Categories BudayaNasional

BUNG KARNO BERI TELADAN PENGHORMATAN LELUHUR PADJAJARAN DENGAN LUKISAN DI ISTANA

BUKA PAMERAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Enong Ismail, Desak Karna dan Pelukis Karma Weda di Istana Mancawarna Tampaksiring

PAMERAN LUKISAN KANJENG RATU LAUT KIDUL KARYA GELGEL K WEDHA

Lebih dari dua ratus undangan khusus hadir di Istana Mancawarna Tampaksiring, Gianyar Bali memenuhi undangan The Sukarno Center yang mengadakan pameran tunggal dengan tema “Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan “ karya seniman asal Buleleng yakni Made Gelgel Karma Wedha. Ada 11 lukisan dengan ukuran kecil hingga raksasa dipajang di Koridor Istana Mancawarna yang menarik perhatian pecinta seni ditanah air. Acara Pameran Lukisan dibuka oleh President The Sukarno Center yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang didampingi oleh Enong Ismail ( Ketua Dewan  Kurator TSC ), Desak Karna ( Putri Angkat Bung Karno ) dan Made Mustika ( Staf Khusus Senator DPD RI B65 Wil Kab.  Gianyar ). Dalam sambutannya, Arya Wedakarna ( AWK ) menyatakan bahwa figur Kanjeng Ratu Pantai Selatan adalah figur suci dan termasuk leluhur bagi umat Hindu Indonesia karena dihubungkan dengan Kerajaan Padjajaran di Jawa Barat. “Umat Hindu harus  tahu perbedaan antara Kanjeng Ratu Pantai Selatan yang Ratu penguasa dengan Nyi Roro Kidul yang mahapatih Kerajaan Gaib Pantai Selatan dan juga keberadaan Nyi Blorong yang dipercaya sebagai rencang agung dari beliau. Jadi jangan sampai salah kaprah. Dan inilah yang membuat masyarakat Bali dekat dengan figur Kanjeng Ratu karena sebagian umat melambangkan beliau sebagai kekuatan Durga. Apapun itu, saya senang karena ini menghormati leluhur.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyampaikan bahwa saat ini lukisan Kanjeng Ratu Pantai Selatan sejak zaman Bung Karno hingga kini masih terpajang di Istana Kepresiden RI sebagai wujud kecintaan Bung Karno terhadap budaya Nusantara. “Di Jawa Barat, Bung Karno mendirikan pesanggrahan di Pelabuhan Ratu Sukabumi, di Yogyakarta para Raja Raja Mataram menghormati Kanjeng Ratu di Parangkusumo dan Parangtritis, sedangkan di Bali, Kanjeng Ratu Pantai Selatan dipercaya berstana di Tanah Lot Tabanan termasuk di Pantai Sanur, di Padang Galak dan juga di Pura Segara Rupek Jembrana. Semua itu sah sah saja, karena umat Hindu selalu menghargai leluhur. Jika dulu Bali agak awam dengan Padjajaran, semoga melalui hal ini, Bali menjadi lebih dekat dengan Padjajaran dan pengaruh Prabu Siliwangi. ”ungkap Gusti Wedakarna. Terhadap hasil karya Made Gelgel Karma Wedha, ia merasa bangga bahwa hasil karya dari seniman ini begitu memiliki taksu yang hebat. “Tidak sembarang seniman bisa melukis wajah beliau. Dan begitu juga sangat sulit bisa memamerkan lukisan di The Sukarno Center. Standar dari kurator sangat jelas, dan tentu kredensial (profile ) seniman yang berpameran disini akan sangat dipertimbangkan dunia karena nama besar Bung Karno. Beliau tentu bukan Tuhan, bukan pula Dewa ( DIV ), tapi Kanjeng Ratu adalah leluhur Nusantara yang menginspirasi banyak pemimpin bangsa termasuk Bung Karno. Saya senang, kini diseluruh Bali dibangun pelinggih Kanjeng  Ratu sebagai wujud bangkitnya janji Sabdo Palon Nayogenggong. Saya percaya, jika kekuatan budaya Padjajaran, Mataram, Majapahit dan Bali bersatu, maka waskita Nusantara akan bangkit kembali. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Senator DPD RI asal Bali ini. Pameran Lukisan Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan ini berlangsung untuk menyambut BULAN BUNG KARNO dan diadakan hingga 30 Juni 2018 di Istana Mancawarna Tampaksiring, Jl Dr Ir Sukarno Tampaksiring Gianyar, dari pukul 10.00 – 18.00 WITA dan terbuka untuk umum.  ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *