Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA SEMUA PIHAK MENJAGA NAMA BAIK SEKOLAH DWIJENDRA

Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Kepala Sekolah dan Wakil Guru SMA Dwijendra di Dampingi Disdik Bali, Dinas DP3 A Bali, DP3AP2KB, P2TP2A, Komnas Anak, Polres di SMA Dwijendra Denpasar

SENATOR RI GELAR RDP DALAMI KASUS ASUSILA DAN DUGAAN PROSTITUSI TERSELUBUNG 

Komite III DPD RI Utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan terkait dengan adanya dugaan pelecehan oknum guru kepada siswi di SMA Dwijendra Denpasar. Dengan menggandeng sejumlah pihak yakni Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komnas Perlindungan Perempuan Anak Pokja Bali, DP3AP2KB, P2TP2A Denpasar, Polres, DP3 A Bali, pihak Senator Bali mengadakan rapat dengar pendapat ( RDP ) dengan Kepala Sekolah SMA, Guru BK, Dewan Guru dan Perwakilan Siswa dilingkungan sekolah. Adapun yang dibahas terkait dengan kronologis kejadian hingga klarifikasi sikap dan kebijakan yayasan paska viralnya kasus asusila itu dimedia sosial. Setelah mendengar informasi dari sejumlah kalangan, Senator Arya Wedakarna menyampaikan pandangannya bahwa dari kasus yang terjadi,  jangan sampai mencederai eksistensi dari SMA Dwijendra Denpasar. “ Saya datang ke SMA Dwijendra karena saya sayang dengan sekolah ini, apalagi Dwijendra merupakan sekolah swasta tua yang bernuansa Hindu. Sekolah ini juga membawa nama besar Dang Hyang Dwijendra yang disucikan oleh umat Hindu Bali. Maka dari itu tidak elok rasanya jika ada masalah terkait asusila di sekolah ini. Kita akan bantu untuk meredam kasus ini, minimal tidak berpengaruh kepada siswa siswi lainnya. Kita pastikan juga agar proses belajar mengajar tetap berjalan. “ Ungkap Gusti Wedakarna. Terkait telah ditahannya oknum guru berinisial A di Polresta, pihak DPD sangat mengapresiasi dan menyerahkan semua masalah ke hadapan hukum dengan catatan proses secara internal dengan pembinaan juga terus dilakukan. Sejumlah rekomendasi dan pandangan dari Senator Wedakarna yakni 1) DPD menyayangkan adanya kejadian asusila yang melibatkan guru A dan siswi SC 2) DPD meminta aparat mencari status jelas apakah kejadian ini masuk dalam kategori pelecehan, pemerkosaan atau persetubuhan serta menggali latar belakangnya 3) DPD menerima informasi terkait dengan adanya dugaan prostitusi online di kalangan pelajar dengan adanya modus tarif bahkan mengarah pada perdangan anak ( child traficcking ) 4) DPD meminta hak hukum guru berinisial A tetap dihormati, termasuk hak guru untuk melaporkan korban yakni siswi bersangkutan dengan dugaan pemerasan, dan istri si guru juga bisa melaporkan dugaan perzinahan kepada korban sesuai dengan hukum pidana, hal ini diperkuat dengan adanya lokasi pelecehan di hotel ( Locus ) berkali kali dan terencana. Selain adanya bukti berupa chat, rekaman video dan rekaman suara yang beredar. 5) DPD mengapresiasi langkah Yayasan dan Sekolah yang sudah melakukan pemecatan terhadap oknum guru sebagai langkah strategis melindungi siswa secara umum 6) DPD meminta kepada sekolah dan guru BK untuk mengadakan investigasi internal secara tertutup dengan melibatkan korban SC, orang tua , Komnas Anak, dan dinas terkait guna mencari informasi dua arah yang baik. Secara hukum, data investigasi internal, sekolah dapat digunakan sebagai bukti hukum dipengadilan 7) DPD meminta agar semua pihak menghargai proses hukum yang sudah berjalan dan bersama sama berkomitmen menjaga nama baik SMA Dwijendra. “ Kasus ini sudah masuk ke nasional dan tentu sebagai wakil rakyat Bali di Jakrarta, saya harus meredam kasus ini agar tidak meluas. Sisanya mari kita tingkatkan pengawasan anak didik baik di sekolah dan juga dirumah masing masing. Semoga ini menjadi pelajaran. “ Ungkap Gusti Wedakarna. ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *