Categories HinduSatyagraha

UMAT HINDU DIKENAL JUJUR DALAM BERBISNIS KARENA TERIKAT “HUKUM KARMA”

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pengusaha Hindu Bidang Mebel Ibu Jro Mangku Ni Made Dewi Mahardi dan Putra di Mengwi Badung

BANGKITKAN EKONOMI SATYAGRAHA DIBIDANG FURNITURE

Umat Hindu Indonesia kini menjadi primadona dalam setiap proses jual beli dalam bisnis perdagangan jasa dan industri. Hal ini dikemukakan oleh sejumlah buyer internasional di Bali, bahwa mereka lebih percaya kepada orang Bali dalam mengelola bisnis mereka karena sejumlah faktor, diantaranya kejujuran orang Bali masih sangat dihargai walau zaman sudah modern seperti saat ini. Orang Bali dikenal jujur dalam berbisnis, tidak terlalu mencari keuntungan yang besar dan selalu bertanggung jawab terhadap klien karena ada faktor pengikat yang mempengaruhi yakni “HUKUM KARMA PHALA”. Demikian diungkap Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat mengadakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Badung. “Saya kira, pengusaha Hindu Bali akan tetap mendapatkan kepercayaan besar dari pihak internasional, karena prinsip prinsip orang Hindu Bali dalam berusaha sudah menjadi legenda. Coba kita lihat bagaimana orang Bali berusaha, mereka akan mengatur usaha dan bisnis mereka secara tertata dan dipenuhi kesucian. Dari parkir, kebersihan, adanya ruang pemujaan pelinggih, asap dupa yang menyenangkan dan juga karakter orang Bali yang sangat ramah dan murah senyum. Dan penampilan wanita – wanita Bali yang cantik dan bersahaja tanpa harus bernampilan impor alias asing. Ini semua adalah strategi marketing yang menarik. Dan yang paling utama adalah kejujuran. Dalam bisnis, sebagian besar pebisnis Bali percaya akan hukum karma. Mereka ketika mendapat keuntungan pasti menyisihkan penghasilannya untuk yadnya dan upacara. Berbeda dengan pendatang di Bali ( Dauh  Tukad ), yang banyak justru menggunakan keuntungannya untuk membangun daerah luar Bali. Jadi saya ingin memberikan semangat pada warga pribumi Bali, bahwa jagalah kepercayaan ini dengan baik. Karena Bali berarti nama baik. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kunjungan ke Mebel UD. Mebel Bulat Sari Mas di Jl. Raya Ubud Br. Sigaran Mekar Bhuana Abiansemal Badung, Gusti Wedakarna mendorong agar semakin banyak orang Bali bisa menjadi pengusaha dibidang meubeler, karena dari segi kualitasnya jauh lebih baik dan itupun ia contohkan dilingkugan terdekatnya. “Saya kalau butuh mebel pasti saya cari pengusaha Bali. Pertama mereka berjualan itu tidak bohong, kalau barang bagus yang pasti bilangnya bagus begitu juga sebaliknya. Pengusaha Hindu tidak mengambil keuntungan terlalu banyak dan harga bersaing. Ketika, hasil kerja tukang tukang Bali itu metaksu, hasil karya dibidang mebel lain dibanding kita impor dari luar Bali misalnya. Keempat, jika kita berbelanja pada orang  Bali, maka kita akan membantu pura, yadnya dan juga kesucian Bali. Karena pengusaha Hindu pasti akan merekrut semeton Bali, dan pasti mereka akan berupacara di pura. Lain hal nya jika kita berbelanja pada kaum dauh tukad yang belum tentu peduli pada parahyangan kita. Dan kualitas orang Bali dalam bekerja kini diakui dimana – mana. Baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Lombok NTB, dan wilayah lainnya. Ini membanggakan, karena umat Hindu memiliki taksu dalam mengerjakan sesuatu dan ini sudah diakui dunia. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga pembina dari Asosiasi Pengusaha Pribumi Bali ( APPB ) ini. Ini adalah gerakan satyagraha yang digagas oleh Gusti Wedakarna untuk memajukan ekonomi orang Bali dan umat Hindu Indonesia (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *