Categories BudayaHindu

SHRI ARYA WEDAKARNA DUKUNG PELESTARIAN JANGER SAKRAL

Foto – Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali (Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III) Bersama Pengurus Sekaa Teruna Yuda Asmara Usai Menerima Audensi dan Sekaligus Memberikan Buku SUKLA. 

MENERIMA AUDENSI SEKAA TERUNA YUDA ASMARA BANJAR SAWAH DENPASAR SELATAN DI KEPUSTAKAAN BUNG KARNO RENON DENPASAR

Selaku Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang membidangi Bidang Kebudayaan dan Agama Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (MTru), M.Si dan yang terkenal sebagai tokoh muda Bali yang selalu konsisten untuk memprioritaskan sektor pendidikan, agama dan adat di selau-sela waktunya yang padat telah menerima rombongan Sekaa Teruna Yuda Asmara Banjar Sawah Kelurahan Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan di Kepustakaan Bung Karno Renon Denapasar. Ia pun menyambut baik maksud dan tujuan dari pengurus Sekaa Teruna Yuda Asmara itu. Pada kesempatan yang berbahagia itu Ni Luh Eka Krisna Dewi (Jubir Rombongan) Sekaa Teruna Yuda Asmara menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah menerima mereka di tempat yang luar biasa itu, dari informasi yang disampaikan olehnya bahwa dalam waktu dekat ini Sekaa Yuda Asmara akan mengadakan rangkaian peringatan HUT Sekaa Teruna Yuda Asmara yang ke-46 Tahun pada bulan september mendatang, sehingga ia berharap kedepan acara HUT yang ke-46 dapat berjalan dengan lancar dan bisa mendapatkan sinergi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Utusan Provinsi Bali yang membidangi Bidang Kebudayaan. Ia pun menyampaikan juga bahwa di Sekaa Teruna Yuda Asmara memiliki perkumpulan seni tari janger yang beberapa taun ke belakang sudah beridiri, memang sejauh ini menurutnya seni tari janger yang mereka miliki tidak seperti seni tari janger pada umumnya, karena seni tari janger yang mereka tampilkan ini merupakan seni tari janger yang sakral dan mempunyai makna filosofis tersendiri, dimana sejauh ini tari janger mereka hanya ditampilkan di acara-acara suci saja, seperti halnya saat odalan di Pura-Pura. Menanggapi hal tersebut Dr. Shri Gusti Wedakarna MWS III sangat apresiasi kepada pengurus Sekaa Teruna Yuda Asmara yang sangat berambisi untuk tetap menjaga adat istiadat atau tepatnya peninggalan leluhur dahulu, ia menyampaikan sejauh ini dirinya selalu mendukung Sekaa Teruna diseluruh Bali, karena ia sampaikan bahwa semestinya Seka Teruna ini harus menjadi mitra starategis Desa Adat, hal itu ia sampaikan mengingat generasi yang hebat adalah generasi muda yang berani, kritis, cerdas dan yang pasti anak muda yang setia dengan ajaran leluhur dan peninggalan leluhur. Kedepan ia akan terus mendukung Sekaa Teruna untuk selalu menjadi mitra starategis Desa Adat, dan ia selalu mengingatkan kepada Desa Adat untuk selalu mendukung setiap kegiatan Seka Teruna demi terjaganya eksestensi Desa Adat dan juga melatih anak-anak muda Bali untuk pintar berorganisasi dan mencari soft skill sebanyak-banyaknya,’’Saya akan selalu mendukung Sekaa Teruna untuk menjadi mitra strategis Desa Adat, karena Desa Adat bisa hebat dan kuat itu harus ada dukungan penuh dari pemuda pemudinya, dan Saya berharap dengan kuatnya Desa Adat di Bali maka kedepan Bali akan selalu Ajeg,’’Ungkap Arya Wedakarna yang merupakan mantan Rektor Universitas Mahendradatta itu. Sambungnya juga terkait dengan informasi yang disampaikan kepadanya terkait dengan tarian janger yang sakral ia meminta untuk dibuat semacam ciri khas daripada seni tari janger sakral itu agar dapat menjadi tarian yang tidak sembarangan ditampilkan di event-event selain acara upakara suci agama Hindu, karena ia sampaikan kalau memang seni tarian janger yang dimiliki oleh Sekaa Teruna Yuda Asmara itu berbeda dengan seni tarian janger ada umumnya itu ia rasa sangat bagus, sebab sudah ada pembeda dari makna filosofis seni tari janger yang umum dengan seni tari janger yang sakral, tetapi yang perlu ia tekankan bahwa apabila Sekaa Teruna Yuda Asmara sudah menyatakan seni tari janger yang mereka miliki merupakan seni tari yang sakral maka ia minta untuk pertahankan karakter hebat itu, jangan nanti di kalahkan dengan iming-iming untuk mengisi acara yang tidak memiliki nilai-nilai upakara suci agama Hindu, melainkan hanya untuk di kenal saja, karena hal itu dapat menjual daripada karakter tarian sakral itu sendiri, dan ia rasa juga apabila seni tari janger itu mau dikenal oleh masyarakat luas nanti pada saat Pesta Kesenian Bali (PKB) tampilkan saja. Di akhir ia sampaikan kepada pengurus Sekaa Teruna Yuda Asmara untuk selalu semangat menjadi bagian daripada mitra strategis Desa Adat, dan ia tekankan jangan lupa untuk selalu menjaga nilai-nilai leluhur, karena itu merupakan tugas yang harus tetap di jalankan, dan ia juga meminta agar Ekonomi Kreatif warga adat untuk selalu dikembangkan agar kedepannya lebih maksimal, karena hal tersebut merupakan hal positif yang dapat berimbas terhadap perekonomian semeton Bali, dan juga perkuat produk sukla yang ada di Desa Adat Banjar Sawah, sebab hal tersebut merupakan gerakan yang dapat memproteksi UU Produk Halal.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *