Categories BudayaHinduSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA BERPENDAPAT PEMERINTAH SERAHKAN SEMUA URUSAN EVENT PADA EVENT ORGANIZER ( EO ) AGAR LEBIH PRODUKTIF

SATYAGRAHA  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Menyerahkan Piala pada Delegasi Paduan Suara asal Filippina

SENATOR RI SERAHKAN PIALA 7TH BALI INTERNATIONAL CHOIR FESTIVAL 2018

Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mendapatkan kehormatan untuk menyerahkan Penghargaan 7th Bali International Choir Festival 2018 diacara Penutupan Acara di Desa Kertalanggu Denpasar. Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 5000 peserta dan official dari 16 negara ini, dipertandingkan sejumlah kategori paduan suara dari berbagai tingkatan termasuk partisipasi yang sangat aktif dari peserta seluruh Indonesia. Apresiasi atas usaha dari penyelenggara acara yang secara konsisten mengadakan event internasional ini hingga menginjak kali kedelapan pada tahun 2018 dan usaha ini dianggap memberikan kontribusi positif pada perkembangan dunia pengetahuan termasuk seni budaya di Bali, hingga memperkuat tagline Bali, Pulau Pengetahuan ( Bali The Island Of Science ). “Bangga luar biasa ada saudara sebangsa yang akhirnya memberikan perhatian bagi Bali sebagai venue dari acara tahunan Bali International Choir Festival. Acara Paduan suara ini semakin mengukuhkan bahwa Bali bukan sekedar menjadi tempat tempat wisata belaka, tapi juga menunjukkan Bali sebagai host acara bernuansa seni musik tingkat dunia. Saya melihat sendiri bagaimana 5000 orang tumplek di Bali selama seminggu untuk menikmati event ini, dan secara tidak langsung mereka menjadi turis juga. Acara besar dengan skala besar ini yang harus diperhatikan semua pihak. Saya dari DPD akan memberikan rekomendasi resmi agar event ini didukung oleh  pemerintah. “ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Seni, Budaya dan Pariwisata ini. Namun ia menyayangkan jika event sebesar ini tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah pusat dan daerah.”Saya berharap kedepan pemerintah Bali dan Kementrian terkait membantu usaha usaha anak muda yang hebat ini dalam acara Choir ini. Tidak  mudah mendatangkan 5000 turis ke Bali ditengah kondisi sulit seperti ini. Saya angkat topi pada event organizer ( EO ), secara swadaya mereka bisa membuat acara  hebat seperti ini Pemerintah belum tentu bisa mengadakan acara besar seperti ini, walau pemerintah punya dana besar. Jadi kedepan harus ada yang dirubah dalam pola pola promosi Bali dan juga pengadaan event – event bisnis di Bali, visinya pemerintah stop bertindak menjadi EO. “ungkap Senator Wedakarna. Ia pun membayangkan bahwa kedepan SDM pemerintah di kementrian dan kedinasan tidak lagi disibukkan dengan hal hal terkait dengan teknis acara. “PNS di Pemerintahan itu jangan lagi disibukkan dengan urusan  teknis jadi panitia acara ini dan acara itu. PNS dan pejabat itu ya urusannya bagaimana menjalankan aturan Perda dan UU dengan baik, termasuk menularkan ide ide kreatif bagi daerah. Seperti sekarang, khususnya di Kementrian Kementrian dan Kedinasan, banyak PNS merangkap menjadi Panitia entah tujuannya ingin korupsi alias ingin komisi. Kalau kompetensi saya yakin mereka belum kompeten. Jadi saran saya, pemerintah tinggal serahkan saja program acara Seminar, Workshop, Festival, Pesta Seni dan lain sebagainya kepada EO. Kan sudah ada sistem lelang. Untuk urusan ini tidak perlu sampai merubah UU, cukup inisiatif aturan internal di Kementrian atau di Pemerintahan Daerah. Kedepan kita dorong seperti itu. Jadi save energi dan hitung  hitung memberikan kesempatan pada anak anak muda pengusaha Bali EO. “ungkap Senator  Termuda asal Bali Senator Arya Wedakarna ini. Maka dari itu ia meminta kepada pengusaha muda Bali agar mulai terjun ke bisnis MICE ( Meeting, Incentive, Conference, Exhibition ) untuk bisa menjadi mitra strategis pemerintah. “Pengusaha Bali, anda bisa tawarkan program anda ke 700 lebih kantor Kepala Desa di Bali, di 54 Kantor Kecamatan, dan Ratusan SKPD Kedinasan diseluruh Bali. Silahkan cari untung, itu wajar, tapi berikan pelayan terbaik. Secara UU ini dimungkinkan dan ini namanya ekonomi kreatif. This is Satyagraha”pungkas Shri Arya Wedakarna.  ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *