Categories Internasional

SHRI ARYA WEDAKARNA SAMBANGI INGGRIS TERKAIT SEJUMLAH RANCANGAN UNDANG UNDANG

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Kedutaan Besar RI Di London

KAMPANYE INDONESIA JADI ANGGOTA TIDAK TETAP DEWAN KEAMANAN PBB

Langkah Senator RI termuda asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III untuk membawa nama Bali dan Indonesia kepentas dunia kembali dibuktikan dengan perjuangan diplomasi cerdas. Hal ini terekam saat kunjungan Senator Arya Wedakarna disejumlah kota di Inggris, diantaranya Oxford dan London. Kunjungan Senator Wedakarna ini dalam rangka tugas negara terkait rencana pembahasa sejumlah RUU yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat ( kesra ). Dalam kunjungan singkat di Inggris, selain menyambangi sejumlah kantor urusan kesra, Senator Wedakarna juga menyampaikan dukungannya terhadap kampanye Indonesia untuk menjadi salah satu satu anggota tidak  tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020. Demikian disampaikan Gusti Wedakarna disela sela acara dengan, Dr Rizal Sukma ( Duta Besar Indonesia Untuk Kerajaan Inggris ). “Bali  mendukung perjuangan pemerintah Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa menjadi Candidate For Non Permanent Member UN Security Council Periode 2019 – 2020. Ini penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam pergaulan elit dunia. Salah satu jabatan bergengsi yang bisa menaikkan posisi tawar Indonesia adalah peran UN Security Council. Semoga Indonesia mendapatkan dukungan dari negara – negara sahabat. Kita harus optimis. “ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga anggota Badan Kerjasama Parlemen ( BKSP ) ini. Selain itu, Senator Wedakarna juga mengomentari tentang bagaimana sistem jaringan sosial dan kesejahteraan di Inggris bisa dijadikan rujukan untuk sejumlah RUU yang akan segera disahkan oleh parlemen. “Kita sudah sempat bertemu dengan Care Quality Commission London, dan disana kita mendapatkan wawasan, bahwa hubungan antara pelayanan yang paripurna  dibidang sosial termasuk kesehatan sangat terkait dengan tingkat keberhasilan program kesra. Inggris sebagai negara monarki yang bertahan selama ribuan tahun, tentu memiliki protap hebat yang bisa dijadikan acuan untuk Indonesia. Ini bagus untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mencotoh. Sistem Eropa sangat transparan dan dinilai yang terbaik didunia. Saya rasa Indonesia tidak akan kalah, karena SDM nya ada, potensi ada dan user juga ada. Jadi tinggal karakter penyelenggara instalasi kesra dan masyakatnya yang menentukan. “ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu Shri Arya Wedakarna juga meminta praktisi pariwisata di Bali belajar bagaimana manajemen pariwisata budaya di Inggris sangat maju dari sisi pelayanan. “Inggris sebagai salah satu kerajaan tertua didunia yang masih eksis, sangat lihai dalam memanfaatkan potensi sejarahnya. Sebagai perbandingan, hanya dengan menjual souvenir yang berisi ikon kerajaan saja itu sudah mencapai trilyunan rupiah, hampir menyamai angka APBD satu kabupaten di Bali. Jadi jika ada badan pariwisata atau pemerintah studi banding ke Inggris, ya ngiring studi banding yang benar, dan eksekusi kebijakan didaerah. Urusan kreatifitas didaerah tidak perlu izin pusat, dengan UU Otda, dalam bidang pariwisata dipersilahkan provinsi, kab, kota berkreasi. Pertanyaannya apakah Bali sudah punya Gubernur, Bupati dan Walikota yang wawasan internasionalnya sudah luas atau tidak ? Jadi potensi ini bisa dimajukan. Wisata puri puri di Bali harus dikembangkan, jangan hanya seasoning. Jangan hanya sekedar atraksi seromial belaka. Kami DPD memiliki kewenangan terbatas, namun kami bisa mengingatkan pemerintah daerah termasuk asosiasi pariwisata agar bisa mengeksekusi kebijakan dengan program. Jangan hanya ramai di grup Whats App ( WA ) belaka. Kita akan dorong, agar pariwisata Bali bisa terprogram dengan baik. “pungkas Shri Arya Wedakarna yang juga Duta Besar UPF PBB ini.  ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *