Categories BudayaHindu

PERINGATAN SUGENG WIYOSAN SHRI ARYA WEDAKARNA KE-38 DI ISTANA MANCAWARNA

TARI SAKRAL BEDOYO SEGORO KIDUL TEDUN DI ACARA “RAJA YADNYA” 

Puri Ageng Tegeh Kori sedang berbahagia, pasalnya Penglingsir  Puri, yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III pada hari ini 23 Agustus 2018 Wuku Menail Tahun Isaka Warsa 1940 memperingati hari lahir ( Sugeng Wiyosan) Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Sejumlah rangkaian upacara dan ritual pun disiapkan untuk menyongsong hari berbahagia ini. Demikian disampaikan oleh Dewa Anom Kurniawan ( Humas Istana Mancawarna Tampaksiring ) disela sela persiapan ritual dan upacara Sugeng Wiyosan.  Iapun menyatakan bahwa acara Sugeng Wiyosan ( Hari Ulang Tahun ) Kaping 38 Shri Gusti Wedakarna akan menampilkan Tari Bedoyo Segara Kidul di Istana Mancawarna Tampaksiring. “Tari Bedoyo Segara Kidul adalah ciptaan dari Ratu Shri Gusti Arya Wedakarna sendiri pada tahun 2016. Tari ini hanya boleh dipentaskan dihadapan beliau Abhiseka Raja yakni pada 23 Agustus ( Sugeng Wiyosan ), 11 November ( Hari Lahir Leluhur Hindu Majapahit ) dan 31 Desember ( Hari Jumenangan Ngadeg Ratu ). Tari ini sebagai wujud keterikatan seorang putra dengan ibundanya khususnya pada leluhur Padjajaran dan Mataram yakni Gusti Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan. Nanti para undangan dapat langsung menyaksikan tarian ini di Istana. Ini kesempatan langka. “ungkap Dewa Anom. Lebih jauh secara umum terkait dengan upacara Sugeng Wiyosan ini kan melibatkan banyak pihak diseluruh Bali, termasuk pada upacara upacara mohon restu dipura – pura besar di Bali. “Dalam Kitab Niti Sastra, setiap raja adalah ayah dari seluruh semesta. Selama ini Ratu Gusti Wedakarna sudah dikenal sebagai pemimpin  muda Indonesia yang memiliki nama baik tidak saja di Bali tapi hingga didunia. Beliau sudah dikenal sangat merakyat dengan banyak hasil karya momumental diusia yang sangat muda. Ini tentu bukan karya sekala semata, tentu ada leluhur yang menggerakkan langkah beliau. Kita berharap dihari jadi beliau yang ke -38 ini, langkah beliau sebagai penglingsir dan ksatria Bali semakin nyata dalam memperjuangkan agama Hindu dan eksisnya budaya Bali. Kami mohon doa restunya. “ungkap Dewa Anom. Pada acara hari ini di Istana Mancawarna Tampaksiring akan di isi sejumlah rangkaian kegiatan yakni upacara Raja Yadnya yang akan dipimpin Ida Bhagawan Dalem Nabe Wira Kerthi ( Griya Lebah Siung Singaraja ), ritual ini akan diisi oleh Agnihotra, Pembacaan Kitab Suci Weda, Pelepasan Burung Merpati serta Upacara Pelukatan Agung. Pada tahun 2018 ini akan dipendak 38 Tirta Suci yang  berasal dari 38 Pura Besar di Bali ( Sad Khayangan ) yang nantinya akan digunakan untuk sarana pelukatan Abhiseka Ratu. Selain upacara ritual, akan dirangkaian juga dengan acara jamuan makan malam ( Royal Diner ) dan penyerahan sejumlah penghargaan Istana kepada sejumlah tokoh Bali. ( humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *