Categories Hindu

WEDAKARNA INGATKAN WARNA POLITIK SEJALUR AKAN UNTUNGKAN BALI DI POLITIK ANGGARAN

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIS Saat Menyerahkan Penghargaan Kepada Ketua BMI Bali Disaksikan Dr Wayan Koster dan Dr Cok Ace di Denpasar

BMI BALI SANDINGKAN WEDAKARNA, KOSTER DAN COK ACE DI KNPI 

Kehadiran sosok Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selalu menjadi magnet dalam setiap kegiatan yang dihelat di Bali. Hal ini terekam dalam dialog kebangsaan yang diadakan oleh lembaga sayap PDI Perjuangan yakni Banteng Muda Indonesia ( BMI ) Prov Bali saat mengundang calon Gubernur Bali, Dr. I Wayan Koster dan Cawagub Bali, Dr. Ir. Cok Ace. Bertempat di Gedung KNPI Bali, acara dialog dihadiri oleh ratusan hadiri khususnya anak – anak muda Bali dari berbagai kalangan. Dan daya tarik tokoh muda peraih suara terbanyak di Pemilu DPD RI 2014 ini, semakin melengkapi wawasan tentang politik Marhaenisme bagi kaum muda Bali khususnya menghadapi Pilgub 2018 dan Pemilu 2019. Bahkan dalam pemaparan materi akademis yang disampaikan Arya Wedakarna ( AWK ), ia tidak segan memuji karakter Koster dan Ace yang dinilainya pantas untuk memimpin Bali. “Begini ya, kalau kita mau lihat kelemahan pemimpin, itu kan bisa saja. Setiap orang  juga punya kelemahan. Tapi berbicara eksisten Bali, kita harus berani bicara resiko berhadapan dengan pemerintah pusat. Di Indonesia ini ada 500 lebih kabupaten, 34 Provinsi yang berebut dana APBN yang Cuma 2000 Trilyun. Ini  tidak mudah, karena saudara kita diluar Bali, itu pintar pintar cara bicaranya, dan lobi lobinya sangat kuat. Dan pejabat di Bali tidak banyak yang bisa seperti itu. Sekarang pilihannya, apakah rakyat Bali ini mau pemimpin yang berani berhadapan sama Presiden, Kabinet, Dirjen dan pemerintah pusat atau pemimpin dengan pengalaman lokal ? Ini harus dipikirkan. Boleh saja rakyat Bali tidak suka dengan kandidat A atau B, tapi yang kita pikirkan adalah kepentingan Bali secara politik kebijakan maupun politik anggaran. Intinya Bagaimana Bali biar bisa dapat banyak dana dari pusat agar rakyat sejahtera. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Ketua DPP PNI Marhaenisme ini. Lebih lanjut ia menyampaikan harapannya, agar program Satu Jalur khususnya bagaimana mendukung Presiden Joko Widodo bisa selaras dengan Bali. “Saya akui, selama 4 tahun ini, perhatian Pusat terhadap Bali sangat minim. Ini bisa disebabkan pusat tidak suka dengan warna politik pemimpin di Bali. Bisa jadi kan ? Dan logikanya  tentu kita ingin berubah. Kita berjuang akan Jokowi 2 Periode di Pilpres 2019 sehingga semua selaras agar perjuangan Bali dipermudah. Kalau bisa kekuatan politik di Bali dari DPRD, Bupati, Walikota, Gubernur, DPR, DPD RI hasil Pilkada 2018 dan  Pemilu 2019 semua satu jalur yang paham akan program Tri Sakti Jokowi, sehingga berjuang demi Bali lebih mudah. Kita sudah lihat bagaimana gaduhnya Ibu Kota Jakarta pasca Pilgub kemarin, ini akibat partai oposisi tidak nyambung dengan pusat. Saya tidak ingin Bali Gaduh,kalau gaduh dan ada kelompok asing di Bali yang mendukung radikalisme hadir, yang rugi umat Hindu. Maka dari itu ia minta agar anak muda Bali harus memahami pendidikan politik ini. “ungkap AWK. Diakhir acara, Arya Wedakarna menitipkan pesan pada Cagub/Cawagub dari PDIP, jika kelak nanti berkuasa, maka jangan lupakan KNPI dan ormas pemuda dibawahnya termasuk juga Karang Taruna dan STT karena kaderisasi adalah mutlak bagi masa depan bangsa. “Jangan ulangi kepemimpinan pemimpin pemimpin di Bali sekarang ini, yang tidak memperhatikan para pemuda saat ini. Tadi kita sudah dengar pernyataan Ketua KNPI Bali tentang perhatian Pemerintah yang sangat minim terhadap gerakan pemuda di Bali. Jangan habiskan energi bagi yang akan lengser, tapi fokus pada Gubernur Baru. Saya optimis Bali akan berbenah, “ungkap AWK yang juga Presiden The Sukarno Center ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *