Categories BudayaHindu

SHRI GUSTI WEDAKARNA BERIKAN PUJIAN ATAS KESEDERHANAAN UPAKARA

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Memberikan Sambutan di Desa Koripan Tengah Klungkung

HADIRI UPACARA PITRA YADNYA MASSAL DI DESA PAKRAMAN KORIPAN TENGAH KLUNGKUNG

GELORAKAN – untuk penyederhanaan Upakara selalu disampaikan oleh tokoh pemimpin muda asal Bali  yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (MTru), M.Si selaku Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Utusan Provinsi Bali yang membidangi Bidang Agama dan Kebudayaan. Hal itupun ia sampaikan kembali di depan tokoh Griya dan krama – krama  Adat Desa Pakraman Koripan Tengah Kabupaten Klungkung saat menghadiri Upakara Pitra Yadnya Massal. Ia pun di sambut hangat oleh krama Adat dan menyampaikan ucapan terima kasih yang se besar-besarnya karena sudah berkenan menghadiri Upakara Pitra Yadnya Massal yang di selenggarakan oleh pihak Desa. Acara yang di selenggarakan sejak beberapa bulan lalu itupun sudah hampir mendekati puncak, dimana acara yang di ikuti oleh 31 Sawe itu dilaksanakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada krama-krama Adat yang sudah meninggal. Dari informasi yang di dapatkan dana untuk Upacara Pitra Yadnya Massal tersebut di kumpulkan dari swadaya masyarakat Adat dan dana kas Desa Adat dengan jumlah yang tidak terlalu besar, hal itu dilakukan oleh pihak Desa Adat untuk meminimalisir pengeluraran krama Desa Adat, karena sejauh ini paradigma orang terhadap Upacara Pitra Yadnya di Bali pasti membutuhkan dana yang besar, padahal hal itu ternyata tidak absolut, melainkan bagaimana cara Desa itu membuat kebijakan, dan itu dibuktikan oleh Desa Pakraman Koripan Tengah, yang mana biaya untuk Upacara Pitra Yadnya tidaklah membebani krama Adat di Desa. Mengetahui hal tersebut Dr. Shri Arya Wedakarna memberikan pujian terhadap Desa Adat Koripan Tengah, menurutnya hal tersebut patut di contoh oleh Desa-Desa Adat lainnya, mengapa hal tersebut ia ungkapkan ? karena menurutnya langkah yang revolusioner harus di gerakkan dari sekarang, jangan sampai semeton Bali merasa terbebani oleh Adat, tetapi alangkah baiknya semeton Bali menjadi lebih mencintai adat istiadat, khususnya dalam melaksanakan Upakara Pitra Yadnya,’’Saya sangat bangga melihat Desa Adat yang revolusioner ini, khususnya dalam mengatur keuangan Desa Adat, dan Saya meminta kepada Desa Adat untuk selalu konsisten dengan penyederhanaan Upacara ini, karena dengan menyederhanakan Upacara maka ekonomi semeton kita lambat laun akan terus meningkat dan semeton kita akan hidup sejahtera,’’tutur Shri Gusti Wedakarna yang pernah menjabat sebagai rektor itu. Ia juga sampaikan saat ini Bali kalau tidak segera menyederhanakan Upakara ataupun kegiatan-kegiatan Adat lainnya maka kedepan dapat berefek negatif terhadap perekonomian masyarakat Adat Bali, hal itu ia katakan di lihat dari hasil pendapatan rata-rata orang Bali dengan pengeluaran yang tidak seimbang, dan apabila di deskripsikan dapat dilihat kalau pendapatan orang Bali tidak sesuai dengan pengeluaran itu sendiri, hal itu yang banyak di alami maysarakat Adat Bali yang ada di kalangan bawah, maka untuk menangani masalah-masalah itu ia selaku Wakil Rakyat di Senayan Jakarta menyampaikan apa adanya kepada Rakyatnya, yaitu hanya untuk memberikan pandangan yang dapat menjadi sebuah gerakan moral dan upaya untuk menyelamatkan perekonomian semeton Bali. Sambungnya lagi ia juga berpesan kepada masyarakat Adat Desa Pakraman Koripan Tengah untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya minimal sampai mendapatkan gelar sarjana, dan mana perlu sampai mendapatkan gelar Doktor, hal itu ia sampaikan adalah untuk menyiapkan SDM Bali yang berkualitas dan siap untuk bersaing di dunia kerja Nasional ataupun dunia kerja Internasional serta ia juga menyampaikan hal itu secara filosifis Agama Hindu, dimana dulunya Vasudeva Krisna pernah bersabda kepada Pangeran Arjuna yang mengatakan bahwa satu-satunya yang dapat menyelamatkan kaumku di zaman kaliyuga ialah Jnana (Ilmu Pengetahuan). Maka dari itu ia selalu menyampaikan hal itu agar di setiap Desa Adat di Bali mempunyai orang-orang hebat dan pintar agar di kemudian hari dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Di akhir saat hendak pulang ada hal yang membuat orang terharu, atas tingkah ramah yang selalu ia pancarkan oleh sosok karismatik itu, dimana saat hendak memasuki mobil salah satu orang tua yang memiliki anak laki-laki dari Desa Adat Koripan Tengah menyampaikan bahwa putranya sangat mengagumi sosok Arya Wedakarna, tetapi ia tidak memberanikan diri untuk menyapa, sehingga tak lama setelah itu Shri  Gusti Wedakarna langsung menyapa hangat dan memberikan kenang-kenangan berupak kalung Tridatu kepada putranya itu, dan ia langsung memberikan semangat kepada anak laki-laki itu agar kelak di masa depan Bali mempunyai SDM yang hebat, pintar serta berkualitas tinggi.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *