Categories BudayaHindu

WEDAKARNA PENGARUHI ANAK MUDA BALI AGAR LESTARIKAN KB BALI 4 ANAK

Foto- Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali Bersama Kedua Mempelai Usai Hadiri Acara Manusa Yadnya 

MENGHADIRI MANUSA YADNYA DI BANJAR PEGUBUNGAN MANGGIS KARANGASEM

SATYAGRHA- Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarn MWS III, SE, (M.Tru), M.Si yang di kenal sebagai sosok pemimpin Bali yang karismatik ini menyempatkan dirinya untuk penuhi undangan rakyat Bali yang bulan-bulan ini banyak melaksanakan Manusa Yadnya, karena dipercaya bulan-bulan ini merupakan hari yang baik untuk memasuki masa Grahasta. Kedatangan Anggota DPD RI asal Bali pun di sambut baik oleh keluarga kedua belah pihak mempelai beserta kedua mempelai yakni I Putu Arnawa dan Ni Ketut Deriwati Sartami Amd yang mana upacara suci tersebut di laksanakan di Banjar Pegubungan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Pihak keluarga besarpun mengucpakan rasa terima kasih yang luar biasa karena sudah berkenan hadir ke acara yang di selenggarakan oleh pihaknya, sambungnya ia senang punya pemimpin Bali yang jauh-jauh dari jakarta mau menyempatkan diri untuk hadir di acara manusa yadnya tersebut. Pada kesempatan itu Dr. Shri Arya Wedakarna mengucapkan terima kasih karena sudah menerima dirinya dengan baik dan penuh kehangatan, tak lupa pula ia menyampaikan bahwa di Bali harus mulai menata agar memperbanyak SDM, sebab menurut pandangan ia sebagai politisi, Bali harus mempunyai SDM yang banyak, karena dengan adanya SDM yang banyak maka kedepan Bali bisa memantapkan dan menata SDM yang berkualitas, dan tak lupa pula ia meminta kedua mempelai untuk pertahankan Catur Warna atau yang sering dikatakan Catur Purusa, karena konsepsi tersebut menurutnya sangat strategis untuk menyalamatkan Bali, sebab apabila merujuk pada KB nasional yang menyarankan 2 anak cukup maka ia rasa itu tidak sesuai degan konsepsi catur warna, sehingga Bali tetap budayakan catur warna, agar kedepannya Bali bisa lebih ajeg dan tidak kekurangan SDM untuk menata Bali di masa depan, tegas ia katakan pula Bali akan tetap berkepribadian di bidang budaya seperti halnya konsepsi tri sakti Bung Karno.”Saya tetap perjuangkan KB Bali 4 anak cukup, karena 4 anak ini melambangkan catur warna, brahmana, ksatria, waesa dan sudra, jadi nantinya 4 anak ini di bagi, 2 diam di Bali untuk mengurusi upacara adat maupun kegiatan-kegiatan Desa dan yang 2 lagi kirim ke luar negeri suruh cari ilmu pengetahuan dan cari duit banyak-banyak untuk membantu keluarganya di Bali,’’ungkap Dr. Arya Wedakarna mantan rektor Universitas Mahendradatta Bali itu. Di akhir juga ia berharap dan berpesan kepada semeton Bali, bahwa usai memasuki masa grahasta ada baiknya punya devisa yang cukup, agar usai menikah tidak tinggal di kos-kosan ataupun bersama orang tua, karena kebanyakan di Bali upacaranya mewah-mewah tetapi abis upacara mewah malah tinggal di kos-kosan, sehingga ia tegaskan kedepannya agar orang-orang Bali yang sudah menikah itu harus punya blue print yang sesuai denga planing jangka panjang bukan Cuma jangka pendek saja. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *