Categories HinduSatyagraha

SEJUMLAH PENGUSAHA KULINER HINDU TERIMA SERTIFIKAT SUKLA

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Penerima Sertifikat Sukla di Warung Sukla Ikan Mujair Nyat Nyat Holy Fish Jl. By Pass Mantra Denpasar

GUSTI WEDAKARNA APRESIASI MILITANSI UMAT HINDU MENINGKAT

Gerakan Satyagraha Sukla yang merupakan siasat orang Bali untuk menghadapi UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal kembali menggelora dikalagan pengusaha muda Bali. Kini hampir setiap hari, pengusaha kuliner baik skala besar, menengah dan kecil antre untuk mendapatkan sertifikat SUKLA yang merupakan bagian dari gerakan moral dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan terutama warga adat Bali. Ini disampaikan oleh Widia Adnyana (Ketua Umum Gerakan Satyagraha Sukla) disela – sela mendampingi Senator RI asal Bali Dr. Arya Wedakarna di acara penyerahan Sertifikat Sukla pada puluhan pengusaha Hindu di Restoran Sukla ( Special Mujair Nyat Nyat / Holy Fish ) di Jl. By Pass IB Mantra Denpasar. “ Kini orang Bali yang merupakan mayoritas Hindu sudah mulai sadar bahwa makan ditempat yang suci itu merupakan gaya hidup. Apa yang selama ini dihidangkan oleh mereka kaum pendatang ( dauh tukad ) walau terlihat bersih, tapi belum tentu suci. Ini dikarenakan ada sejumlah syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh non-Hindu seperti kewajiban melakukan ngejot saiban, kebiasaan memerciki tirta Melanting diwarung dan restoran dan juga standar kesucian menurut agama Hindu. Saya rasa ini yang harus terus diinformasikan. Kita senang, keluarga – keluarga Hindu sudah mulai sadar dan grafiknya menyenangkan. Apalagi sebagian besar penduduk di Bali yang mayoritas Hindu adalah segmen besar.”ungkap Widia Adnyana pengusaha pabrik air mineral ini. Hal senada juga disampaikan oleh Senator RI Dr. Arya Wedakarna yang menyampaikan bahwa seyogyanya pemerintah di Bali memberikan perlindungan kepada para pengusaha Bali yakni dengan mempermudah regulasi, memudahkan syarat KUR dan juga memberdayakan pengusaha Bali. “Gerakan Satyagraha ini sederhana saja, yakni cinta dan sayang terhadap sesama orang Bali. Karena budaya Bali yang adiluhung ini hanya bisa dijaga oleh warga Bali yang beragama Hindu karena ini menyangkut parahyangan. Dan dengan potensi di 1488 desa adat kita akan bisa menggerakkan militansi anak – anak muda Hindu. Tidak ada jalan lain selain lewat ekonomi. Konsep SUKLA sendiri sudah diresmikan oleh ( Swargi ) Ida Pedanda Gede Sebali Tianyar Arimbawa pada 2015 di Candi Prambanan dan itu akan terus kita sebarkan sesuai dengan amanat beliau. Nanti pertengahan tahun kita akan luncurkan data base pengusaha Bali secara manual dan online. Saya dukung kawan – kawan di Sukla Satyagraha.”ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *