Categories BudayaHinduNasional

INGATKAN KESEIMBANGAN MENJAGA NAMA BAIK PERUSAHAAN DAN HAK SERIKAT PEKERJA

ARAHAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Memimpin Pertemuan Di Hotel W Seminyak Kuta Badung

SENATOR RI SOROTI  KASUS TENAGA KERJA DI HOTEL “W” SEMINYAK

Dalam dunia bisnis, perlawanan karyawan apapun bentuknya baik demonstrasi, aksi simpatik dan juga gugatan ke sejumlah pihak adalah sesuatu yang sangat harus dihindari. Dunia industri terlebih faktor jasa pariwisata sangat tergantung pada persepsi keamanan dan stabilitas usaha, dan seyogyanya setiap masalah bisa diselesaikan secara internal. Hal ini diingatkan oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di Hotel W Seminyak untuk menindaklanjuti aspirasi dari I Wayan Agus Sarwatama yang dulunya adalah karyawan Hotel W sekaligus Ketua Serikat Pekerja Mandiri ( SPM ) W Bali Seminyak. Dalam kesempatan tersebut, Senator Wedakarna disambut oleh General Manager, HRD, Pengurus Suka Duka Hindu serta jajaran lainnya. Sebelumnya pada (25/6) Senator DPD RI telah mengadakan pertemuan sepihak dengan pelapor pengurus SPM  di Kantor Lurah Kerobokan Kelod Kuta. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak DPD RI Utusan Bali mempersilahkan bagi pekerja yang merasa dirugikan untuk melanjutkan hak – haknya termasuk mengajukan peninjauan kembali pada Pengawas Tenaga Kerja dibawah Dinaskaer Prov Bali jika benar adanya bukti – bukti baru untuk meninjau rekomendasi dari Disnaker Bali termasuk jika ingin mengadakan aksi ke Kantor DPRD Bali. “Kami mendapat laporan bahwa pada tanggal 7 Juni 2018 telah terjadi aksi demonstrasi di depan Hotel W Seminyak, yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan DPD RI Bali pada (25/6). Kemudian pada ( 21/7) ada aksi di Gedung DPRD  Bali.  Dan kini saya selaku DPD RI hadir di Hotel W untuk mendengar langsung penjelasan dari manajemen terkait masalah ini, sekaligus penanganannya seperti apa. Disatu sisi saya ingin semua pihak mengedepankan jalan tengah, karena jika masalah ini dibawa keranah hukum, sama saja membuka kelemahan masing – masing. Tidak ada gunanya. Ini penting saya ingatkan karena bisnis hotel adalah bisnis yang sangat mengedepankan nama baik. Jangan karena salah penanganan terhadap satu karyawan, mengakibatkan korban ratusan karyawan yang lain. Disatu sisi kebijakan internal tidak bisa dilaksanakan secara kaku, jika hal ini sudah masuk ranah hukum dan proses politik diparlemen. Itu nasihat saya. “ungkap Senator Wedakarna. Dikesempatan itu, Senator Wedakarna juga menyampaikan pandangannya kepada siapapun di Bali, khususnya para perusahaan dengan skala besar bahwa membentuk Serikat Pekerja adalah hak dari karyawan Indonesia dan sudah ada payung hukumnya yakni UU dan disinilah letak kebijaksanaan perusahaan apapun untuk mengakomodir. “Setiap perusahaan di Indonesia khususnya di Bali, jangan sekali kali menganggap Serikat Pekerja ( SP ) adalah saingan atau lawan dari manajemen. Justru jika ada Serikat Pekerja, maka perusahaan dapat membina pekerja dengan sebaik baiknya, dan saluran aspirasi akan tersampaikan secara internal. Saya amati banyak aspirasi pekerja menjadi liar dan tidak terkontrol justru karena tidak adanya SP. Dan saya harapkan perusahaan di Bali agar mengijinkan pekerja dan karyawannya membentuk SP. Ini sangat manusiawi sekali dan belajar menjadikan SP adalah aset perusahaan bukan sebaliknya menjadikan sebagai ancaman. Tapi disatu sisi, kelompok karyawan juga tidak boleh asal membentuk SP tanpa restu serta tata krama dari perusahaan. Mindset dua pihak harus dirubah. “ungkap Senator Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF – PBB ini. Apresiasi DPD RI Bali terhadap FSPM dan sosok figur kritis seperti Agus Sarwatama. “Saya senang dengan sosok Agus Sarwatama yang sempat diundang ke Jeneva Swiss untuk menjadi tokoh muda Indonesia dalam perjuangan hak hak pekerja. Hikmahnya dari kejadian ini, secara tidak langsung Bali melahirkan sosok yang berani. Terlepas dari benar dan salah, sosok Agus Sarwatama sudah menjadi ikon pergerakan pekerja di Bali. Dan FSPM sangat konsisten membela kepentingan anggotanya. Semoga semua bisa diselesaikan dengan baik dan secara internal.”ungkap Arya Wedakarna ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *