Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA DUKUNG PENUH KEBERADAAN “BPIP” BENTUKAN PRESIDEN JOKOWI

Nasionalis – Senator RI Arya Wedakarna Usai Menjadi Pembicara Utama Diacara Purna Paskibraka Indonesia ( PPI ) Karangasem di Dampingi Legiun Veteran RI di Amlapura

THE SUKARNO CENTER GELAR BULAN BUNG KARNO DISEJUMLAH PROVINSI

Lembaga internasional founding father yang berkedudukan di Tampaksiring yakni  The Sukarno Center akhirnya menyatakan sikapnya terkait dengan polemik keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP ) yang dipimpin oleh sejumlah tokoh, diantaranya Megawati Sukarno Putri, Try Sutrisno, Prof Mahfud MD, Wisnu Bawa Tenaya dan lainnya. Dalam pernyataan sikapnya, pimpinan The Sukarno Center, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menyampaikan bahwa The Sukarno Center mendukung keberadaan BPIP yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Perpres No 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pacasila. “Saya kecam pihak – pihak yang mempertanyakan badan yang justru membela Pancasila. Anda boleh saja tidak suka dengan figur A atau B, tapi kalau sudah bicara tentang Pancasila, seharusnya semua bersatu. Saya juga sayangkan pernyataan sejumlah kelompok yang mempertanyakan tentang gaji para pemimpin di BPIP, kok seakan  kelompok ini tidak ada tata krama ya terhadap para sesepuh, purnawirawan, tokoh agama yang ada disana. Ini dalam ajaran Bung Karno dinamakan sebagai kaum Sontoloyo. Saya minta BPIP jalan terus, minta kepada Ibu Megawati Sukarno untuk bersabar dan Presiden Joko Widodo tetap melanjutkan BPIP. Uang 100 juta itu tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan para tokoh – tokoh itu terhadap bangsa. Kita ini bisa apa dibanding mereka. Saya tidak mau bangsa ini menjadi tulah, orang baik  kok dimusuhi. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mendukung keberadaan BPIP yang dinilai sangat membantu pemerintah dalam memerangi ideologi radikal. “The Sukarno Center yang didirikan Ibu Sukmawati Sukarno Putri sangat  berkepentingan agar radikalisme di Indonesia, dan saya melihat bahwa gerakan radikal ini sudah semakin menjadi jadi, tidak saja dalam wujud Bom yang merenggut jiwa, tapi juga efek paparan ideologi kepada anak anak bangsa terutama dengan pengaruh media sosial. Maka dari itu lembaga BPIP ini sangat diperlukan dan justru tokoh tokoh sepuh harus dijaga dengan baik, logikanya sampai kapan sih kita bisa punya beliau beliau. Tugas BPIP yang terberat sebenarnya menyiapkan kader kader bangsa yang bisa diandalkan untuk menjaga Pancasila dimasa depan. Ini yang lebih kita khawatirkan. ”ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait dengan Bulan Bung Karno 2018, pihak The Sukarno Center menyiapkan sejumlah acara Bulan Bung Karno  disejumlah provinsi diantaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Di Yogyakarta, Banten serta Bali sebagai tuan rumah. “Kami meminta seluruh kader kader Marhaenis dan Sukarnois disetiap wilayah di Bali untuk dapat menyelenggarakan kegiatan Bulan Bung Karno. Jangan sampai ajaran – ajaran Bung Karno redup, hilang dan musnah. Kita patut waspada karena neo Orde Baru mencoba lagi hidup ditahun 2019, kita harus siaga. Ini bukan tugas mudah, khususnya bagi kader – kader PNI dan Sukarnois Indonesia. Saatnya Front Marhaenis bersatu. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo 2 Periode dari Front Marhaenisme.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *