Categories NasionalSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA SAYANGKAN PROYEK MACET CIDERAI PRESTASI PEMERINTAH JOKOWI

INSPEKSI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Inspeksi Ke Proyek Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan di Jembrana

SENATOR RI SIDAK PROYEK MACET POLITEKNIK PERIKANAN DAN KELAUTAN

Konsistensi akan program  Bali sebagai Pulau Pengetahuan ( Bali The Island Of Science ) terus dikawal oleh tokoh pendidikan di Bali yakni Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga seorang anggota DPD RI utusan Bali di Senayan ini. Hal itu tampak dari program kerja Arya Wedakarna yang selalu memprioritaskan program pendidikan di Bali, baik dalam peningkatan SDM maupun secara infrastruktur. Hal ini terekam dalam kunjungan Senator Arya Wedakarna ( AWK ) ke proyek mangkrak calon Kampus Politeknik Perikanan dan Kelautan didaerah Pengambengan, Jembrana. Dalam kunjungan yang didampingi oleh Nyoman Mayun ( Dinas PU Kab. Jembrana ) dan sejumlah pengawas proyek, Senator Arya Wedakarna sempat meninjau sejumlah proyek yang sudah mangkrak dan macet sejak awal tahun 2018. Keprihatinan akan kondisi proyek macet ini disampaikan Wedakarna dan meminta KPK turun  tangan untuk memberikan status proyek ini. “DPD RI sebagai pengawas UU tentu bertugas untuk mengawasi pelaksanaan program pemerintah, termasuk sejumlah program dan project didaerah yang bersumber di APBN. Sebenarnya sejak Mei lalu saya sudah dengar ada tindakan wanprestasi termasuk sejumlah pemberitaan dimedia massa. Saya sayangkan sekali di Bali ada proyek macet, apalagi macetnya bukan karena APBN tidak cair, tapi masalah  teknis dipihak ketiga. Saya dengar pengakuan pengawas proyek dan masukan dari warga sekitar, bahwa banyak tukang yang belum dibayar, bahan bangunan yang  tersendat sampai warung warung milik warga pun banyak dihutangi. Ini memalukan sekali. Kementrian terkait harus segera turun tangan dan selamatkan proyek ini. “ungkap Arya Wedakarna  yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta.  Iapun menilai bahwa Jembrana dan Bali sangat berkepentingan terhadap project ini, karena membangun sekolah kelautan dan perikanan adalah cita cita besar Bali Berdaulat. “Sebenarnya kira kira pada tahun 2014 lalu, saya pernah utarakan ide ini kehadapan Menteri Syarif Cicip dizaman Presiden SBY. Saat itu beliau hadir dikantor saya di Istana Mancawarna Tampaksiring dan kita sampaikan bahwa Bali perlu pusat studi kelautan mengingat saat ini Bali perlu banyak SDM yang handal dibidang laut dan perikanan. Saya bersyukur justru diera Presiden Joko Widodo dan Menteri Susi Pudjiastuti ide ini terealisasi. Tapi akan sangat disayangkan sekali citra pemerintah Joko Widodo ini tercederai karena mengkraknya proyek ini dengan alasan wanprestasi. Nanti dari Senayan saya akan berkoordinasi ke Menteri dan Kemenko terkait agar ini segera dibereskan, setidaknya ditahun 2019, kampus ini bisa digunakan. Semua demi Jembrana. “ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III DPD RI Bidang Pendidikan Tinggi ini. Dari hasil pemantauan dilapangan, bahwa kampus Politeknik ini didirikan diatas lahan negara seluas 22 hektar, dan dilengkapi dengan asrama mahasiswa, asrama dosen, laboratorium kelautan serta unit unit pusat pengetahuan dalam bidang perikanan dan kemungkinan akan menjadi Politeknik terbesar di Bali dan dikawasan Indonesia Tengah dan Timur. Salah satu rekomendasi Arya Wedakarna pada pemerintah pusat agar proyek ini tetap dijalankan dan memblack list rekanan yang wanprestasi dan melanjutkan proses hukum jika ada oknum pejabat dan pihak ketiga yang korupsi.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *