Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA BERHARAP WISATAWAN DOMESTIK BERBELOK KE KERAMBITAN CICIPI KULINER BABI

MILENIAL  – Senator RI Dr. Arya Wedakarna bersama generasi muda Hindu di Desa Tista Kerambitan Tabanan

SENATOR RI MOTIVASI WARGA DAN KARANG TARUNA DI FESTIVAL TISTA 2018

Ada pepatah kuno yang mengatakan, bahwa indetitas budaya sebuah suku bangsa dikenal dari bagaimana mereka menghargai makanan khas. Dan menurut banyak pandangan para ahli,bahwa makanan Bali adalah paling rumit dan paling banyak jumlah keragamannya di Indonesia. Ini tentu membanggakan, bahwa sejumlah produk makanan Bali sudah mulai menasional. Ini disampaikan oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberikan sambutan pada Festival Kuliner berbahan Sukla di Desa Tista Kerambitan Tabanan. Disambut oleh I Gede Pande Yogianto Sutanaya ( Ketua Karang Taruna Tunas Harapan ), I Made Suardana Putra ( Perbekel Desa Tista ) dan I Made Sumerta ( Bendesa Adat Desa Tista ), Senator termuda asal Bali ini pun disambut oleh ratusan warga Desa Tista di Lapangan SD 1 Tista tempat acara Festival Tista diselenggarakan. Sebelumnya, panitia mengajak Senator Arya Wedakarna untuk berkeliling keseluruh stand kuliner yang melibatkan ibu ibu PKK, yang sebagian besar terbuat dari bahan daging Babi. “Ini kali kedua tiang datang ke Festival Tista, acaranya semakin bagus dan terorganisir. Salut akan usaha dari Karang Taruna yang selalu getol menjalankan idealisme ngayah dan jengah khususnya terhadap makanan khas Bali. Ini pemuda pemuda yang diharapkan oleh bangsa untuk bisa memimpin Tabanan dan Bali kedepan. Mulailah menempa diri dari kegiatan lokal seperti ini, dan tentu harus konsisten. Artinya jangan sampai festival ini punah, terus saja adakan dan belajarlah ilmu organisasi dan ilmu keuangan diacara ini. Ini prinsip gotong royong yang baik. Saya puji peran dari Karang Taruna Tunas Harapan dan Sekaa Teruna Teruni. Juga dukungan Perbekel dan Bendesa Adat. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun memberikan pesan bahwa kedepan Jalur Kerambitan akan menjadi jalur utama wisata ke Barat dan Utara Bali, dan berharap memanfaatkan potensi meraup manfaat ekonomi kreatif  jika dikembangkan sejak dini. “Desa Tista ini terkenal dengan daging Babinya. Olahan daging Babinya tidak ditemukan ditempat lainnya dan sangat berciri khas. Tiang minta agar muncul pengusaha pengusaha muda yang membuat warung – warung kuliner Babi. Segmentasi banyak, bisa diambil dari wisatawan domestik yang menggunakan jalur darat yang datang dari Gilimanuk menuju ke Badung. Jika dibuat pusat kuliner besar,mereka akan berbelok ke Kerambitan untuk mencari kuliner Babi. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menambahkan bahwa zaman sekarang, justru konsumen yang mencari warung dan trend ini harus ditangkap pengusaha muda. “Saya minta anak muda Tista, jangan semua jadi pegawai, dan mulai latih jadi pengusaha. Jadilah wira usaha muda. Hidup jangan terlalu hedon, sederhana saja, yang penting punya banyak tabungan. Zaman sekarang,  membuat warung tidak perlu menyewa ruko, cukup buat usaha dirumah, dan jika enak, maka akan dicari oleh konsumen. Semoga Tista menjadi desa terhebat dalam bidang Kuliner. This is Satyagraha. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Pembina Gerakan Sukla Satyagraha. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *