Categories BudayaSatyagraha

SENATOR RI SIAGA BANTU SERTIFIKASI ORGANIK UNTUK PETANI PEGUYANGAN

SATYAGRAHA- Dr. Arya Wedakarna (Anggota DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali) Bersama Petani Modern Asal Denpasar, Pegawai Warung Makan D’BOA Usai Menerima Aspirasi Petani 

MENERIMA KRAMA SUBAK DI RUMAH MAKAN D’BOA PEGUYANGAN DENPASAR UTARA 

SENATOR – DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (MTru), M.Si yang membidangi bidang Budaya dan Kesra menerima petani asal Denpasar dirumah makan D’Boa Peguyangan Denpasar Utara, ia pun menyambut baik para petani-petani modern yang terfokus dari pada petani padi itu, saat bertemu dirinya disalah satu rumah makan, sosok karismatik itupun berdiskusi langsung dengan beberapa petani asal Denpasar untuk membicarakan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh petani untuk kedepannya, ia pun menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami petani dibeberapa daerah di Bali, maka pada kesempatan berbahagia itu bersama petani-petani asal Denpasar menyarankan untuk selalu solid menjaga warisan Budaya Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO, karena sistem pengairan pertanian Bali yakni subak sudah dikenal bukan saja di Indonesia tetapi langsung oleh Dunia. Maka ia pun memberikan masukan-masukan kepada petani yang berasal dari Denpasar itu untuk menyiapkan diri dari sekarang, sebab kedepan demi menjaga keseimbangan sistem pertanian di Bali. Ia pun juga menyampaikan bahwa sejauh ini hasil padi yang dihasilkan dari Bali memiliki kualitas yang sangat baik dan  itu diakui oleh saudara-saudaranya yang ada di daerah-daerah luar Bali, dimana hal itu langsung ia dengar saat rapat-rapat di Jakarta dengan rekan parlemennya. Maka ia mengajak petani-petani Bali kedepan tetap konsisten menjaga kualitas yang dihasilkan oleh petani Bali, karena ia meyakini kalau hasil padi yang dihasilkan oleh petani Bali pasti menjadi kualitas super dikarenakan petani Bali tetap melaksanakan upacara suci sebelum bercocok tanam dan bahkan sesudah bercocok tanah, dan itu sesuai dengan ajaran agama Hindu yakni Tri Hita Karana. “Saya mendukung program petani Bali yang sudah berpikir visioner, dan Saya berupaya akan membantu proses sertifikasi organik produk yang disampaikan kepada Saya, dan akan dipanen Bulan Oktober mendatang”. Ungkapnya Saat bertemu dengan petani-petani modern Denpasar. Ia pun tetap meminta para petani untuk menghindari alih fungsi tanah-tanah pertanian dengan alasan apapun, sebab kalau sudah terjual maka subak yang ada akan secepat mungkin di rubah menjadi bangunan beton oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kalau hal ini terjadi jangan salahkan kalau nantinya di Denpasar sewaktu-waktu dapat tertimpa banjir dikarenakan tidak ada serapan air saat musim hujan. Dan ia juga sampaikan kedepan antara pemerintah kabupaten/kota dan juga provinsi bahkan petani untuk selalu bersinergi agar terjaga stabilitas perekonomian Bali yang seimbang.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *