Categories Nasional

REVITALISASI SEKTOR PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DORONG TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI BALI

AUDENSI – Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Kelompok Tani Uma Wani di Istana Mancawarna Tampaksiring

TERIMA AUDIENSI KELOMPOK TANI UMA WANI DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING GIANYAR

Mendukung revitalisasi sektor unggul pertanian melalui re-strategi pengolahan siklus pertanian petani lokal dalam rangka mendorong peningkatan daya saing dan daya jual produk sebagai komoditas unggul pangsa pasar internasional, hal inilah yang disampaikan Senator Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Bidang Kesra Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menerima audiensi Kelompok Tani Uma Wani asal Kelurahan Peguyangan  Denpasar Utara di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar Bali. Turut hadir pada pertemuan tersebut diantaranya, A.A. Pramarthana, A.A Ngurah Agung, I Gusti Agung Pt Gd Sanjaya, I Nyoman Astina, I Wayan Dana, I Made Subawa, Meda Suardana. Melalui A.A Ngurah Agung yang merupakan ketua kelompok tani, mengatakan bahwa saat ini kelompoknya tengah berinisiasi mengubah sistim pertanian non organik menjadi organik. Menurutnya sistim pengolahan lahan pertanian organik, selain berdampak baik bagi kesehatan, tentunya konsep organik ini lebih memproteksi kondisi ekosistem persawahan dan mikroorganisme tanah serta produk hasil panen yang dihasilkan juga memiliki potensi peningkatan pendapatan ekonomi yang lebih menguntungkan bagi petani. Akan tetapi yang menjadi kendala bagi kelompok saat ini yakni tentang sejumlah sarana pengembangan konsep tersebut yang masih belum didapat seperti halnya pelatihan penanaman organik bagi para anggota Kelompok Tani Uma Wani dan sertifikasi organik produk.” Ungkap A.A Ngurah Agung. Menanggapi hal tersebut, Gusti Wedakarna memberikan apresiasi atas inisiasi yang disampaikan kelompok tani. Menurutnya, “ Saat ini pertumbuhan pasar produk organik di Indonesia cukup berkembang  pesat dan ditandai dengan banyaknya petani konvensional kita yang mulai beralih dengan menggarap sistim pertanian yang berbasis pada pertanian organik. Dan apabila dilihat dari konten produk yang dihasilkan petani lokal kita di Bali, saya menilai kualitas produk beras kita tidaklah kalah baiknya dengan kualitas beras import yang saat ini merajai pasar perdagangan bebas saat ini. Akan tetapi, terlepas dari berbagai keberhasilan dan pencapaian yang diraih para petani organik. Hasil dan mutu tidak hanya cukup dijadikan sebagai parameter utama menjamin keberhasilan produk kita bersaing dipasaran. Apabila kita lihat dari kacamata perdagangan global, yang mana seperti yang kita ketahui perilaku konsumen dipangsa pasar kini mulai bergeser dengan keinginan para konsumen yang dominan mencari dan mengkonsumsi produk beras dengan kualitas premium. Tentunya ditengah persaingan pasar perdagangan bebas saat ini maka diperlukan sertifikasi oleh lembaga sertifikasi pertanian organik, yang mana selain sebagai salah satu alat yang bertujuan mempertahankan dan mengintegrasikan kualitas produk sebagai parameter yang jelas mulai dari pra budidaya, budidaya, panen dan pasca panen, tentu sertifikasi juga merupakan bagian strategi marketing yang harus kita miliki agar produk dapat meyakinkan pasar. Selain itu, apabila kita kaitkan dengan rencana strategis pembangunan ekonomi nasional yang digagas pemerintah pusat dengan mengeluarkan opsi zonasi pariwisata sebagai lumbung devisa Negara, maka secara tidak langsung permintaan disetiap daerah zonasi tersebut juga akan semakin meningkat dan hal ini merupakan peluang bagi Bali untuk ikut berkompetisi dan merebut pangsa pasar.” Ungkap Gusti Wedakarna yang juga merupakan President The Sukarno Center Bali. Sementara itu, menanggapi beberapa kendala yang dihadapi kelompok, sebagai seorang Senator RI yang mewakili Bali dikursi Parlemen Senayan,-Jakarta,  dirinya akan mendukung dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, tentang bagaimana keikutsertaan pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam mengakomodir kebutuhan para petani lokal kita di Bali dan melakukan pengembangan produk organik yang kita miliki . Sehingga Bali sebagai salah satu lumbung padi terbaik di Indonesia, tentunya dapat berpeluang untuk secara keseluruhan komoditas beras organik ekspor memiliki daya saing dan memasarkan produk yang kita baik nasional maupun internasional.” Pungkasnya

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *