Categories Hindu

SENATOR WEDAKARNA BANGGA AKAN PENYEDERHANAAN DALAM UPACARA

Foto Bersama – Staf Ahli DPD RI B. 65 Ni Ketut Nesa Santini ( Perwakilan Senator Wedakarna ) Saat Hadiri Karya Pediksan di Griya Siwa Budha Segara Giri Kuta

PEDIKSAN IR. MADE SURYAWAN MM,CHA DAN INGKE NATALIA DIGRIYA SIWA BUDHA SEGARA GIRI

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III melalui Staf Ahlinya Ayu Nesa Santini hair dalam upacara pediksan yang dilakukan oleh kedua Ida Rsi Lanang lan Istri. Upacara pediksan ini dilakukan di Griya Siwa Budha Segara Giri di Br. Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung. Upacara yang cukup sederhana ini dihadiri oleh banyak tokoh – tokoh Hindu Bali maupun nasional dan lintas agama. Seperti dari Forum Study Majapahit, Ketua PHDI Pusat, PHDI Bali, Veda Phosana Asram, IHDN, Hare Krisnha dan tokoh lintas agama serta usahawan terkemuka juga turut hadir. Upacara mediksa ini adalah hal yang tak terduga, ini merupakan penundaan yang keempat kalinya, tepatnya 8 Desember Tahun 2016 lalu mendapat keputusan bahwa proses Dwijati harus dilakukan pada Purnama Kedasa Tahun 2017 ini, ungkap Made Suryawan yang setelah pediksan menjadi Ida Rsi Acharya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha beserta istri, Ida Rsi Waisnawa Agni Budha Mahadewi Wisesanatha. Seperti yang tertulis pada ( yajurveda XIX.36) dengan menjalankan brata seorang mencapai dika ( penyucian diri ), dnegan diksa seorang memperoleh daksina ( kemuliaan ), dengan daksina seorang mencapai sradha ( keyakinan ), melalui sradha seseorang menyadari satya ( keberanian sejati ). Jadi proses pendiksaan ini merupakan upacara yang sangat suci dan sakral. Oujian akan upacara yang cukup sederhana ini yang walaupun dihadiri oleh banyak tokoh penting merupakan apresiasi khusus, karena Senator Wedakarna yang gencar untuk berpesan kepada masyarakat akan pentingnya penyederhaan ritual – ritual keagamaan di Bali, bukan menghilangkan tradisi yang sudah ada sejak dulu akan tetapi lebih kepada penyesuaian dan efisiensi. Dan tentunya hal tersebut harus disosialisasikan melalui bentuk edukasi kepada masyarakat Hindu pada khususnya. Dalam upacara ini juga dilaksanakan pengukuhan Sulinggih dengan memberikan SK dari PHDI Badung, PHDI Pusat Ketut Arnaya sembari berpesan bahwa tantangan kedepan bukan untuk muput sebuah acara tapi sebagai member pencerahan terhadap upacara itu. Upacara diakhiri dengan Dharma Wacana dari Ida Rsi Arcaya Waisnawa Agni Budha Wisesanata yang berpesan bahwa kita hidup harus jadi orang yang merdeka apabila masih punya sebuah kepentingan kita tidak akan bisa menjadi orang yang baik.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *