Categories BudayaHinduSatyagraha

TOLAK BALISENTRIS, SHRI ARYA WEDAKARNA INGATKAN UMAT HINDU JAWA KENAKAN IDENTITAS JAWA

Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS Memukau Puluhan Ribu Umat Hindu Jawa Dengan Pidato Sabdo Palon

SENATOR SUMBANG PELINGGIH KANJENG RATU DI PULO MERAH BANYUWANGI

SATYAGRAHA – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.SI Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali Komite III yang salah satunya membidang bidang Agama kini di undang oleh Umat Hindu Jawa asal Banyuwangi untuk memberikan Dharma wacana di Pura Tawang Alun yang terletak di Pura Tawang Alun Pulo Merah Pancer Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, Jawa Timur dalam rangkaian acara Melasti Tahun 1940 Caka untuk menyambut Hari Raya Nyepi dan Saraswati yang bertemakan ‘’Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Soliditas Sebagai Perekat Keberagaman Dalam Menjaga Keutuhan NKRI’’ yang di muput oleh Ida Pandita Dharmika Sandi Kerta Yasa. Ia pun di sambut baik oleh puluhan ribu  warga Hindu Banyuwangi yang sedang melaksanakan Upacara keagamaan di Pura Tawang Alun dan di dampingi oleh Ketua PHDI Pesanggaran (Sukenda Triwidato), Ketua PHDI Siliragung (Haryono) dan juga di dampingi oleh Ketua PHDI Kabupaten Tabanan (I Wayan Tontra). Pada kesempatan itu selaku Ketua PHDI yang mewakili seluruh Umat Hindu Banyuwangi mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena sudah berkenan hadir diantara umat Hindu Banyuwangi dan memberikan banyak sekali motivasi untuk puluhan ribu umat Hindu Banyuwangi agar selalu kuat didalam menjaga ajaran leluhur, pihaknya juga menyampaikan agar nantinya seluru umat Hindu yang ada di Indonesia khsusunya di Banyuwangi agar diperjuangkan hak-hak sipilnya maupun hak-hak publiknya. Sambungnya juga oleh Ketua PHDI Tabanan yang menyambut baik kedatangan Tokoh Nasional yang mewakili Hindu di Pusat dengan memberikan salam kehormatan di depan puluhan ribu  Umat Banyuwangi, pihaknya menyampaikan dan berharap dengan adanya seorang pemimpin Hindu di Pusat maka kedepannya nanti selalu memperjuangkan seluruh umat Hindu layaknya umat lain dalam aspek apapapun, karena meurutnya perlu ada keadilan yang ditegakkan agar bisa menjaga keseimbangan didalam berbangsa dan bernegara. Pada kesempatan yang luar biasa itu Dr. Shri Arya Wedakarna MWS III memberikan pujian yang luar biasa, karena sejauh ini Hindu di Banyuwangi semakin bertambah dan semakin banyak yang kembali memeluk agama Hindu, bahkan menurut informasi rata-rata umat Hindu di Banyuwangi sudah bisa menguasai ekonomi lokal.’’Saya bangga berdiri di sini, ternyata umat Hindu di Pulau jawa semakin bertambah, dan Saya selaku wakil rakyat Hindu di senayan Jakarta apresiasi dengan keberadaan Hindu di Banyuwangi ini, semoga dengan komitmen yang luar biasa ini nantinya umat Hindu di sini selalu ajeg dan kedepannya bisa jauh lebih sejahtera, maupun dari segi pendidikan dan juga ekonomi.’’ungkap Gusti Wedakarana selaku President Of Hindu Center Indonesia saat memberikan Dharma Wacana. Ia juga menyampaikan agar kedepannya Umat Hindu khususnya anak muda di Banyuwangi agar menempuh pendidikan yang setingi-tingginya, karena menurutnya yang ia kutip di Kitab Suci Weda bahwa untuk mengalahkan kemiskinan ialah Jnana atau Ilmu Pengetahuan, sehingga ia berpesan kepada generasi muda Hindu di Banyuwangi agar menuntut ilmu setinggi-tingginya agar kedepannya Umat Hindu bisa cerdas-cerdas dan yang pasti bisa berguna bagi umatnya maupun bangsa dan negara. Ia juga berpesan kepada PHDI dan seluruh umat Hindu di Banyuwangi untuk tidak meninggalkan adat istiadat asli Banyuwangi, karena menurutnya justru Hindu Banyuwangi bangga dengan identitas lokal yang di wariskan oleh leluhur, jangan sampai nantinya berpakaian seperti orang Bali, apalagi arsitektur Pura jangan mirip dengan Bali, dan ia juga tegaskan agar kedepannya sebaiknya jangan Bleganjur tetapi alangkah baiknya memakai gamelan Jawa karena menurutnya Hindu itu Universal tidak harus seperti Bali, sehingga Bali itu anggap saja sebagai lokomotif, dan ia pun menegaskan biarlah Hindu Nusantara bangkit dengan identitas masing-masing tanpa memakai dari daerah lain, karena menurutnya tidak boleh ikut-ikutan gaya dari daerah lain, yang terpenting tetap percaya diri dengan identitas lokal, dan ia pihaknya ingin Bhinneka Tunggal Ika itu tetap dipegang teguh. Di akhir ia pun menyampaikan ke puluhan ribu  umat Hindu di Banyuwangi komitmen akan memberikan simbol Kanjeng Ratu Pantai Selatan untuk Pura Tawang Alun, karena dalam sejarah Pura Tawang Alun berdasarkan keterangan warga, dulu pernah terjadi Sunami Besar dan tetapi alangkah mengejutkannya pelinggih Pura Tawang Alun masih berdiri kokoh, sehingga dengan kejadian tersebut ia percaya bahwa Pura Tawang Alun merupakan Petilasan Kanjeng Ratu Segoro Kidul, maka dengan adanya cerita itu ia selaku Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang membidangi bidang Agama berkomitmen untuk membuat simbol Kanjeng Ratu Pantai Selatan di Pura Tawang Alun guna memberikan penghormatan serta menjaga keseimbangan alam semesta di Pulau Jawa.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *