Categories Hindu

GUSTI WEDAKARNA OPTIMIS SUKLA SATYAGRAHA JADI GERBONG UTAMA PEMBANGUNAN EKONOMI BALI 

APRESIASI WARUNG SUKA-SUKA FRIED CHICKEN TERBENTUK  HINGGA 57 CABANG

Sukla Satyagraha sebagai  brand identitas produk umat Hindu kini kian akrab ditelinga masyarakat hindu Bali. Setelah merambah usaha warung –warung makan tradisional serta jajanan bali, kini Gerakan Satyagraha yang digagas oleh Anggota Komite III DPD RI Bidang Ekonomi Kreatif, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang dicita-citakan sebagai gerbong kekuatan ekonomi Hindu kini  semakin mempertegas keberadaannya dengan merambah franchise makanan siap saji. Hal ini terbukti saat Gusti Wedakarna mengunjungi cabang outlet Suka-suka Friedchicken milik Komang Susanto dan Kadek Juniantari yang berada di Semarapura Kabupaten Klungkung. Pada kesempatan tersebut, melalui Putu Agus Indrawan Yudi (Pemilik Merk franchise), mengucapkan terima kasih atas waktu luang yang diberikan Gusti Wedakarna untuk dapat mengunjungi cabang outlet binaan yang ia kelolah, dirinya berharap dengan hadirnya Dr. Arya Wedakarna, baik dirinya serta pemilik outlet yang juga hadir pada kesempatan kali ini tentunya akan mendapatkan motivasi dan modal penting guna memanajemen dan mengembangkan bisnis yang dijalani untuk kedepannya. Ia juga melaporkan bahwa saat ini outlet yang ia kelolah sudah mencapai 57 cabang outlet yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. Selain itu ia menjelaskan bahwa bisnis ini ia garap berawal dari kondisi kompetisi lapangan pekerjaan yang cukup jarang memberi peluang tenaga kerja lokal di Bali. Bahkan hal ini juga ditambah dengan dinamika perekonomian disejumlah daerah yang tidak kunjung memberikan titik terang bagi masyarakat lokal didaerah untuk bersaing di daerahnya aslinya dan berdampak pada tenaga kerja lokal dari berbagai daerah hanya menumpuk di pusat kota dengan menunggu datangnya kesempatan. Tidak hanya sampai disitu saja, ia juga menjelaskan Bahwa kondisi tersebut juga diperparah lagi dengan jumlah ribuan lulusan SMA,SMK bahkan lulusan puluhan perguruan tinggi setiap tahunnya, tentu sangat sulit apabila tidak dibarengi dengan mental dan terobosan kreatif baru. Sehingga dengan alasan itulah ia berkeinginan untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi anak muda bali melalui bisnis franchise sebagai solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Menanggapi hal itu, Gusti Wedakarna memberikan apresiasi yang luar biasa atas semangat entrepreaneur  muda yang dimiliki Putu Agus Indrawan Yudi untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekonomi masyarakat Bali. “ Ini merupakan terobosan kreatif dan sikap cerdas yang dimiliki Putu Agus Indrawan Yudi dalam menyikapi persoalan dinamika perekonomian Bali yang kian hari semakin sempit dengan kondisi globalisasi, tentu produk ini potensi pilihan yang sangat produktif dan saya rasa bisnis makanan seperti ini sangat menggiurkan dan memiliki jumlah persentase berkali-kali lipat. Saya berharap nantinya apa yang dilakukan Putu Agus Indrawan Yudi dapat menjadi inspirasi bagi kalangan muda lainnya untuk dapat pro aktif mengembangkan industri ekonomi kreatif lainnya yang dapat menjadi bagian dari sub sektor pembangunan ekonomi di Bali. Kata Wedakarna. Dalam kunjungannya, Gusti Wedakarna juga menyempatkan diri untuk meninjau sejumlah sudut outlet dan memberikan sejumlah masukan guna mendongkrak daya Tarik, tidak hanya rasa, desain akan tetapi pengemasan pola strategi pemasaran yang mampu mengundang publiklah yang harus dilakukan agar produk ini terus menjamur tidak hanya di Bali tetapi sampai luar Bali, Sehingga nantinya dapat dijadikan trade mark yang masuk dalam bagian sentral industri pariwisata kita sebagai pilihan dari alternatif utama kuliner tardisional bagi wisatawan yang datang ke Bali. ” Ungkap Gusti Wedakarna yang juga merupakan President The Hindu Center Of Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sangat yakin jika usaha yang digeluti Komang Susanto dan Kadek Juniantari tentunya dapat menjadi motivasi bagi krama kita yang lain untuk mulai percaya diri dan pro aktif mengembangkan konsep ekonomi kreatif lokal yang berbasis usaha mikro seperti ini. Dan konsep seperti inilah nantinya pasti akan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi kita di Bali yang juga berkepentingan juga untuk menjaga agama dan kebudayaan kita. Apalagi, Kalau krama Hindu kita di Bali sudah mulai aktif menjajaki dan menggerakkan usaha mikro seperti ini disetiap Daerah, saya yakin selain penghasilan krama kita akan lebih meningkat, tentu secara relevan, banyak pekerja dari krama kita di Desa akan semakin banyak yang terserap sebagai solusi alternatif mengurangi jumlah angka pengangguran dan kemiskinan di Bali dan tentu krama kita bisa ikut menikmati kesejahteraan dari manfaat tersebut.” Pungkasnya

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *