Categories Hindu

UNTUK PEMBELAJARAN, SENATOR WEDAKARNA MINTA JAGABAYA ADAT PELAJARI KASUS NYEPI BEDUGUL

Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Didampingi Pejabat Desa dan Tokoh Adat Meninjau Lokasi Bencana di Candikuning Bedugul Tabanan

DPD RI BALI INGATKAN PERUSAHAAN SALURKAN CSR JELANG NYEPI SESUAI UU

Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban saat hari raya Nyepi adalah mutlak, dan toleransi dua arah merupakan kunci utama berjalannya stabilitas keamanan khususnya saat hari raya Nyepi, terlebih dalam catatan Nyepi tahun lalu, ada sejumlah masalah distoleransi yang sudah mengemuka di media publik diantaranya pelanggaran UU ITE terkait ujaran kebencian di medsos oleh oknum pekerja asal Indonesia Timur, kasus pembakaran sebuah toko HP karena alasan pelecehan Nyepi lewat medsos dan kasus pelecehan Nyepi di kawasan Bedugul. Bahkan dalam catatan kami sudah ada tokoh dan ormas Hindu yang melaporkan kasus pelecehan Nyepi ke Polri. Kita berharap bahwa kejadian – kejadian ini tidak terulang. Dan saya minta tokoh agama dan FKUB untuk membina umatnya.” Ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta agar Jagabaya Bali termasuk pecalang adat untuk pro aktif dalam menjaga kedaulatan desa adatnya termasuk memberikan pembinaan kepada seluruh warga Bali termasuk para pendatang ( tamiu ) untuk menghormati dresta adat Bali. ” Saya minta jadikan kasus Bedugul tahun 2016 sebagai pembelajaran. Disatu sisi kita harus mulat sarira ( instrospeksi ) kenapa hal itu terjadi ? Salah satunya mungkin karena SDM jagabaya dan pecalang terbatas. Dan solusinya adalah memperbanyak jumlah pecalang didesa dan banjar adat minimal untuk Nyepi ini. Hal ini dimungkinkan karena keadaannya khusus mengamankan Nyepi ” ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Agama Budaya. Terkait dengan program CSR ( tanggung jawab sosial dan lingkungan ) jelang Nyepi, Senator Wedakarna meminta perusahaan – perusahaan di Bali untuk menyalurkan CSR perusahaan ke warga sekitar khususnya warga adat. ” Sesuai amanat UU maka setiap usaha di Republik Indonesia wajib memberikan perhatian CSR kepada lingkungan sekitar perusahaan. Dan saya minta warga adat dan umat Hindu yang selama ini telah menjaga adat dan agama dengan baik, agar tidak malu mengirimkan proposal dan meminta CSR, karena ini amanat UU. Saya kira tidak ada kasus penolakan permintaan CSR adat diperusahaan di Bali selama ini, asal semua dikomunikasikan dengan baik. Silahkan saja ditagih dan dimintakan ke perusahaan disekitar desa masing – masing. Saya kira tiap Nyepi dan Galungan Kuningan harus diperhatikan desa – desa kita oleh perusahaan.” ungkap Gusti Wedakarna.  Dalam kesempatan kunjungan ke Bedugul Baturiti Tabanan, Senator Wedakarna didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dalam meninjau lokasi bencana alam di Candi Kuning dan Pura Teratai Bang. Selain memberikan dana bantuan bencana DPD RI atas nama lembaga, Wedakarna juga mengingatkan umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bedugul untuk bahu – membahu menjadikan Bedugul sebagai wilayah pembangunan yang sesuai dengan konsep – konsep dresta Bali ( Satyagraha ) disamping menjaga kehidupan toleransi dua arah.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *