Categories Satyagraha

SENATOR WEDAKARNA SESALKAN PIDATO RATU ELIZABETH TERKAIT BOM BALI TIDAK TERSIAR MAKSIMAL

TEMU TOKOH – Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam Acara Temu Tokoh Nasional serta Peluncuran Buku Gerakan Sukla Satyagraha bersama  Dr Tri Handoko ( Ketua Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia / ICHI ), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono ( Mabes Polri )  dan Ketua KMHDI, Ketua Peradah Jakarta di MPR Senayan Jakarta

GANDENG PERADAH, KMHDI, DAN MABES POLRI BAHAS TEMA RADIKALISME DAN TERORISME

Pengurus KMHDI dan Peradah Prov DKI Jakarta dengan fasilitasi DPD RI, akhirnya menggelar acara Temu Tokoh Nasional di Ruang GBHN di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III  ( Senator DPD RI asal Bali ), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono ( Mabes Polri ) dan Dr Tri Handoko ( Ketua Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia / ICHI ). Dalam acara yang dihadiri oleh generasi muda lintas agama di Jakarta ini, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) memberikan pandangan bahwa generasi muda bangsa harus bersyukur bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah  lahir 3 produk hukum yang bisa menjaga minoritas dari kepunahan yakni Keppres No.24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Perppu terkait pembubaran ormas radikal yang sudah disetujui menjadi UU No.16/2017 tentang Penetapan Perppu Ormas menjadi UU dan UU Baru tentang anti terorisme  pengganti UU NO.15/2013.   “Ini baru langkah awal perlawanan Negara terhadap radikalisme dan semua komponen bangsa harus bekerjasama dalam pemberantasan bibit bibit radikalisme. Saya sepakat bahwa radikalisme dan terorisme memang tidak ada kaitannya dengan agama apapun, tapi jika si teroris ini beragama dan memiliki KTP dengan agama tertentu itu adalah fakta. Jadi tugas kita sekarang bagaimana menghabiskan gerakan radikalisme berkedok agama yang memiliki cita cita mendirikan Negara agama dan mengganti Pancasila sebagai ideology Negara. Ini tugas kita bersama karena NKRI menjadi taruhannya. “ungkap Arya Wedakarna, Ia juga menyesalkan bahwa dari berbagai hasil survey, ditemukan fakta bahwa semakin banyak anak muda Indonesia khususnya kalangan kampus yang mendukung gerakan radikalisme, ini dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah kasus yang melibatkan dosen dan guru besar. “Tempo hari Menteri Riset dan Teknologi RI sudah memecat Dekan, Dosen yang diduga terlibat simpatisan HTI. Ini bagus, agar mahasiswa Indonesia tidak terpapar gerakan radikalisme. Sekarang kita fokus mendorong kampus kampus di Indonesia agar memerika organisasi organisasi kampus yang diduga memiliki jaringan ekstrimis. Sudah ada payung hukum UU Anti Terorisme, dan silahkan saja pakai itu. Jadi menurut saya, kalau mau dibersihkan hingga keakar akarnya, maka mulailah dari dunia kampus. Kita harus hindari kebangkitan NEO Darul Islam / Tentara Islam Indonesia ( DI/TII )  “ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait dengan peran umat Hindu untuk bisa membantu menghancurkan gerakan radikalisme, menurut Senator termuda asal Bali ini, bahwa sesungguhnya militansi umat Hindu Indonesia terhadap NKRI sudah dibuktikan dengan perjalanan sejarah bangsa. “Saya beri semangat pada mahasiswa Hindu Indonesia, bahwa oleh  Bung Karno dan pendiri bangsa, agama Hindu sudah diberikan banyak peran dalam berkontribusi dalam hal nilai nilai kebangsaan. Lihat saja sesanti Bhinneka Tunggal Ika adalah kalimat suci sloka Weda yang diambil dari Arjuna Wiwaha yang bagian dari Itihasa Mahabarata. Dari sana saja sudah tuntas sebenarnya, dan belum lagi kehebatan orang Bali saat di Bom selama dua kali oleh teroris pada 2002 dan 2005, saat itu umat Hindu menunjukkan kedewasaannya dalam berbangsa. Ini dicatat dunia, termasuk jika kita dengar pidato Ratu Inggris Elizabeth II saat menerima Presiden RI pada 31 Oktobebr 2012 di Istana Buckchingam Palace di London, beliau berpidato dan menyampaikan simpati atas kejadian Bom Bali. Tapi anehnya berita simpati Ratu Inggris terhadap Bali tidak teserbar merata di Indonesia bahkan saya curiga disembunyikan oleh penguasa saat ini. Jadi peran Bali dalam urusan melawan radikalisme dan terorisme ini sudah menjadi darah daging setiap manusia Hindu Bali dan pasti menjadi sorotan dunia. Ngiring kita Bantu Indonesia agar bebas dari gerakan radikalisme hingga keakar akarnya. “ungkap Shri Arya Wedakarna ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *