Categories BudayaHinduSatyagraha

SHRI GUSTI WEDAKARNA BANGGA WARGA BALI SUDAH MULAI REVOLUSIONER DALAM MENGELOLA PENGELUARAN UPAKARA YADNYA

Foto – Senator RI Utusan Provinsi Bali Bersama Tokoh Adat Serta Masyarakat Adat Banjar Berteh Baturiti Tabanan Usai Memberikan Dharma Wacana Di Acara Ngaben Massal 

BERIKAN DHARMA WACANA DI KARYA NGABEN MASSAL BANJAR BERTEH PEREAN BATURITI TABANAN 

SATYAGRAHA- Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (MTru), M.Si Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Utusan Provinsi Bali yang membidangi Bidang Agama dan Kebudayaan atau yang acap kali disebut sebagai tokoh pemimpin muda Bali nan karismatik itu di berikan kehormatan oleh warga Adat Banjar Berteh Perean Baturiti Tabanan untuk memberikan Dharma Wacana di acara ngaben massal. Ia pun disambut hangat oleh warga Adat Banjar Berteh, menurut ungkapan salah satu tokoh Adat pihaknya sangat berterima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir diacara ngaben massal itu, serta sudah bersedia memberikan Dharma Wacana dihadapan Warga Adat dan banyak memberikan pandangan-pandangan nan Revolusioner tentang pengelolaan pengeluaran upakara yadnya. Pada kesempatan yang berbahagia itu Shri Gusti Arya Wedakarna sebagai wakil Daerah khususnya Bali dan duduk di Komite III Bidang Agama dan Kebudayaan sangat Bangga kepada masyarakat Adat Banjar Berteh Perean, menurutnya dari pertama ia memasuki area ngaben massal itu dirinya merasakan rasa kagum terhadap management bebantenan Desa Adat Berteh Perean, saat ia perhatikan lagi dari penyusunan sawa, daksina linggih, serta ornamen upakaranya itu tertata sangat rapi dan bersih, sehingga ia katakan kedepan Banjar Adat Berteh dapat dijadikan sebagai salah satu contoh untuk Banjar-Banjar Adat lainnya agar Bali selalu Ajeg,’’Saya sangat bangga kalau masyarakat Bali sudah mulai revolusioner dalam melaksanakan Upakara Yadnya, karena jangan sampai untuk membuat acara besar harus menambah beban masyarakat Adat kita, tetapi Saya sarankan lebih baik kita Gotong Royong agar upakara suci yadnya dapat dilaksanakan tanpa ada pembebanan yang berat terhadap masyarakat Adat,’’Ungkap Gusti Wedakarna Selaku Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali. Ia juga sampaikan kedepan masyarakat Adat Bali harus mulai sistem management biaya upakara yadnya yang banyak mengeluarkan biaya, sebab menurutnya lebih baik upakara itu sederhana, tetapi tidak mengurangi sedikitpun makna yang terkandung didalam upakara itu sendiri, dan ia katakan dirinya bangga kepada Desa Adat Berteh Perean yang sudah menunjukan kalau melaksanakan upakara yadnya itu tidak harus dengan mengeluarkan dana yang cukup besar, dan seharunya semeton Bali juga dapat melakukan upaya revolusioner itu, sebab tuturnya untuk dapat mengurangi beban semeton Bali yaitu harus dibutuhkan orang-orang yang mempunyai Jnana tinggi serta dibutuhkan orang-orang yang punya gagasan serta ide-ide yang revolusioner, karena dengan di isi orang-orang seperti itu ia yakin upakara-upakara di Bali yang terlalu banyak menghabiskan biaya dapat di atasi dengan cara-cara yang revolusioner yang mana itu dihasilkan dari pemikiran-pemikiran luar biasa dari petinggi-petinggi Adat yang revolusioner. Di akhir ia berikan semangat kepada masyarakat Adat Banjar Berteh Perean untuk selalu menjaga nilai-nilai luhur atau kebudayaan yang sudah di turunkan oleh leluhur zaman dahulu, dan ia tegaskan kembali tetap pertahanakan warisan peninggalan leluhur dengan baik, karena hanya dengan melaksanakan upakara yadnya secara kolektiflah Hindu akan bertahan kuat di Bumi Nusantara ini, dan jangan lupa tetap pertahankan Adat Istiadat dengan cara yang revolusioner yaitu tanpa ada pembebanan kepada masyarakat Adat. Serta ia juga menyarankan kepada seluruh masyarakat adat untuk memiliki tabungan yang cukup, dan bagi yang mempunyai anak harus sekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya minimal sampai gelar sarjana, karena sudah jelas disampaikan oleh paduka Shri Krisna kepada Pangeran Arjuna saat peperangan Mahabharata bahwa satu-satunya yang dapat menyelematkan kaumku di masa mendatang ialah Jnana (Ilmu Pengetahuan), maka dari itu ia sarankan kepada masyarakat adat untuk menyiapkan tabungan agar dapat menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya dan dapat berguna bagi nusa dan bangsa.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *