Categories Budaya

WEDAKARNA INGATKAN PENTINGNYA KEBERSATUAN UMAT HINDU DAN NASRANI UNTUK HADAPI IDEOLOGI RADIKALISME

Audensi – Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menerima Yusuf Mujiono ( Ketum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia ) dan Rombongan di Kantor DPD RI

SENATOR RI TERIMA AUDIENSI PERSATUAN WARTAWAN NASRANI INDONESIA

Senator DPD RI Utusan Bali, Dr Shri I  Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menenerima audiensi Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia ( Pewarna ) di Kantor DPD RI Prov Bali. Disela sela kegiatan nasional di Bali, sejumlah wartawan dari sejumlah media hadir menyambangi Shri Arya Wedakarna untuk melakukan diskusi kebangsaan. Sejumlah hal pun dibahas, termasuk dinamika hubungan antar umat beragama di Bali khususnya umat Hindu dan umat Nasrani. Terhadap hal itu, Wedakarna menyampaikan hubungan kerjasama antara umat Hindu dan umat Nasrani di Bali berjalan dengan baik. “Secara umum kita  harus menjaga hubungan baik antar agama di Bali. Umat Nasrani di Bali ini kan ada umat nasrani bersuku Bali dan umat Nasrani yang kategori pendatang ( tamiu ). Ini yang perlu disinergikan, sehingga bisa berkontribusi positif dan maksimal bagi pembangunan Bali. Saya harap umat Kristen di Bali mampu ikut menjaga adat dan tradisi budaya Bali dan tidak eksklusif dengan warga adat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali. Sejumlah Hal – hal sensitip terkait dengan isu misionaris, aspirasi simbol Hindu Bali yang digunakan oleh sejumlah kelompok Kristen dan berbagai permasalahan terkait dinamika di dunia pendidikan berbasis Kristen yang selama ini kami tangani juga menjadi perhatian prioritas  dan harus diselesaikan. Saya yakin kedepan lembaga terkait bisa berkomunikasi dengan baik. Yang penting dialog, komunikasi dan musyawarah mufakat. “ungkap Gusti Wedakarna. Bahkan ia juga menilai, bahwa potensi kerjasama ekonomi, politik dan budaya antara umat Hindu dan Kristen akan menjadi kekuatan dahsyat bagi Indonesia kedepan. “Saya kira, umat Hindu dan Kristen harus terus mendorong kerjasama disegala bidang. Ini penting agar pembangunan Indonesia terisi dengan maksimal. Kita harus kesampingkan perbedaan dan focus pada perjuangan bersama yakni memerangi kebodohan, memerangi kemiskinan dan  tentunya menjaga NKRI serta tegas menolak Negara agama. Jutaan umat Hindu dan Kristen akan mampu memunculkan kekuatan hebat, apalagi dengan dukungan jaringan Internasional yang dimiliki Hindu dan Kristen. Saya kira Hindu memiliki nama baik dengan adanya Bali serta karakter umatnya dan Kristen yang dikenal memiliki SDM hebat diberbagai bidang di Indonesia.  Saya justru melihat ada kekuatan dibalik sinergi ini, semua untuk bangsa. Minoritas bukan berarti terpinggirkan tapi harus jengah juga.  “ungkap Gusti Wedakarna yang pernah mengenyam pendidikan di Melbourne Australia ini. Maka dari itu, ia terus mendorong kerjasama mutual dengan mengedepankan generasi muda. “Jika kita ingin anak muda Indonesia maju, dan umat Hindu Kristen kuat, maka yang pertama harus diperhatikan adalah anak muda. Tugas pura, gereja, dan juga para orang tua untuk terus meletakkan nilai nilai Pancasilais pada umat kita. Umat Hindu dan Kristen sudah sangat terbukti setia akan Pancasila. Kita lihat bagaimana peran pendiri bangsa dari Indonesia Timur dan tokoh Kristen / Katolik sangat gigih berjuang agar Indonesia ini NKRI. Begitu  juga kami di Bali punya pahlawan nasional yakni Mr Gusti Ketut Pudja yang merupakan  tokoh Hindu yang getol menolak Piagam Jakarta ( Syariat ) dan ikut dalam pertemuan persiapan Indonesia Merdeka 1945. Semua harus dijadikan teladan. Dan kini kita  punya tugas besar yakni menjaga agar NKRI tidak menjadi Negara agama, tetap teguh Pancasila yang Berbhineka Tunggal Ika. Ini yang paling urgent, dan tidak bisa berhasil tanpa kerjasama dan saling pengertian. Maka mulailah umat Kristen dan Hindu saling merangkul. Dan gerakan kerjasama ini harus disuarakan oleh teman teman wartawan. Saya minta selalu sebarkan kebaikan, wartawankan kekuatan kasih dan saya yakin umat Hindu dan Kristen akan sejahtera lebih awal. “ungkap Gusti Wedakarna yang merupakan putra salah satu pendiri Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) ini. Selama di Bali, rombongan Wartawan Nasrani menyempatkan diri mengunjungi Istana Mancawarna Tampaksiring, The Sukarno Center, Perpustakaan Agung Bung Karno Renon Denpasar,  Gedung Pancasila dan mengadakan pertemuan di Kampus B Universitas Mahendradatta ( d/h Marhaen ).    ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *