Categories BudayaHinduInternasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA BALI MENJADI PELAKSANA TERBAIK UU NO.5/2017 TENTANG PEMAJUAN KEBUDAYAAN 

APRESIASI -Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Mr. Manohar Puri Director Swami Vivekananda ICCR di Art Center

SENATOR SAKSIKAN “SHIVA BALET” INDIAN CULTURAL CENTER  DI ART CENTER

Disela sela menghadiri undangan acara Shiva Ballet yang diadakan oleh Swami Vivekananda India Cultural Center ( ICCR ) diarena Pesta Kesenian Bali ( PKB ) di Taman Budaya, Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyempatkan diri menyambangi sejumlah pusat kerajinan dan ekonomi kreatif yang diperdagangkan oleh UMKM. Dalam kesempatan Senator Arya Wedakarna ( AWK ) dengan telaten meladeni sejumlah aspirasi masyarakat khususnya dari kalangan pengusaha muda dan seniman yang intinya memberikan masukan agar PKB benar benar menjadi ajang promosi pengusaha tradisional Bali. “Selama 10 tahun terakhir, memang belum banyak perubahan berarti dari PKB.  Masih cukup monoton dari rangkaian acara serta dari pandangan saya PKB belum berhasil melahirkan maestro disemua bidang seni. Ini perlu dipikiran konsep baru agar benar benar tujuan PKB selain mengangkat potensi seniman dari 9 Kabupaten/ Kota, juga melahirkan maestro – maestro Bali. Dari sisi peminat PKB khususnya yang wisatawan yang menyaksikan, jumlah wisatawan internasional sangat tidak seimbang dengan wisatawan domestik. Artinya dimata turis asing, mungkin PKB belum menarik dan tidak menjadi agenda prioritas wisatawan. Seharusnya menginjak usianya ke – 40, PKB harusnya sudah menjadi festival dengan cita rasa internasional. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Begitu juga dengan aspirasi terkait dengan masih sulitnya para pelaku UMKM pemula untuk ikut berpameran di PKB, Senator AWK memilik harapan agar kedepan Tim Panitia PKB dibawah Dinas Kebudayaan dan Dinas Perdagangan dan Industri harus memiliki kurator yang bisa menseleksi para peserta pameran industri UMKM. “Kebetulan setiap tahun saya hadir dipameran PKB dan ternyata sangat minim peserta pemeran dari pengusaha kerajinan dan UMKM pemula. Artinya, satu misi PKB untuk terus menerus melahirkan pengusaha seniman agak meleset. Solusinya bisa dengan menetapkan kurator dalam menseleksi peserta pameran, sehingga adil dalam memperlakukan pengusaha. Belum lagi masalah setiap tahun stand yang semakin sempit, biaya sewa yang masih dianggap tinggi dan juga penataan yang masih ala kadarnya. Jika dibandingkan dengan bagaimana Thailand, Singapore, Eropa mengorganize acara tentu kalah jauh. Padahal Bali Destinasi nomer satu didunia, harusnya kualitas MICE kita terbaik didunia ya. Apalagi PKB kan sudah bersumber pada APBD, jadi tidak perlu seharusnya memungut apapun, kecuali mental birokatnya mental Event Organizer ( EO ). “ungkap Shri Arya Wedakarna. Terlepas dari segala kekurangan PKB tahun ini, pihak DPD RI Utusan Bali menilai apapun usaha panitia patut dihargai dengan catatan terus diberikan masukan. “Saya berharap Gubernur Baru yang akan datang, bisa mulai merevolusi PKB menjadi lebih baik lagi. Semua manajerial dan SDM yang kurang sigap harus diganti. Jangan takut membuat perubahan besar. Ini kan agar cita cita Trisakti Bung Karno yang Berkepribadian Di Bidang Budaya menjadi terbukti. Tugas kami di DPD RI sebagai pengawas UU tentu berharap bagaimana kebudayaan Indonensia ini maju, apalagi sudah ada UU No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan yang ditandatangani  oleh Presiden Joko Widodo,  saya rasa belum banyak diimplementasikan di Bali. Saya ingin Bali yang terbaik dalam segala hal. “ungkap Shri Arya Wedakarna (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *