Categories BudayaHindu

SIMBOL TANGGUNG JAWAB PURUSA, ABHISEKA RATU SERAHKAN CIHNA KERIS RING ISTANA MANCAWARNA

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan I Gusti Ayu Suwitry bersama I Gusti Ayu Sita Wedastiti dan Fernando Almanto serta Keluarga Puri. Tampak Hadir Dr. I Wayan Koster bersama Istri di Istana Mancawarna Tampaksiring

ATUR PIUNING KARYA PAWIWAHAN PRADANA I GUSTI AYU SITA WEDASTITI WS

Puri Tegeh Kori ring Badung akhirnya menuntaskan tanggung jawabnya terkait dengan rangkaian pawiwahan pradana puri, yakni I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputra Suyasa, SE dengan Fernando Almanto. Setelah upacara matur piuning ring Merajan Puri ring Badung digelar, pihak Puri Tegeh Kori menggelar resepsi pernikahan sebagai wujud penghormatan terhadap keluarga pihak purusa yang merupakan penganut Buddha. Acara resepsi digelar di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar dengan nuansa Siwa Buddha yang kental sesuai dengan harapan Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX yang juga merupakan kakanda dari I Gusti Ayu Sita Wedastiti WS. Sebagaimana diungkap oleh Dewa Anom Kurniawan ( Kepala Rumah Tangga Istana ) yang menyatakan rangkaian kegiatan di Istana Mancawarna sesungguhnya mendrobrak tradisi yang ada, mengingat sangat jarang pihak puri mengadakan acara berkali kali khususnya saat yang mempunyai hajatan adalah pihak perempuan ( pradana ). “Di Bali biasanya pihak Puri hanya menyelenggarakan upacara satu kali saat mepamit untuk putri ( Pradana ), tapi khusus hal ini, beliau Abhiseka Ratu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna sudah memberikan arahan agar pihak Puri juga menyelenggarakan acara resepsi di Istana Mancawarna. Dalam sejarah Istana Mancawarna, selama bertahun tahun baru dua kali terjadi acara resepsi khusus untuk pradana puri. Ini membuktikan bahwa kesetaraan gender, hak hak pihak pradana termasuk juga harta warisan oleh pihak Puri Tegeh Kori juga disediakan apa adanya. Semoga ini menjadi teladan. “ungkap Dewa Anom Kurniawan. Dalam acara resepsi yang diselenggarakan di Istana Mancawarna, juga diserahkan Keris Majapahit oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kepada Fernando Almanto, sembari memberikan wejangan kepada Purusa. “Mulai hari ini, saya mewakili keluarga besar Puri Tegeh Kori saking Penyaringan Jembrana, melepas dengan ikhlas pradana atau putri bungsu Gusti Ayu Sita. Beliau adalah putri kesayangan ( swargi ) Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa dan IGA Suwitry Suyasa. Semoga bisa menjadi keluarga Buddha yang taat dan bisa melahirkan putra putri yang suputra. Doa dan restu saya untuk kedua mempelai. “ungkap Shri I Gusti Wedakarna. Acara Resepsi dimulai dengan Jamuan Makan ( Royal Dinner ) dan atraksi kesenian. Tampak hadir sejumlah tamu undangan yang hadir diantaranya pengurus Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ), Puri Agung Denpasar, Jero Bongan Tabanan, Wakil Bupati Bangli, Dr. I Wayan Koster ( Calon Gubernur PDIP ), pengurus DPD PDIP Bali, Penglingsir Saking Penyaringan Jembrana, semeton saking Kubutambahan Buleleng, semeton saking Jero Abiansemal, serta ratusan Undangan secara terbatas.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *