Categories HinduNasional

WEDAKARNA INGATKAN MAHASISWA HINDU PILIH PEMIMPIN YANG PRO HINDU

MAHASABHA – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Presiden RI, Ir Joko Widodo di Yogyakarta

SETELAH 25 TAHUN, PERTAMA KALI PRESIDEN HADIRI ACARA KMHDI 

Pertama kali dalam sejarah sejak lahir organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma  Indonesia ( KMHDI ), seorang Presiden RI hadir membuka acara Mahasabha. Apresiasi terhadap kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara generasi muda Hindu Indonesia ini disampaikan oleh Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disela sela acara pembukaan Mahasabha XI KMHDI di Kota Yogyakarta. Selain dihadiri oleh Presiden RI dan Senator RI, tampak sejumlah pejabat hadir diantaranya Panglima TNI, Menteri Koperasi dan UMKM serta Menteri ESDM serta Ketua Umum PHDI Pusat dan ribuan undangan umat Hindu Jawa dan utusan KMHDI dari seluruh Indonesia. “Tiang sebagai alumni KMHDI DKI Jakarta periode tahun 2000 – 2001 merasa sangat terhormat bisa hadir dicara Mahasabha III ini. Dihari jadi KMHDI ke 25 tahun, ada pengakuan dari kepala negara yakni Presiden RI yang berkenan hadir dan membuka acara ini. Ini hebat dan mulai saat ini, dimanapun anggoa KMHDI diseluruh Indonesia harus semakin percaya diri dalam berorganisasi. KMHDI harus menjadi terdepan dan sejajar diantara organisasi pergerakan antar agama khususnya kepemudaan.”ungkap Senator Arya Wedakarna ( AWK ). Terkait dengan sikap mahasiswa Hindu Dharma yang memberikan dukungan pada hasil kerja pemerintah pusat khususnya Presiden Joko Widodo, menurut Senator Wedakarna hal itu merupakan hal yang wajar, karena dalam agama Hindu tata krama terkait dengan penghormatan terhadap pemerintah telah diatur dalam ajaran Catur Guru. “Saya menyimak pidato Presidium KMHDI Pusat, Putu Wiratnaya yang banyak memberikan compliment pada pemerintahan Jokowi adalah satu hal sikap yang baik. Apalagi tadi sudah ditegaskan bahwa mahasiswa tetap menjadi mitra kritis pemerintah. KMHDI harus tetap terus bersinergi dengan pemerintah agar lebih maksimal diberdayakan. Secara umum  Presiden juga merespon dengan baik. Saya harap, pemerintah di Indonesia menggandeng banyak alumni alumni KMHDI, karena kalau sudah berurusan dengan SDM Hindu, pasti memiliki kelebihan salah satunya karaktrer orang Hindu setia pada ideologi Pancasila. “ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga pendiri dari Forum Intelektual Muda Hindu Dharma ( FIMHD ) ini. Terkait dengan tugas besar bangsa Indonesia untuk terus memerangi ideologi radikal,  Senator Arya Wedakarna menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan  oleh pemerintahan Joko Widodo saat ini wajib didukung karena memerangi ideologi radikal sama dengan membantu mempertahankan NKRI. “Saya  kira jika kaum radikalis menguasai politik dan pusat pusat kekuasaan, saya kira Indonesia bisa bubar. Bayangkan kalau Indonesia berubah menjadi negara agama, maka dipastikan NKRI tinggal nama. Maka dari itu, saya minta kepada umat Hindu Nusantara agar mendoakan Presiden Joko Widodo sehat, dan selamat, tentunya beliau bisa melanjutkan kepemimpinan 2019 – 2024. Kita harus memilih pemimpin bangsa yang pro minoritas, pemimpin yang sayang terhadap Hindu, yang memperhatikan umat Hindu Nusantara dan yang penting komitmen kebangsaannya tinggi. Lahirnya Keppres 24/2016 tentang Penetapan Hari Lahir Pancasila Bung Karno 1 Juni 1945, lahirnya Perppu Ormas yang telah menjadi UU untuk menjadi dasar pembubaran Hizbut Tharir Indonesia ( HTI ) serta UU Anti Terorisme untuk membasmi teroris sontoloyo, adalah produk hukum diera Joko Widodo yang akan menguatkan kebhinnekaan. Umat Hindu dan minoritas lainnya, ayo bahu membahu melawan radikalisme, khususnya umat Hindu di Bali yang pernah jadi korban Bom Bali I dan II. Ini pandangan politik saya kenapa Jokowi menjadi penting untuk bangsa ini. “ungkap Arya Wedakarna yang juga Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo dari Front Marhaenis ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *