Categories BudayaNasional

SENATOR RI MINTA KEGIATAN MPLS TIDAK MEMBEBANI SISWA

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat Sidak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) di SMA Dharma Praja Denpasar

INSPEKSI MENDADAK ACARA MPLS DI SMA DHARMA PRAJA KOTA DENPASAR

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang membidangi Bidang Pendidikan Tinggi Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (MTru), M.Si menggelar inspeksi medadak ke beberapa sekolah di Bali, salah satunya sekolah yang didatanginya yaitu sekolah Dharma Praja kota Denpasar, tujuan daripada inspeksi mendadak salah satunya ia sampaikan adalah untuk memantau jalannya MPLS di beberapa sekolah di Bali, karena sebagai perwakilan Daerah Khususnya Bali di senayan Jakarta dirinya tidak mau mendengar ada hal-hal yang kurang baik saat pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah Bali, apalagi himbaunya jangan sampai MPLS menjadi ajang bisnis oleh sekolah dan juga jangan sampai ada praktek-praktek yang memberatkan siswa, hal tersebut ia sampaikan untuk menghindari beban terhadap orang tua siswa. Tidak cuma itu ia juga menyarankan untuk tidak memberikan tugas yang tidak masuk akal kepada siswa dan yang perlu diperhatikan sebelum matahari terbenam kegiatan MPLS harus segera diakhiri, karena menurutnya zaman sekarang bukan zamannya lagi dengan hal-hal aneh yang tidak masuk akal untuk diterapkan kepada siswa yang mau menempuh pendidikan disekolah-sekolah Bali, melainkan bagaimana caranya untuk dapat mencerdaskan siswa-siswi Bali agar dapat bersaing di ajang Nasional maupun Internasional. Ia pun menghimbau apabila ada pelanggaran yang terjadi pada masa MPLS oleh salah satu sekolah, segera sampaikan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI agar dapat segera di proses, hal itu bertujuan untuk melindungi kesejahteraan rakyat Bali. Pada kesempatan saat kunjungan ke Dharma Praja Senator RI sosok karismatik itu disambut baik oleh pihak sekolah Dharma Praja, salah satunya oleh Drs. I Made Yasa (Wakil Kepala Sekolah), dan Drs. I Wayan Nurje (Waka Bagian Sarana Prasarana), pihak sekolah amat berterima kasih karena sudah berkenan hadir untuk meinjau jalannya MPLS ke sekolah Swasta dan melihat langsung keadaan MPLS. Dalam kesempatan tersebut Dr. Arya Wedakarna menyampaikan terkait dengan permasalahn PPDB di Bali, menurutnya peraturan zonasi itu bertujuan baik yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar tercipatnya keadilan sosial, tetapi yang terjadi saat ini Permendikbud terbaru No. 14/2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru SD,SMP, SMA, SMK dan Sederajat ini, sedikit terjadi kontradiktif saat diterapkan di Bali, menurutnya dengan adanya PPDB ini dapat membebani sekolah-sekolah Negeri dan juga dapat dikatakan merugikan sekolah swasta yang pada hujungnya akan berdampak buruk terhadap dunia pendidikan di Bali serta dapat dikategorikan sebagai permainan aturan belaka, menyikapi hal itu ia selaku wakil Daerah Bali akan melakukan seseuatu dan  mendorong Menteri Dikbud RI untuk mengembalikan ke sistem lama yaitu kembali ke sistem NEM. Sambungnya juga terkait dengan MPLS ini, setiap sekolah ia sarankan untuk tetap mengikuti Permendikbud No. 18/2016 Tentang MPLS dan harus tetap dipatuhi, yang pada intinya tetap dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan jangan berbuat aneh-aneh karena menyangkut nama baik dunia pendidikan di Bali.’’Saya apresiasi kegiatan MPLS di sekolah ini, karena sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, dan Saya ingatkan kepada seluruh siswa kalau ada temuan yang aneh-aneh laporkan saja ke Saya agar saya tindak lanjuti,’’Ungkap Dr. Arya Wedakarna yang juga sebagai mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bail saat memberikan sambutan. Di akhir ia ingatkan kepada siswa-ssiwa yang mengikuti MPLS untuk tetap percaya diri sekolah di sekolah swasta, jangan sampai berkecil hati karena menurutnya sekolah Dharma Prjaja merupakan salah satu sekolah swasta terbaik di Bali, jadi ia meminta agar jaga nama baik sekolah, junjung tinggi konsep Guru Piduka dan yang terpenting mempunyai cita-cita setinggi mungkin seperti halnya bapak Proklamator Bung Karno yang telah menjadi Putra Bali peraih 26 gelar Doctor Honoris Causa yang terdiri dari 19 Universitas Luar Negeri dan 7 Universitas dalam Negeri. Tak lupa di setiap kunjungannya ia selalu sampaikan salam Pancasila untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini dan jargon itu selalu di gelorakan oleh Presiden Republik Indonesia. (Sindhu Gautama, Hms).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *