Categories Nasional

DARURAT IDEOLOGI, SHRI ARYA WEDAKARNA DUKUNG PRESIDEN JOKOWI KELUARKAN “PERPPU”

SINERGI – Senator DPD RI Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Mendampingi Presiden Joko Widodo

SENATOR BALI KECAM SEJUMLAH PARTAI HALANGI UU TERORISME

Pasca tragedi Mako Brimob dan kejadian Bom di Surabaya Jawa Timur beberapa waktu lalu, kini kaum nasionalis Indonesia kembali mendesak parlemen untuk segera mengesahkan RUU Anti Terorisme yang sudah dua tahun tidak ditindaklanjuti oleh parlemen. Keperihatinan atas proses legislasi di DPR RI akhirnya membuat anggota DPD RI asal Bali yakni Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa angkat bicara. Sebagai putra daerah yang mewakili Bali dipusat, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini Presiden RI untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU ( PERPPU ) Anti Terorisme jikalau jalan untuk mengesahkan RUU ditingkatan Parlemen dihalang – halangi oleh sejumlah partai politik. “Selaku wakil rakyat di Senayan, saya kutuk kejadian Mako Bromob Depok dan Pengeboman Gereja di Surabaya dan beberapa wilayah di Jawa Timur. Ini sudah tidak berperikemanusiaan. Disatu sisi, saya melihat gerakan radikal ini ditunggangi oleh kepentingan politik seperti menjatuhkan Presiden Joko Widodo. saya minta Presiden RI tegas untuk membasmi bibit bibit radikalisme disemua ini, termasuk melibatkan peran TNI dalam proses pencegahan sampai pembasmian terorisme. Ingat ketegasan Bung Karno saat membasmi gerakan Darul Islam ( DI TII ) dizaman perjuangan Jokowi, Panglima TNI dan Kapolri. “ungkap Arya Wedakarna. Iapun meminta kepada pemerintah pusat dan partai politik pendukung Jokowi untuk segera satu suara dalam proses pengesahan RUU Terorisme yang diduga dijegal oleh partai oposisi termasuk beberapa partai agama. “Penanganan Terorisme butuh payung hukum, termasuk keterlibatan TNI. Caranya adalah lewat UU atau Perppu. Seharusnya dengan kekuatan koalisi partai pemerintah saat ini yakni PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, dan PPP, bisa saja voting langsung menghadapi partai yang menolak RUU Terorisme dan diatas kertas pasti menang seperti Voting saat RUU Ormas yang berdampak pada pembubaran Hizbuth Tahrir ( HTI ) tempo hari. Saya minta abaikan parpol yang menghalangi legislasi republik ini. Cara kedua adalah dengan pemerintah   mengeluarkan PERPPU, ini cara efektif jika lembaga politik di Senayan tidak bisa diharapkan. Keselamatan akan idiologi Pancasila saat ini sangat penting juga keselamatan warga bangsa menjadi prioritas. Setidaknya dari kamar DPD RI, Presiden Joko Widodo mendapatkan dukungan politik dari saya sebagai salah seorang Senator Utusan Bali. Presiden jangan getar, saya yakin sebagian besar umat Hindu Indonesia dan rakyat Bali ada dibelakang Presiden. “ungkap Arya Wedakarna. Iapun menyetujui sejumlah pasal yang akan dimasukkan dalam RUU atau Perppu. “Saya akan beri masukan resmi bahwa pasal peran TNI harus dimaksimalkan. TNI harus turun gunung, ini sudah darurat, walau peran TNI terbatas, tapi intinya TNI AU, AL, AD harus terlibat. Begitu juga saya ingin ada aturan pasal agar WNI yang menjadi simpatisan atau anggota Islamik State ( ISIS ), gerakan radikal serta alumni Syiria, Irak dan Negara konflik dijazirah Arab itu, agar WNI sontoloyo ini dicabut kewarganegaraan dan paspornya. Tidak usah lagi dipulangkan ( deportasi ) lagi ketanah air. Sudah ada contoh bom Surabaya, para pelakunya diduga adalah alumni Syiria. Termasuk abaikan tekanan HAM bagi para anggota TNI dan Polri yang menangani terorisme. Dan kedepan perlu juga diawasi para ceramah ceramah yang berpotensi memecah belah. Saya sedang siapkan usulan tertulis kepada Presiden RI. Intinya BALI dukung secara politik terhadap Presiden Joko Widodo. Kita kirimkan besok. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Lalu bagaimana dengan Bali saat ini ? “Saya Minta warga Bali terutama Umat Hindu agar buka mata dan buka telinga dan mulai waspada terhadap pendatang. Kita juga waspada lokal boy di Bali yang mungkin terlibat sebagaimana dengan kejadian Bom Bali I dan II. Umat Hindu harus waspada. Karena sel – sel radikalisme di Bali dideteksi sudah ada. Bali potensial menjadi target Bom selanjutnya. Kultur waspada perlu ditanamkan disetiap wilayah Desa di Bali. Sisanya kita berdoa agar Sang Hyang Widhi melindungi Bali Dwipa dan Nusantara. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang alumni IVLP Washington Amerika Serikat Ini. ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *