Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA PERGURUAN DI BALI WAJIBKAN SERTIFIKASI PROFESI SEBELUM WISUDA

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Saat Bertandang ke Kantor Pusat BNSP Di Jakarta

SENATOR RI REKOMENDASIKAN ANGGARAN BNSP MINIMAL RP 1 TRILYUN DI TAHUN 2019

Senator DPD / MPR RI utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyambangi kantor pusat Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ) dibilangan Pancoran, Jakarta. Kehadiran Senator Arya Wedakarna dalam rangka untuk berkoordinasi terkait dengan program Sertifikasi Profesi untuk provinsi Bali, termasuk menjalankan fungsi pengawasan UU yakni menilai secara umum kinerja BNSP.  Apresiasi atas kinerja BNSP sejak pertama kali didirikan sesuai amanat UU, disampaikan langsung oleh Senator Arya Wedakarna, sembari berharap agar kedepan peran BNSP kembali diperkuat, salah satunya bertujuan untuk mensejajarkan tenaga kerja Indonesia ditingkat dunia. “DPD RI sebagai lembaga Negara merasa kehadiran BNSP ini sudah cukup signifikan, khususnya menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas. Apalagi kita terus menerus dituntut untuk menghadapi ASEAN Mutual Recognition Arragement ( MRA ) dengan penambahan daftar positif jenis pekerjaan yang bisa dikompetisikan ditingkat internasional. Dan warga Indonesia harus tahu, bahwa tidak cukup dizaman sekarang hanya bermodalkan ijazah saja baik untuk lulusan SMA, SMK, atau perguruan tinggi, tapi penting sekali untuk menggenggam sertifikat kompetisi. Dan disinilah peran dari pimpinan sekolah dan pimpinan perguruan tinggi untuk mengarahkan. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Pendidikan dan Dikti DPD RI ini. Ia juga menyayangkan bahwa banyak anak muda di Bali sangat terlambat dalam mengejar sertifikasi kompetensi, dan semata mata mengejar sertifikat bukan karena sadar akan kebutuhan dasar kompetensi, tapi karena tuntutan perusahaan. “Saya kira semua pihak harus instroskpeksi diri. Pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja seharusnya pro aktif mensosialisasikan terkait dengan pentingnya Sertifikasi BNSP ini bagi SDM Bali, begitu juga dinas industri dan perdagangan kalau mau aktif sebenarnya juga bisa ikut mendorong agar semakin banyak SDM di industri dan perdagangan niat untuk bersertifikat. Begitu juga pimpinan perguruan pendidikan, harusnya bisa mengatur sistem disekolah agar sebelum siswa dan mahasiswa lulus, mereka perlu diarahkan agar mendapat sertifikat. Banyak diantara calon lulusan tidak tahu apakah itu BNSP, LSP atau Sertifikasi Profesi. Padahal masalah biaya sertifikasi bisa saja dinegosiasikan terjangkau karena secara aturan pusat belum ada ambang atas dan bawah. Disatu sisi BNSP itu sendiri harus lebih banyak mensosialisasikan hal ini dan mendorong mitra kerja didaerah untuk mengadakan MOU. Sebagai wakil rakyat saya melihat banyak yang tidak sinkron antara stakeholder urusan SDM tenaga kerja, sehingga jangan kaget kalau SDM Indonesia salah satu yang terendah di ASEAN, saya tidak kaget dengan penilaian itu karena memang benar amburadul baik koordinasi dpusat dan didaerah. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Khusus untuk Bali, Senator Arya Wedakarna ingin tahun depan alokasi Sertifikasi Profesi baik dibidang pendamping pertanian, perternakan, MSDM, pariwisata, teknik dan organik semakin meningkat baik dari segi anggaran maupun kuota. “Di Bali saat ini hanya ada kurang lebih 11 LSP, padahal kalau mau, tiap SMK bisa mendirikan LSP dan setiap Perguruan TInggi bisa mendirikan LSP. Kenapa tidak ? Kan ada LSP tipe 1, 2, 3. Dan ada masukan juga agar kedepan jangka waktu perpanjangan sertifikasi yang selama ini dianggap terlalu singkat agar bisa ditinjau, termasuk item item yang diuji kompetensikan. Ini menjadi masukan kita dari DPD RI untuk diusulkan pada pemerintah. “Ungkap Senator Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Kedepan untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi diseluruh Indonesia, pihaknya mendukung agar anggaran BNSP yang saat ini masih dikisaran Rp 900 MIlyar-an bisa ditingkatkatkan menjadi minimal Rp 1 Trilyun di APBN 2019/2020.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *