Categories BudayaHindu

SHRI ARYA WEDAKARNA DORONG ANAK MUDA BALI MAKAN IKAN AGAR OTAK PINTAR

Kunjungan – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Sempat Memeriksa Makan Siang dan Berbincang – Bincang dengan Peserta Lomba Gerakan Budaya Perikanan Kab. Badung di Mengwi

SENATOR RI TINJAU GERAKAN BUDAYA PERIKANAN BADUNG DI MENGWI 

Jepang, salah satu Negara yang dikagumi oleh Senator DPD RI utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III karena gaya hidupnya yang sehat, terutama kebiasaan warga Jepang mengkonsumsi hidangan dari laut. Dalam penelitian akademis pun, seseorang yang sering mengkonsumsi ikan laut  terbukti memiliki kecerdasan diatas rata – rata dan memiliki fisik yang sehat, sehingga dirasa perlu generasi muda Bali diarahkan untuk mengkonsumsi ikan. Demikian diungkap Senator Arya Wedakarna ( AWK ) saat meninjau Gerakan Budaya Perikanan Kabupaten Badung yang bertempat di GOR Mengwi. Disambut oleh sejumlah pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Badung, Senator Arya Wedakarna meninjau perlombaan mewarnai dengan tema perikanan yang diikuti oleh ratusan peserta. “Saat ini harga telur dan daging kan naik terus, dan mungkin ini momentum yang tepat agar rakyat Indonesia kembali mengkonsumsi ikan. Kita tahu bahwa Bali ini adalah bagian dari kepulauan Nusantara yang kaya dengan sumber daya alam hasil laut. Dan seharusnya potensi kelautan kita selaras dengan kebiasaan rakyat untuk mengkonsumsi Ikan. Logikanya, jika 4,2 Juta penduduk Bali bisa makan ikan dengan maksimal maka para nelayan di Bali akan tetap hidup dan lestari. Jika permintaan tinggi ( Demand ), maka mau tidak mau infrastruktur akan meningkat tajam. Sekarang tinggal peran dari pemerintah dan komunitas komunitas saja mendorong ini. Menurut laporan dinas tadi, rata rata konsumsi ikan orang Bali hanya 31 kg pertahun, masih kalah dengan rata rata nasional yang 41 kg pertahun dan rata rata Asia 51 kg pertahun. Saya ingin semakin meningkat. Memakan ikan itu tidak ada kolestrol dan lemak, dan baik bagi kecerdasan karena omega 3 sangat banyak.  “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mendorong agar kedepan pemerintah di Bali mengedepankan Gerakan Budaya Perikanan menjadi agenda rutin, termasuk juga sosialisasi di sekolah, lingkungan adat dan juga komunitas komunitas. “Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kab Badung ini sudah cukup baik. Saya setuju jika acara ini diseriusi menjadi Festival Perikanan dan Kelautan. Apalagi Badung punya potensi kelautan yang luar biasa terutama di Badung Selatan, ini harus didorong. Jangan sampai makanan seafood ini menjadi eksklusif. Perlu ada usaha keras agar citra makanan dari laut ini bisa membumi. Disatu sisi, pemerintah harus memberikan kemudahan bagi UMKM agar membuka usaha usaha kuliner dari bahan ikan. Belum lagi potensi ikan air tawar. Perlu kerja keras memang, karena merubah kultur masyarakat itu perlu ekstra keras. “ungkap Gusti Wedakarna. Kedepan Gusti Wedakarna juga meminta kepada pemerintah di Bali untuk menseriusi masalah kelautan dan perikanan ini. “Saya kira 8 Kabupaten / Kota di Bali ini ada dermaga nelayan dan miliki potensi kelautan. Kecuali Bangli yang tidak punya laut, tapi  Bangli punya Danau dengan budidaya ikan air tawar. Semua jika disinergikan akan menjadi sesuatu yang hebat. Saya percaya, semakin banyak anak muda Bali makan ikan maka mereka akan bertambah pintar, badan bertambah kuat, tinggi badan juga diatas rata rata nasional. Dimana mana anak muda Bali sudah terkenal memiliki fisik paling bagus di Negara ini secara rata rata kualitas dan itulah cita cita Satyagraha sebenarnya. Dalam agama Hindu kan ada kepercayaan “Engkau adalah apa yang engkau makan”. Masuk akal jika disandingkan dengan ilmu modern. Tiru saja Jepang ya.  “ungkap Gusti Wedakarna yang alumni JENESYS Tokyo Jepang ini. Diakhir acara, Senator Arya Wedakarna menyempatkan berdialog dengan sejumlah pelajar, guru dan orang tua peserta Lomba Mewarnai Perikanan di Badung ini. “Tadi saya sempat periksa makan siang yang dibagikan panitia, ternyata isinya daging ayam, bukan Ikan. Jadi nggak nyambung dengan gerakan. Semoga dirubah tahun depan. Dan juga stand stand jam 10 pagi masih kosong, padahal dibrosur tertera buka. Semoga disempurnakan tahun depan ya. “ungkap Gusti Wedakarna. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *