Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA TEGASKAN KERAMAHAN DAN TATA KRAMA JADI PRIORITAS STAF BANDARA  

RDP  -Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama I Wayan Sutawijaya  ( Vice Presiden PT AP 1 ), Sigit Herdiyanto ( Co Manager Airport Ngurah Rai ) di Kantor DPD RI di Bali

SENATOR DUKUNG PENDIDIKAN MINIMAL D3 UNTUK AVSEC AIRPORT

Teguran keras disampaikan oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kepada sejumlah oknum satpam bandara (aviation security / avsec) yang dianggap melakukan tindakan indispliner termasuk sejumlah komentar oknum avsec dimedia sosial yang dianggap merugikan citra airport sebagai badan pelayanan publik berbadan hukum BUMN. Hal ini ditegaskan oleh Senator Arya Wedakarna ( AWK ) saat melakukan RDP dengan manajemen PT Angkasa Pura 1 dan juga PT Angkasa Pura Support sebagai perusahaan yang menangani perekrutan avsec. Tampak hadir I Wayan Sutawijaya ( Vice President PT AP 1 Pusat ), Sigit Herdiyanto ( Co GM Airport Ngurah Rai) , I Gede Jendra  ( Disnaker Prov Bali ), I Made Gunartha  ( Dinasker Kab Badung ) dan staf bidang hukum DPD B65. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna mengingatkan bahwa tata krama dan juga keramahan staf airport adalah mutlak diperusahaan jasa apalagi yang beroperasi di Bali sebagai destinasi pariwisata, walau SOP terkait pengamanan standar internasional penting untuk dijaga. “Harus dibedakan mana berwibawa dan simpati dengan mana yang arogan dan jutek. Selain itu perlu ada tatakrama yang baik dalam menyambut siapapun konsumen ( user ) yang datang. Jangan diskriminasi antara penumpang domestik dan penumpang bule. Ada UU terkait BUMN, ada UU terkait Tenaga Kerja dan juga aturan perlindungan konsumen. Saya minta manajemen untuk memperbaiki hal ini. Ada pendidikan karakter yang kurang disini. Orang Bali itu ramah, tidak perlu diajari juga sudah paham. Jangan kami yang orang Bali yang menyesuaikan dengan adat luar, tapi siapapun yang kerja di Bali harus menyesuaikan dengan adat istiadat kami, ada Perda No. 2 Tahun 2012 Tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Saya ingatkan pada manajemen untuk berhati hati agar tidak muncul gugatan hukum dari konsumen.  “ungkap Senator Wedakarna. “Selama ini komunikasi saya dengan Bapak Yanus Suprayogi ( GM Airport Ngurah Rai ) sangat baik. Beliau itu responsive sekali. Makanya saya dukung perluasan lapangan parkir airport hingga 60 are dan juga pembangunan Double Runway segera. Saya berharap dengan kejadian ini semua pihak harus mulat sarira, instropeksi diri dan komitmen meningkatkan pelayanan termasuk juga hak hak pekerja. Termasuk saya dukung usulan biaya lisensi yang selama dibebankan pada avsec dihilangkan dan dibebankan keperusahaan saja. Ini solusi untuk tingkatkan kesejahteraan karyawan. Nanti saya kirimkan datanya ke Menteri BUMN dan AP Pusat. “ungkap Gusti Wedakarna. Menanggapi usulan dari Vice President AP 1 terkait pendidikan minimal Avsec pihaknya menyatakan setuju. “Saya kira untuk airport sekelas Ngurah Rai sudah perlu SDM minimal Diploma 3 atau S1. Karena menjadi satpam bukan hanya urusan memeriksa barang penumpang dan menjaga keamanan airport, tapi juga urusan manajemen yang butuh wawasan luas. Bahaya juga jika pendidikan anak – anak ini hanya SMA/SMK plus sekolah kursus yang kualitasnya begitu. Kita akan konkritkan di Jakarta. Tapi tetap saya minta jatah anak muda Bali menjadi mayoritas bisa bekerja di Airport. “ungkap Senator Arya Wedakarna. Diakhir acara, tim hukum DPD B65 menyampaikan pandangan terkait tindakan sejumlah oknum avsec airport yang dinilai menyampaikan pendapat yang tidak patut dimedia sosial, hal ini berpotensi memunculkan gugatan sesuai UU ITE serta pencemaran nama baik sesuai UU Hukum Pidana. “Saya minta  manajemen airport agar memasukkan wawasan hukum dalam SOP termasuk saat  perekrutan staf. Tugas sebagai avsec itu melekat, walau sikaryawan menyampaikan pendapat diluar jam kantor. Apalagi jika sudah terekam dimedsos. Mohon juga nama baik BUMN, bantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan revolusi mental dan saya tidak ingin hal ini terulang kembali. “ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga alumni Transportasi Udara dari Trisakti Jakarta ini. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *