Categories Nasional

WEDAKARNA PRIHATIN PEMINAT SEKOLAH KESEHATAN DI BALI MENGALAMI TREND PENURUNAN

Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prof Dasi Astawa ( Koordinator Kopertis VIII ) Saat RDP bersama Pimpinan PTS Kesehatan di Aula Kopertis

 SENATOR RI KUMPULKAN PIMPINAN PT KESEHATAN DI KOPERTIS VIII

Menggandeng Kopertis Wilayah VIII ( L2DIKTI ), Komite III DPD RI Utusan Bali Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menggelar rapat dengan Pimpinan Sekolah Tinggi Kesehatan ( STIKES ) dan Akademi Kesehatan seluruh Bali. Sejumlah agenda dibahas dalam rangka fungsi DPD RI sebagai pengawas UU Bidang Pendidikan Tinggi dan Kesehatan, sekaligus serap aspirasi terkait dunia kesehatan. Didampingi oleh Prof. Dasi Astawa ( Koordinator Kopertis ), tampak hadir pimpinan PT kesehatan di seluruh Bali dan juga lembaga terkait. Dari catatan DPD RI Bali, sejumlah aspirasi telah masuk ke DPD, termasuk adanya fenomena yang menarik yakni menurunnya   peminat generasi muda di Bali untuk melanjutkan kuliah ke sekolah tinggi kesehatan, dan hal ini memicu kekhawatiran dari pihak pengelola perguruan tinggi. “Secara umum, penurunan jumlah mahasiswa sekolah kesehatan bisa dimaklumi, karena  memang diakui pangsa kerja lulusan sekolah kesehatan baik di STIKES dan Akademi Kesehatan sangat tergantung pada ketersediaan instalasi kesehatan seperti puskesma, rumah sakit, poliklinik diwilayah kabupaten/kota dan provinsi. Logikanya saja, di Bali ini jumlah pertumbuhan rumah sakit atau puskesmas sangat jarang pertahunnya, tetapi lulusannya mencapai ratusan orang pertahun, baik program diploma maupun sarjana. Tentu ini mempengaruhi minat dari calon mahasiswa. Bahkan dari hasil rapat tadi, mengemuka sejumlah kelas dan jurusan dibeberapa perguruan tinggi kesehatan terancam tidak mendapatkan mahasiswa. Tentu ini tidak bisa dibiarkan, karena bagaimanapun eksistensi sekolah PT Swasta harus jadi tanggung jawab bersama. DPD akan mencari solusi ditingkat pusat. “ungkap Gusti Wedakarna. Hal lain yang mengemuka juga terkait sejumlah aspirasi tentang kesejahteraan tenaga kesehatan khususnya perawat dan bidan, dan diperlukan adanya regulasi untuk hal ini. “Saya rasa, untuk memperjuangkan kesejahteraan tenaga kesehatan tidak harus dengan merubah UU, saat ini UU terkait sudah cukup baik. Tapi perlu didorong dengan perbaikan Peraturan Pemerintah ( PP ) dan juga Peraturan Setingkat Menteri. Ini akan menjadi solusi jangka pendek, karena bagaimanapun, swadharma tenaga kesehatan adalah terkait dengan urusan nyawa seseorang. Kita akan lakukan sesuatu melalui kamar parlemen. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Sejumlah hal dibahas dalam RDP di Kopertis yakni 1) Dukungan DPD agar pemerintah menghilangkan biaya akreditasi prodi untuk kesehatan yang selama ini banyak dikeluhkan 2) Dukungan penyempurnaan terkait Kosil 3) Dorongan untuk dimasukkannya profesi Bidan sebagai daftar pekerjaan dalam list pangsa pasar ASEAN 4) Dukungan pemerintah provinsi, kab, kota untuk membantu memberikan dan hibah termausk beasiswa warganya kesekolah STIKES termasuk pengembangan infrastruktur 5) Dorongan agar izin pendirian instalasi kesehatan diefisienkan, sehingga adanya potensi daerah membangun instalasi kesehatan akan membantu penyerapan tenaga kerja dari lulusan STIKES dan Akademi. 6) Adanya ketegasan dan merapikan sistem promosi lulusan SMK Kesehatan yang kini seolah olah menjadi tenaga kesehatan, dan padahal dalam aturan lulusan SMK Kesehatan hanya menjadi asisten tenaga kesehatan, sehingga diharapkan SMK Kesehatan tidak melakukan pembohongan publik akan kualitas lulusan. Yang mana dalam aturan, setiap tenaga kesehatan harus lulusan diploma dari PT Kesehatan. “Saya berkepentingan agar STIKES, Akademi Kesehatan dan Poltekes di Bali eksis dan tetap hidup. Salah satu cara singkatnya bagaimana lulusan SMK kesehatan di Bali mau kuliah lagi di PT Kesehatan. Tentu kedepan biaya kuliah harus dibuat murah juga. Ini yang saya minta PT Kesehatan mulat sarira. Kita harus optimis dan sama sama selesaikan demi Bali. “pungkas Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *