Categories BudayaNasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA UMAT HINDU DAN KRISTEN BEKERJASAMA MELAWAN RADIKALISME

PENGHARGAAN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Meraih Penghargaan Tokoh Penjaga Keberagamaan Bersama Tokoh Nasrani

SENATOR RI TERIMA ANUGRAH PERSATUAN WARTAWAN NASRANI INDONESIA

Kerjakeras dibidang politik tokoh Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam menjaga keberagaman khususnya dalam hubungan kerjasama Hindu Kristen di Indonesia, akhirnya diganjar dengan penghargaan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna).Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Yusuf Mujiono ( Ketua Umum Pewarna ) dan disaksikan langsung oleh Prof. Thomas Penturi ( Dirjen Kristen Kementrian Agama RI ), Pendeta Gomar Gultom ( Sekretaris PGI ), Pendeta Rony Mandang  ( Ketua Umum Persatuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia / PGLII ) serta tokoh tokoh gereja Indonesia. Terkait penghargaan ini, Yusuf Mujiono menyatakan bahwa sosok Dr Arya Wedakarna dianggap sebagai simbol Bali yang telah menjaga hubungan baik antara Hindu dan Kristen, dan diharapkan mampu menjadi ditingkat nasional. Mengapresiasi penghargaan ini, Dr. Arya Wedakarna yang juga Senator DPD RI Utusan Bali menyampaikan bahwa kerjasama antara umat Hindu dan Nasrani adalah suatu kehendak zaman, hal ini disebabkan karena adanya satu situasi urgen yang diperlukan oleh bangsa ini khususnya dalam hal penyelamatan ideologi Pancasila. “Tokoh Hindu dan Nasrani perlu mengingatkan umatnya, bahwa menjaga keutuhan NKRI dengan ideologi Pancasila adalah puncak perjuangan dari seluruh anak anak Tuhan, karena apapun karunia yang didapat oleh umat saat ini, semuanya bersumber pada keteduhan Pancasila sebagai filosophy pemersatu bangsa. Tapi jika umat Hindu dan Nasrani lalai, bisa jadi Indonesia ini berubah menjadi negara agama dalam waktu dekat. Dan kita bisa lihat saat ini kondisi bangsa ini terancam terpecah.”ungkap Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Kedepan, Wedakarna menghimbau kerjasama mutual antara umat Hindu dan Nasrani disegala bidang. “Saya akui selama ini banyak ada dinamika dan gesekan kecil antar umat dilapangan, misalkan masalah oknum misionaris atau masih adanya diksi diksi yang menjauhkan hubungan Hindu dan Kristen dibeberapa wilayah, tapi itu bisa diselesaikan dan diredam dengan pendekatan persuasive dan ahimsa ( tanpa kekerasan ). Dan mulai saat ini, saya sendiri akan terdepan untuk bersama sama berjuang menjaga harmonisasi hubungan Hindu dan Kristen tidak saja di Pulau Dewata tapi di Indonesia. Kerjasama dikantong kantong Hindu di Indonesia pun akan dibangun, karena jelas kita punya musuh bersama. Satu goalnya adalah kerjasama mutual antara Hindu dengan Kristen baik Protestan dan Katolik dibidang politik, ekonomi dan kebudayaan sebagaimana amanat Tri Sakti Bung Karno. “ungkap Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF – PBB ini. Iapun meminta agar umat Hindu dan Kristen di Bali untuk melupakan perbedaan yang ada selama ini, dan bersatu padu untuk membantu pemerintah dan negara untuk melawan gerakan radikalisme. “Saya ingin menggandeng umat Nasrani untuk bersatu melawan radikalisme. Kita bangkitkan lagi kerjasama tokoh pendiri bangsa pada 1945 khususnya saat menolak Piagam Jakarta untuk membela ideologi Pancasila. Waktu itu pahlawan nasional dari Bali yakni Mr. Gusti Ketut Pudja bekerja sama dengan erat dengan tokoh Nasrani dan Indonesia  Timur. Jika dulu leluhur kita berjuang untuk meletakkan ideologi Pancasila, kini dizaman mileanial ini tugas kita menjaga Pancasila dari rongrongan kaum radikalisme. Peran 6 Provinsi yakni Bali, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat harus bersatu padu. 6 Provinsi ini adalah penghalang berdirinya negara agama di Indonesia.  Setelah hari ini kerjasama akan semakin konkrit. “pungkas Senator Arya Wedakarna yang juga Warga Kehormatan Pensacola Florida Amerika Serikat ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *