Categories HinduSatyagraha

WEDAKARNA MINTA KEDINASAN DAN TIM PKK DI BALI BERDAYAKAN PEDAGANG “SUKLA

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Istri Wabup Jembrana, Ketua PHDI, Kepala Sekolah TK, dan Yayasan Peradah di Jembrana

PUSAT SIAPKAN JEMBRANA MILIKI SEKOLAH BERBASIS HINDU

Kabupaten Jembrana kerap disorot oleh sebagian kalangan di Bali akibat minimnya fasilitas pendidikan Hindu jika dibanding dengan kabupaten lainnya, hal ini juga turut menjadi perhatian Senator DPD RI asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputr Suyasa III saat berkunjung ke TK Canang Sari yang didirikan oleh Yayasan Peradah. Disambut oleh Ny. Ni Nyoman Ani Setiawarini ( Istri Wakil Bupati Jembrana ), I Komang Arsana ( Ketua PHDI Jembrana ), Ni Made Dwi Purnawati ( Kepala PAUD TK Canang Sari ) dan pengurus Peradah Jembrana, Senator Wedakarna memberikan dukungan akan pendirian sekolah Hindu dibumi makepung dengan sejumlah alasan. “Saya kira wajar jika banyak pihak mengkritik pembangunan di Jembrana akibat mungkin dianggap kurang pro terhadap budaya Hindu. Saya akui simbol – simbol pembangunan Hindu agak lambat dibanding kabupaten lain terutama bidang pendidikan Hindu, padahal Jembrana adalah pintu gerbangnya Bali dan perlu SDM yang militan terhadap ajaran Sanathana Dharma. Jangan sampai sekolah umat lain berkembang pesat, tapi sekolah Hindu tertinggal. Ini PR bagi pemimpin Jembrana jika ingin serius menjaga kebudayaan Bali. Ini juga perlu didorong oleh pusat walau inisiatif Pemkab Jembrana juga sangat diperlukan. “ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, ia juga mendapatkan banyak masukan terkait dengan minimnya usaha ekonomi kreatif bernuansa Bali khususnya bidang kuliner di Jembrana, hal ini disebabkan akibat banyaknya pemimpin birokrasi dikedinasan Jembrana belum paham akan pentingnya kedaulatan ekonomi umat Hindu. “Banyak yang mengatakan bahwa situasi Jembrana bukan seperti Bali lagi. Salah satunya betapa susahnya mencari ajengan dan kuliner yang suci ( SUKLA). Pusat  katering, pasar didesa – desa dikuasai oleh pengusaha non-Bali. Dan ini diperparah dengan sikap birokat di Jembrana yang suka mengalah dalam urusan kepanitiaan terkait konsumsi. Ini masalah kecil yang saya dengar aspirasinya. Dan mulai sekarang, ngiring cintai kuliner Bali, biasakan memberdayakan warung – warung Hindu agar diprioritaskan dalam program pengadaan jasa makanan di kantor – kantor pemerintah, kecamatan, desa, sekolah dan ini juga perlu dukungan TIM PKK. Saya minta segera dilaksanakan, agar ajengan Bali, kuliner Jembrana ,masakan bernuansa babi kembali dihidupkan demi kaum marhaen khususnya petani peternak babi. Ngiring makan ajengan Sukla. “ungkap Senator Wedakarna. Terkait dengan hal itu, ia mendukung agar di Jembrana ada semacam festival kuliner makanan khas Jembrana yang bernuansa sukla termasuk memberikan space pada pedagang Hindu dan pedagang Bali untuk mendapatkan jatah dipasar pasar senggol atau pasar malam. “Saya minta Pemkab Jembrana tiru Pemkab Gianyar. Lihat di Gianyar, pemerintah melindungi pedagang Bali. Ini baru hebat. Jangan seperti sekarang, lewat jam enam sore, sulit mencari pedagang Bali dan ini menjadi keluhan banyak rakyat Jembrana ke saya.”ungkap Gusti Wedakarna (humas )

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *