Categories BudayaHinduNasional

WEDAKARNA TEGASKAN UMAT TAK ADA MASALAH DENGAN KONSEP “HINDU NUSANTARA”

PERTEMUAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saa memaparkan Ekonomi Satyagraha didampingi Kadis Kebudayaan Kab. Badung, Pengurus Yayasan Zello Orti di Kampial Nusa Dua

SENATOR BERHARAP YAYASAN ZELLO ORTI BISA KUASAI PLATFORM ARTHA

Komunitas Zello Orti, sebuah paguyuban dan forum komunikasi pecinta budaya Bali melalui kontak udara, menghadirkan Senator DPD RI Utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III pada hari jadinya. Bertempat di Perum Kampial Nusa Dua, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) disambut oleh anggota Zello Orti baik pengurus yayasan maupun pengurus organisasi. Dalam laporan Ketua Panitia, Dr. I Ketut Kicen menyatakan bahwa yayasan telah memprogramkan banyak hal terkait dengan upaya pelestarian adat dan budaya Bali, diantaranya rencana pendirian Ashram di Menanga      ( Jalur Besakih ) diatas lahan satu hektar lebih serta rencana mendirikan pabrik air mineral Sukla yang bersumber pada mata air suci di Karangasem. Terhadap hal ini, Shri Arya Wedakarna menyatakan dukungannya bahwa ditengah kemajuan teknologi dan persaingan era digital, ternyata komunitas Zello Orti masih bisa bertahan dengan misi kebudayaan dan agama Hindu. “Tadi saya menyaksikan ada penampilan seni suara ( tembang ) dari penyandang disabilitas tuna netra. Begitu juga tiang perhatikan laporan panitia yang revolusioner. Saya suka jika ada orang Bali berpidato dan ambius dalam cita cita. Tiang dukung Yayasan Zello Orti ini dan tetaplah bersemangat dalam bergerak. Dibantu atau tidak oleh pemerintah, tetaplah berkarya. Justru gerakan seperti ini yang akan tahan lama.  “ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia merasa bahwa kedepan jenis  seni suara yang mengadopsi ajaran Hindu baik kidung, tembang maupun dharma gita harus terus disuarakan mengingat inilah wujud Hindu Nusantara. “Jauh sebelum berkembang ide agama Nusantara oleh pihak mayoritas di Indonesia, sebenarnya Hindu yang paling sejak awal mengkonsep ajaran Hindu Nusantara. Kita bangga sekali dengan konsep asli Nusantara jauh sebelum Indonesia Merdeka.  Menjadi Hindu tidak harus ke India – Indiaan. Jadi Hindu tidak ada masalah dengan konsep Nusantara, justru Hindu akan menjadi besar jika terus mengusung tema Nusantara. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Selain itu,  Ia meminta kepada pengurus Yayasan Zello Orti untuk menseriusi ide tentang Ekonomi Satyagraha khususnya menciptakan sumber – sumber “artha” bagi kelangsungan yayasan. “Seharusnya yayasan memiliki platform keuangan yang mandiri dan memiliki sumber sumber dana dalam melaksanakan swadharmanya. Dalam agama Hindu sudah jelas, mustahil dharma bisa dibela jika tidak ada artha alias tidak ada  uang dan kekayaan. Mari kita rubah pola pikir umat Hindu bahwa bukan zamannya lagi umat berupacara dengan kemewahan termasuk membangun fisik pura secara berlebihan. Saya tidak setuju jika bantuan pemerintah dan juga sumber daya Hindu baik sumber uang di LPD, didesa dan dimanapun dihabiskan lewat yadnya. Hindu Modern itu adalah Hindu yang kaya, Hindu yang memiliki aset dan property dan  Hindu yang simple. Dan kedepan anak muda Hindu di Bali pasti terus mencari jalan efisiensi.  Hindu harus siap dengan kebutuhan generasi milenial dan solusinya adalah mengembangkan ekonomi satyagraha.”ungkap Shri Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Iapun mendukung adanya pendirian Ashram di Karangasem dan pendirian pabrik air mineral Sukla yang digagas yayasan. “Saya senang dengan yayasan yang kreatif, yang punya ide besar dan juga berpikiran fokus  terhadap artha. Ini hebat. Nanti tiang akan adakan kunjungan ke Ashram jika sudah tuntas pembangunannya, tiang akan bersinergi. Ini upaya kita untuk menjadikan Bali yang Berdaulat sebagai pusat ajaran agama Hindu didunia.  “ungkap Shri Arya Wedakarna yang merupakan warga kehormatan Bangalore Karnataka India ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *