Categories Satyagraha

SENATOR WEDAKARNA MINTA NON AKTIFKAN SELURUH AIR MINUM OTOMATIS DI DENPASAR

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi Polsek, Dinas PU, PDAM Kota Denpasar, dan Pemkot di TKP Amo Di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung

DPD RI PRIHATIN TEWASNYA SISWA DENPASAR TERSETRUM “AMO”

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III,  Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang juga bagian dari Komite III Bidang Anak, Kesehatan dan Kesra melaksanakan inspeksi di TKP tewasnya seorang warga Denpasar di Lapangan Puputan Badung, saat meminum air minum otomatis yang dibuat oleh Pemkot Denpasar. Kehadiran Senator RI asal Bali ini setelah mendengar sejumlah laporan masyarakat yang merasa khawatir atas musibah yang didapatkan oleh seorang siswa beberapa waku lalu, apalagi fasilitas AMO ini tersebar diseluruh titik di kota Denpasar. Terhadap hal ini, Senator Wedakarna menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengecam kelalaian PDAM Kota Denpasar yang dianggap tidak bergerak cepat mengingat sebelum kejadian terjadi, sudah ada laporan akan terjadinya dugaan konsleting dan munculnya setrum ditempat yang sama. “Saya kira pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal ini adalah PDAM Kota Denpasar dan kontraktor yang menangani. Hal ini bisa diancam dengan Pasal 359 KUHP jo Pasal 55 ayat KUHP ( kelalaian mengakibatkan hilangnya orang lain ). Dan saya minta pihak Pemkot Denpasar tidak cuci tangan terhadap hal ini. Saya minta Polri segera tuntaskan penyelidikan hal ini dan hasilnya disampaikan ke masyarakat. Dari pandangan hukum, walau sudah ada donasi, sudah meminta maaf pada keluarga korban, tapi tetap tidak bisa mengurangi hak hukum warga negara jika ingin menggugat pemerintah. Saya minta eksekutif berhati hati.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyayangkan bahwa desain dari anjungan AMO di TKP dinilai memang rentan mengakibatkan setrum listrik karena bahan – bahan yang dipakai sangat mudah menghatarkan listrik. “Saya kaget juga, waktu melihat anjungan AMO, terjadi seluruh  bahannya dibuat dari besi, dari ujung atas sampai bawah. Seharusnya terbuat dari bahan yang tidak bisa menghatarkan listrik. Ya pantas saja orang tersetrum, apalagi air yang ambil berasal dari PDAM. Dimana ini peran pengawas pembangunan, kenapa ada hasil infrastruktur yang berbahaya begini apalagi untuk anak – anak.”ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan kejadian diatas, Gusti Wedakarna meminta kepada Walikota Denpasar untuk menonaktifkan seluruh AMO diDenpasar. “Saya dengar ada AMO di Lumintang, Sanur, Renon dan Puputan Badung. Saya minta non aktifkan. Dan khusus yang di TKP ini jika police line dan penyelidikan sudah selesai, saya minta dibongkar, dipralina dan diupacarai karena ada yang mati salah pati. Dan pihak PDAM tetap harus bertanggung jawab kepada masyarakat Denpasar sesuai aturan dan UU. Jika perlu Direksi PDAM punya budaya malu dan mengundurkan diri dihadapan publik. Ini sudah menyangkut nyawa seseorang dan juga perlu minta pertanggungjawaban pada kontraktor “ungkap Gusti Wedakarna. Kedepan seluruh warga Denpasar diminta waspada dan berhati – hati terhadap fasum ditempat publik yang dinilai tidak layak.  ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *