Categories BudayaHindu

SHRI GUSTI WEDAKARNA BANGGA DENGAN PURA MELAMBANGKAN PERSATUAN SIWA BUDDHA DEMI EKSISTENSI LELUHUR

Foto – Staf DPD RI B.65 (I Nyoman Sindhu Gautama, SH), Saat Menyeragkan Prasasti Kepada Jero Mangku Dewa Putu Raka (Mangku Lingsir), Dan Di Dampingi Oleh Agung Bagus Adi Pranata (Ketua Yayasan Tirta Tamba),  I Putu Sudiantara (Wakil Ketua Yayasan Tamba) I Nengah Edi Giarta (Bendahara Yayasan), Ni Made Ratni (Pengurus Yayasan Tamba) 

SERAHKAN PRASASTI KEPADA PENGEMPON PURA TAMBA PUSERING JAGAT DI DESA PENGAMBENGAN KECEMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA

Anggota Komite III DPD RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (MTru), M.Si yang salah satunya membidangi bidang Agama menyerahkan Prasasti kepada pengempon Pura Tamba Pusering Jagat di Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana yang pada kesempatan berbahagia itu langsung di serahkan oleh Staf DPD RI B.65 dan di terima langsung oleh Pelingsir Pura yakni (Mangku Dewa Putu Raka) beserta beberapa pengurus di Yasasan Tamba di Pura Tamba Pusering Jagat. Pada kesempatan yang berbahagia  itupun menurut informasi yang di dapat, bahwa Pura yang sudah berdiri beberapa Tahun yang lalu mdi percaya menjadi Pura yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit medis, maupun itu yang kasat mata ataupun tidak kasat mata, sehingga tidak heran jika setiap harinya Pura Tamba Pusering Jagat yang terletak tidak jauh dari kota Negara itu ramai di datangi oleh pengunjung yang mengalami penyakit yang susah dijelaskan secara akademik. Dan dari informasi yang di dapat Pura tersebut sangat banyak mengandung makna filosofis yang berlandasakan agama Hindu, sehingga yang menjadi salah satu daya tarik yaitu adanya patung Dewa Siwa dan patung Buddha, dimana dengan adanya simbolis itu dipercaya mengembalikan eksestensi kembali ajaran leluhur dahulu yakni Siwa Buddha daripada umat Hindu Bali, khususnya bagi umat Hindu di jembrana maupun negara. Kedepan Pura yang luar biasa itu akan di bangun pelan-pelan dengan dana swadaya masyarakat dan dana punia umat hindu maupun umat lain yang menyisihkan uangnya pada saat tangkil/sembahyang di Pura Tamba Pusering Jagat itu sendiri, dan dalam waktu dekat ini akan di bangun juga Patung Dewi Kwan Im yang di percaya melambangkan kemakmuran dan terciptanya kasih sayang serta kedamaian yang hakiki. Maka kedepan seperti apa yang sering di sampaikan oleh Shri Gusti Wedakarna MWS III Selaku Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali dan Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori yakni selalu menjaga ajaran mapun bangunan yang alami di bangun oleh leluhur tempo dulu, sebab baginya bangunan yang semakin tua tanpa ada perubahan yang di rubah menggunakan alat-alat kontraktor itu secara spiritual akan lebih tersasa taksu ning taksu nya daripada yang di bangun dengan alat-alat kontraktor dimana hanya karena kepengen kelihatan megah dan besar. Ia pun juga puji atas Pura Tamba Pusering jagat, karena menurutnya didalam Pura yang tidak teramat besar itu banyak sekali mengandung makna filosofis Bali, dari beberapa patung yang terdapat di dalamnya, dan ia kagum ada Patung Kanjeng Ratu Segoro Kidul di Pura tersebut. Maka demi menjaga keadaan Pura itu, ia pun saat kunjungan ke Pura menyarankan agar di buatkan Yasasan yang berbadan Hukum, dimana betujuan untuk melindungi keadaan Pura di kemudian Hari, ia pun juga bangga dengan adanya simbol Siwa Buddha di Pura itu, dan saat kunjunga dirinya juga sempat memberikan dana punia kepada pengempon Pura yang berencana membangun Pagar penyengker di kawasan Pura Tamba Pusering Jagat.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *