Categories BudayaHindu

SENATOR WEDAKARNA DUKUNG ORGANISASI PECINTA SITUS KUNO UNTUK MENJADI MITRA STRATEGIS PEMERINTAH

Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali Bersama Pengurus bakti pertiwi Jati saat Menyerahkan Rekomendasi Dukungan Resmi di Kepustakaan Bung Karno Renon

SERAHKAN REKOMENDASI DUKUNGAN ORGANISASI BAKTI PERTIWI JATI DI PERPUSTAKAAN BUNG KARNO RENON DENPASAR

Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE,(Mtru), M.Si yang membidangi Bidang Agama dan Kebudayaan resmi menyerahkan rekomendasi dukungan dari lembaga negara kepada organisasi pencinta situs. Pada kesempatan yang berbahagia itu penyerahan rekomendasi langsung diterima oleh ketua bakti pertiwi jati ( I Made Bakti Wiyasa), dan di dampingi langsung oleh ( Kadek Wahyudita), ( Made Satya Yoga), ( I Gd Awan Suwarya), ( I Wayan Murda ). Maksud dan tujuan organisasi bakti pertiwi jati menurut ungkapan ketua rombongan yakni ( I Made Bakti Wiyasa ) adalah untuk membantu kinerja pemerintah dalam upaya melindungi situs situs kuno yang sudah ada dari abad ke 19 atau dari beberapa abad ke belakang, dan yang menjadi tahapan awal dari bakti pertiwi jati ini adalah untuk mendata seluruh situs kuno yang belum terungkap, sehingga menurutnya kedepan ia berupaya bersama organisasi yang ia pimpin satu persatu mendata secara detail, hal itu ia lakukan agar situs situs kuno mempunyai database. Secara prinsip ia mengatakan tujuan mereka melakukan upaya pengumpulan database adalah semata mata untuk mengurangi dan menghindari kegiatan pembongkaran situs atau mengganti situs karena berdasarkan pengalaman yang ia temui dari beberapa kasus yang sempat ramai di perbincangkan dimedia sosial, dirinya berpandangan bahwa ternyata situs situs kuno zaman bahari tidak semua memiliki database yang detail, baik dari segi nama situs ataupun dari sejarah situs itu sendiri. Sehingga terkadang upaya perombakan situs bisa saja terjadi, maka dari pada itu ia berpandangan untuk secepatnya mengantisipasi kegiatan kegiatan pembongkaran situs demi terjaganya warisan yang tinggalkan leluhur, ia rasa seandainya pun ada perbaikan situs situs kuno seyogyanya harus didampingi oleh balai Aerkologi serta diketahui oleh dinas kebudayaan, yang mana bertujuan untuk  menghindari pembongkaran inti daripada situs kuno itu sendiri. Menanggapi hal tersebut Dr. Shri Arya Wedakarna sangat mendukung visi misi daripada organisasi bakti pertiwi jati menurutnya sangat penting adanya organisasi yang peduli situs situs kuno khususnya di Bali, hal itu ia ungkapkan karena saat ini sudah mulai bermunculan kegiatan kegiatan yang mau mengganti situs situs kuno seperti halnya yang sempat ramai terkait rencana pembongkaran situs kuno di salah satu pura di Tabanan dan di Denpasar, tetapi syukurlah sudah dibatalkan. Memang secara prinsip ia menganggap tidak ada yang salah satu untuk menerima bantuan dari pemerintah, justru hal itu baik, artinya pemerintah sudah memperhatikan, tetapi ia sayangkan ada semacam kegiatan yang ganjil, karena kenapa harus situs bersejarah yang mau di ganti?, seharusnya kalau memang mau memperbaiki kawasan situs, lebih baik tidak menyentuh keasrian daripada situs situs bersejarah itu sendiri, dan itupun saat proses pembugaran harus didampingi oleh dinas kebudayaan dan balai arkeologi, tidak serta merta langsung dikerjakan tanpa ada pengawasan. Dan ia rasa sekarang ini Bendesa Adat,Klian Adat ataupun Prajuru Adat harus lebih proaktif lagi untuk menggunakan bantuan bantuan dari pemerintah, jangan sampai hanya karena ingin megah situs situs kuno di rubah. “Saya mewakili lembaga negara sangat apresiasi adanya organisasi pencita situs ini, kedepan saya berharap organisasi ini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam upaya melindungi situs situs kuno yang ada diseluruh Bali, dan saya minta agar organisasi ini mempunyai datbase situs situs yang lengkap dan apabila hal hal yang ganjil segera laporkan ke DPD RI agar saya tindaklanjuti sesuai topuksi dan kewenangan saya. Di akhir acara ia sampaikan kedepan organisasi bakti pertiwi jati harus selalu semangat berjuang untuk menegakkan UU NO. 11/2010 Tentang Cagar Budaya termasuk melestarikan pura- pura kuno dari ancaman pembongkaran

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *