Categories HinduInternasional

TERSIMPAN DI EROPA, MANUSKRIP LELUHUR NUSANTARA TERHINDAR DARI AKSI RADIKAL

SATYAGRAHA –  Senator RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Universitas Leiden Belanda

SENATOR WEDAKARNA KUNJUNGI UNIVERSITAS LEIDEN BELANDA

Senator RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mendorong agar sejumlah manuskrip dan sejarah keleluhuran Nusantara untuk dapat dikembalikan oleh kerajaan Belanda. Hal ini mengingat begitu banyaknya pusaka bangsa Indonesia yang dipindahkan ke Kerajaan Belanda khususnya dimasa penjajahan Belanda selama 350 tahun. Universitas Leiden Belanda adalah salah satu tempat yang selama ini dikenal sebagai pusat arsip sejarah Indonesia termasuk juga keberadaan manuskrip asal Majapahit dan Bali. Dan perjuangan agar keberadaan manuskrip ini bisa dikembalikan segera ke Indonesia disampaikan oleh Senator RI, Gusti Wedakarna. “Saya kira sebagai bangsa yang besar dengan sejarah hebat, kita tetap bercita – cita agar pusaka bangsa bisa kembali ke Indonesia. Salah satunya pusaka, pratima dan manuskrip baik berupa babad, lontar dan purana dari kerajaan -kerajaan di Indonesia yang kini tersimpan di Leiden. Tapi pertanyaannya apakah kita sanggup merawat pusaka – pusaka ini ? jangan sampai sudah ada ditangan kita tapi justru terlantar. Apalagi ada sekelompok aliran radikal di Indonesia yang menginginkan sejarah Hindu dan Budha di Indonesia ini musnah. Jadi agak dilematis jika ingin mengembalikan pusaka bangsa ke tanah air. Selain memang butuh kerjasama antara pemerintah dan pemerintah ( G to G ). “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga menyayangkan bahwa di Indonesia, budaya untuk menghargai ajaran leluhur dimasa lalu semakin menipis dan itu menjadi tantangan kepada anak muda Bali khususnya umat Hindu agar lebih giat berpendidikan  tinggi. “ Beberapa bulan lalu, ada wacana lagu Gending Sriwijaya akan dihapus di Sumatera Selatan karena dinilai bernuansa Hindu Budha. Saya sudah kirim nota protes ke Sumsel dan saya dengar akhirnya Gending Sriwijaya dipertahankan. Di Mojokerto ada penjualan artefak bekas Kerajaan Majapahit secara diam -diam di pasar gelap. Dibeberapa wilayah di Indonesia juga terjadi hal yang sama, bahwa banyak candi – candi Hindu Budha yang disengajakan terbengkalai. Dibeberapa provinsi saya amati, pelestarian museum masih seadanya dan banyak sejarah kerajaan Hindu Budha mulai dihilangkan.  Dan ini jujur saja sangat memprihatinkan. Saya minta pemerintah pusat benar mendorong Tri Sakti Bung Karno yakni berkepribadian dibidang budaya.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta agar Indonesia menyelesaikan masalah domestik terutama masalah kelompok radikal terlebih dahulu sebelum berinisiatif memulangkan manuskrip ke tanah air.
“ Kelompok radikal ini bukan hanya ormas ya, tapi banyak yang ada ditataran birokrasi. Ini yang harus dibersihkan dahulu. Kelompok garis keras ini kan sudah menjalar kemana – mana. Dan mereka ini sangat anti Pancasila termasuk ide mendirikan Khilafah atau negara Islam. Jadi buat saya, ya kita simpan dulu Manuskrip dan Pusaka Indonesia di Eropa agar aman dari penghancuran. Kita harus belajar dari Afganistan, Suriah, Irak dan Mesir dimana banyak Artefak Hindu Budha di negara timur tengah dihancurkan. Kalaupun dikembalikan, yang paling siap memelihara hanya Bali dan Yogyakarta. Kita juga perlu UU yang kuat.”ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali. (HUMAS)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *