangat menarik bagi mereka. Apalagi memang disini benar adanya situs berbentuk naga. Kita harus lihat visi Jembrana hingga 20 Tahun kedepan, smua demi Jembrana. Saya akan bersinergi dengan Bupati / Wabup. Jembrana agar bukit naga ini menjadi objek unggulan di Bali Barat. “ungkap Gusti Wedakarna. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *