Categories BudayaHinduSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA MAHASISWA LAPORKAN JIKA ADA DOSEN BERALIRAN RADIKAL

RDP  -Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Sita Wedastiti ( Yayasan Teruna Teruni Bali  ) dan Peserta Seleksi PPK Ajeg Bali 2018 di Kantor DPD RI

SENATOR DUKUNG PEMILIHAN PUTRA PUTRI KAMPUS AJEG BALI KE-14

Kejadian penangkapan sejumlah dosen dibeberapa perguruan tinggi di  Sumatera dan Jawa oleh pihak Polri terkait dengan aliran radikalisme didukung oleh Senator DPD RI utusan Bali,  Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Ia pun mendukung langkah dari Kementrian Ristekdikti RI untuk membersihkan SDM baik staf kampus dan dosen serta pejabat kampus dari pengaruh radikalisme yang kini sudah masuk keperguruan  tinggi. Ia pun berharap bahwa Bali dapat meminimalisir gerakan radikalisme khususnya dikampus – kampus. Demikian diungkap oleh Senator AWK usai memberi pembekalan pada peserta Putra Putri Kampus Ajeg Bali Ke-XIV tahun 2018 di Kantor DPD RI Bali. Tampak hadir IGA Sita Wedastiti ( Yayasan Teruna Teruni Bali / Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPD PDI Perjuangan Prov. Bali ), I Gede Anom Prawira Suta, ST ( KNPI Bali ), I Nyoman Tajem ( Dinas Pendidikan Provinsi Bali ).  “Pada tahun 2017, sekitar 4000 Rektor dari PTS / PNS Se-Indonesia berkumpul bersama Presiden RI Joko Widodo di Nusa Dua untuk mendeklarasikan Gerakan Perguruan Tinggi Anti Radikalisme. Saya dukung dan kini kita tingkatkan kelembaga mahasiswa, baik BEM, DPM, HMJ maupun UKM. Apalagi menurut informasi intelijen bahwa ada oknum sejumlah kampus di Bali yang terindikasi beraliran radikal. Saya kira Kopertis, Forum Rektor dan APTISI harus terus memberikan warning ini. Jangan sampai di Bali ada Rektor, Dosen  dan pengurus lembaga mahasiswa yang menjadi simpatisan ISIS,  HTI atau fundamentalis. Kita harus bantu negara untuk memberangus aliran radikal. Saya juga mendukung agar ceramah ceramah yang mendukung terorisme diawasi dan diproses hukum. Kita harap diakomodir di RUU Anti Terorisme atau Perppu yang akan dikeluarkan Presiden pada Juni nanti.  ”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta kepada masyarakat kampus, para mahasiswa dan orang tua mahasiswa agar memeriksa dulu track record dari perguruan tinggi sebelum memilih kampus sekaligus melaporkan kepada aparat keamanan jika ada Dosen yang beraliran radikal, minimal dari pendapat pendapatnya dimedia sosial. “Jika ditemukan ada dosen yang diduga menjadi simpatisan ISIS, HTI dan gerakan radikal, agar segera diproses dan dilaporkan. Kita harus contoh ketegasan Rektor Rektor diluar Bali. Yang di Bali jangan kalah, dan harus berani melawan hal seperti ini. Ini yang akan terus kita sinergikan. “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Sekretaris APTISI Wilayah Bali ini. Lainnya ia berharap agar masyarakat Bali juga selalu dibekali wawasan terkait dengan perguruan tinggi, mengingat saat ini banyak terjadi penipuan dari lembaga kursus yang mengaku aku sebagai perguruan tinggi. “Masyarakat harus paham apa bedanya perguruan  tinggi dengan lembaga kursus. PT melahirkan ijazah, sedangkan lembaga kursus melahirkan sertifikat. Jadi kompetensinya beda. Jangan sampai anak kita disekolahkan dilembaga kursus, biaya mahal tapi malah merugikan orang tua dan si anak. Ini tugas Putra Putri Kampus untuk menyadarkan semua pihak. Semoga misi Bali Intelektual 2020 dan Bali The Island Of Science berhasil. “ungkap Gusti Wedakarna. Adapun sejumlah PT tinggi yang lolos dalam Putra Putri Kampus Ajeg Bali yakni Universitas Mahendradatta, Universitas Ngurah Rai, Unud, Undiksha, UNHI, STD, Stikes Wira Medika, STIMI Handayani, IKIP PGRI, STIMIK STIKOM, IKK Persada, Atro Bali, Stikes Panca Atmajaya, STP Bali, PNB, DBI.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *