Categories BudayaHindu

SHRI ARYA WEDAKARNA BANGGA KESADARAN UMAT BERYADNYA SEDERHANA SEMAKIN TINGGI

Foto – Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali Saat Menghadiri Upacara Manusa Yadnya Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Di  Desa Kerobokan Kelod Kuta Utara 

MENGHADIRI UPACARA POTONG GIGI DI DESA KEROBOKAN KELOD KUTA UTARA

Anggota Komite III DPD/MPR RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang membidangi Bidang Agama dan Kebudayaan selalu komiten dan konsisten dalam menggelorakan semangatnya agar upacara-upacara di Bali disederhanakan, hal itu ia anggap penting demi menjaga stabilitas ekonomi di Bali, karena sejauh ini ia merasa Bali harus revolusioner dalam melaksanakan upacara-upacara salah satunya upacara manusa yadnya, sebab ia menilai kalau Bali tidak segera menyederhanakan upacara-upacara maka keadaan ekonomi di Bali akan tidak stabil, dan ia juga sampaikan bahwa hal tersebut dapat menjadi masalah jika tidak segera diantisipasi, yang mana juga hal tersebut sangat dirasakan oleh kaum-kaum marhaen. Pada kesempatan yang berbahagia ia menyempatakan diri hadir dan memenuhi undangan acara Manusa Yadnya I Gede Belly Arya Ardila, S.Ds, I Made Dwiarya Swandi, Ni Luh Indah Desira Swandi, S.Psi, M.Psi, Ni Made Rai Sintya Devi, Ni Putu Ristia Kuspratiwi dan Made Mangdalena Widodo di Desa Kerobokan Kelod Kuta Utara yang merupakan salah satu Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. Ia pun disambut baik oleh semeton-semetonnya saat menghadiri acara Manusa Yadnya itu, hal itu juga diungkapkan oleh tuan rumah penyelenggara acara dengan rasa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah berkenan hadir ditengah-tengah kesibukannya sebagai Pejabat Negara. Tak lupa sebagai wakil daerah yang mewakili suara Rakyat Bali di Senayan Jakarta Dr. Shri Gusti Wedakarna selalu menyampaikan untuk menyederhanakan upacara, memang secara kewajiban sebagai wangsa Bali warga Bali harus selalu menjaga adat istiadat itu sendiri, tetapi menurutnya sebagai generasi penerus dimasa mendatang, Bali juga harus menyesuaikan dengan cara merevolusioner tatanan upacara-upacara yang banyak memakan biaya, jangan sampai hanya dikarenakan ingin menyelenggarakan upacara yang mewah tapi dapat berdampak buruk terhadap keadaan ekonomi itu sendiri, sehingga hal itulah yang ia rasa harus diproteksi, jangan sampai terlena dengan acara-acara yang mewah, tetapi yang terpenting adalah bagaimana makna dan tujuan tersebut tetap dipertahankan tanpa merubah ajaran yang diturunkan oleh leluhur zaman dahulu,’’Saya ucapkan selamat kepada semeton yang telah melaksanakan acara manusa yadnya ini, semoga dengan melaksanakan upacara ini semua diberikan berkah yang baik dari Tuhan dan dapat menjadi generasi yang menjunjung tinggi ajaran Hindu,’’Ungkap Gusti Wedakarna yang juga merupakan President Hindu Center Of Indonesia saat hadir diacara Manusa Yadnya. Di akhir ia menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah menyelenggarakan Manusa Yadnya, menurutnya dengan melaksanakan Upacara Potong Gigi/Manusa Yadnya maka orang tua sudah dianggap menjalankan kewajibannya sebagai Guru Rupaka yang baik. Serta ia juga menilai sudah ada upaya-upaya yang revolusioner yang mana acara yang diselenggarakan dengan cara bersama-sama atau yang sering dikatakan sebagai gotong royong, sehingga hal tersebut adalah cara yang sangat efektif untuk mengurangi biaya dalam melaksanakan upacara Manusa Yadnya ataupun upacara lainnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *