Categories BudayaHindu

SHRI WEDAKARNA KAGUMI AJARAN MAJAPAHIT DILESTARIKAN PESRAMAN SERULING DEWATA

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ki Nantra ( Sesepuh IX Seruling Dewata ) di Selemadeg Timur

SENATOR DUKUNG KESEPAKATAN TERKAIT NYEPI TANPA INTERNET

Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berkesempatan hadir menjadi narasumber dalam kegiatan internasional di Pesraman Seruling Dewata yang berlokasi di  Br Bunut Puhun Desa Bantas Selemadeg Timur. Disambut oleh Ki Nantra ( Pinisepuh Pesraman Seruling Dewata ) serta ribuan murid perguruan dan undangan, Shri Arya Wedakarna didaulat untuk membuka acara secara resmi, dihadapan tamu internasional : Swami Purnamritaananda Puri ( General Secretary Mata Amritanandamayi Math ) . Dalam sambutannya, Senator Wedakarna menyampaikan rasa salutnya kepada keberadaan Pesraman Seruling Dewata, yang sudah memberikan kontribusi positif bagi gerakan spiritual di Bali dan penghargaan khususnya diberikan kepada Ki Nantra yang telah berjuang melestarikan ajaran leluhur Majapahit dalam pengajaran ilmunya. “Saya hadir ditempat ini untuk memberikan dukungan, bahwa apapun yang sudah diperjuangkan oleh Ki Nantra dan para pendiri perguruan adalah sudah baik adanya. Justru Bali terbantu dengan Pesraman ini, karena pesraman ini menjadi cikal bakal dari pelestarian ajaran kanuragan asli  Majapahit. Saya bangga sekali, bahwa ada pesraman Seruling Dewata yang memang konsisten melestarikan ajaran leluhur. Apalagi saya sudah  mendapatkan penjelasan dari Ki Nantra bahwa seluruh murid pesraman ini wajib mempelajari Kitab Weda Bhagawad Gita, dan beliau mengatakan bahwa Majapahit itu besar karena Bhagawad Gita. Terimakasih sudah membantu gerakan Bhagawad Gita Indonesia. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun berkomitmen untuk membantu dan bersinergi dengan Pesraman Seruling Dewata. Dalam bidang ke-Hindu-an, terkait dengan rencana diputuskannya jaringan internet saat Nyepi, pihak Shri Arya Wedakarna menyatakan dukungannya, dengan sejumlah alasan. “Saya selaku wakil rakyat Bali di DPD RI, mendukung keputusan Majelis dan Pimpinan di Bali yang telah menandatangani surat terkait dengan himbauan Nyepi Saka 1940, yang mana dalam himbauan ini terdapat harapan agar Internet dilarang saat Nyepi. Kenapa ? Karena hal ini untuk menghilangkan berita hoax dan juga potensi gesekan SARA yang terjadi sebagaimana Nyepi di tahun tahun sebelumnya. Pelecehan terhadap agama Hindu yang dilakukan netizen ditahun tahun sebelumnya harus dihindari. Saya ingin Bali kondusif dan tenang. Jadi saya minta kepada PHDI, MUDP, Polda Bali, Danrem Wirasatya, FKUB termasuk Gubernur Bali agar laksanakan saja hal itu tanpa mundur sedikitpun. Pro Kontra itu biasa, dan tetap saja pada keputusan agar  tidak kesannya Mencla Mencle. Dinas terkait seperti Kementrian Informatika agar mendukung hal ini. Setidaknya ada dukungan dari seorang Senator RI. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun menyatakan bahwa masyarakat Bali khususnya anak muda harus di didik disiplin, untuk lebih menghargai kebudayaannya sendiri. “Ambil saja hikmahnya kalau Kuota Internet dimatikan, artinya umat Hindu dipaksa untuk mengikuti tradisi Sipeng dan Catur Brata Penyepian dengan baik. Quality Time ( Q  Time ) yang selama ini hilang bisa dibangun kembali. Sejak ada Smart Gadget dan Internet banyak anak muda yang melupakan tradisi Pabligbagan dirumah saat Nyepi, sejauh ini semua orang sibuk dengan Gadget masing – masing dan menjadi makhluk anti sosial. Kini setidaknya sekali setahun, kita bebas dari internet dan nama Bali dan Hindu akan semakin hebat dimata dunia. Belum pernah terjadi diplanet bumi ini, ada pulau yang bisa shut down secara total kecuali Bali Dwipa dan itu ada di Indonesia. Mari buat sejarah baru, dan ingat pesan saya, bukan teknologi yang mengatur tradisi kita, tapi sebaliknya tradisi yang mengatur teknologi. Jangan urusan duniawi mengalahkan urusan nilai nilai agama. Setidaknya sekali setahun tidak masalah. Ngiring sambut Nyepi khidmat. “ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga Presdent The Hindu Center Of Indonesia. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *