Categories BudayaNasional

WEDAKARNA PRIHATIN VONIS HAKIM TERHADAP IBU MEILIANA TERKAIT PENGERAS SUARA DI MEDAN

SINERGI – Senator DPD RI Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Generasi Buddhis Indonesia

SENATOR BERI MOTIVASI DI ACARA DIREKTORAT BUDDHA KEMENAG RI 

Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti  Ngurah Arya Wedakarna MWS III didaulat menjadi narasumber dalam kegiatan membangun karakter bagi generasi Buddhis Indonesia yang selenggarakan oleh Kementrian Agaa Republik Indonesia. Dalam acara yang diikuti oleh ratusan generasi muda Buddhis seluruh Indonesia ini, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menyampaikan harapannya agar umat Buddha merenungkan kembali tantangan yang dialami oleh umat Buddha dalam beberapa tahun terakhir ini. “Saya prihatin dengan kasus pembakaran sejumlah Wihara Tanjung Balai, adanya berita hoax yang menuduh saudara sebangsa dari etnis Tionghoa, adanya diskriminasi  terhadap umat Buddha diberbagai bidang kehidupan hingga saat ini, hingga masalah vonis hakim yang dianggap tidak adil terhadap Ibu Meiliana yang dipenjara 18 bulan akibat protes terhadap pengeras suara tempat ibadah mayoritas, hingga berita ketidakadilan distribusi bantuan kemanusiaan terhadap desa – desa Buddha di Lomboka akibat gempa. Ini semua menunjukkan bahwa nilai nilai toleransi di Indonesia ini sudah semakin menipis dan sudah kearah radikal. Dan umat Buddha harus melawan ini semua. Melawan dengan kecerdasan, melawan dengan Jnana dan melawan dengan kualitas sumber daya manusia. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan kasus Ibu Meiliana di Medan, Gusti Wedakarna menyampaikan rasa keprihatiannya, karena hukum tidak berpihak pada minoritas. “Saya dengan hakim yang memvonis Ibu Meiliana sudah ditangkap tangan KPK ya ? ini artinya ada keputusan hukum yang dihasilkan dari oknum oknum yang tidak berkarakter suci. Maka dari itu saya dukung petisi membebaskan Ibu Meiliana termasuk agar beliau mengajukan banding. Jika kasus masalah speaker ini dilanjutkan, akan jadi perseden yang kurang baik. Saya akan membantu melindungi beliau. Tidak boleh ada tirani mayoritas di Indonesia, ini negara Pancasila, bukan negara satu agama “ungkap Gusti Wedakarna. Selanjutnya, Senator Wedakarna meminta kepada umat Buddha, khususnya para orang tua Buddhis agar segera menyiapkan anak – anak mudanya menguasai semua bidang demi eksistensi agama Buddha di Indonesia. “Umat Buddha harus melahirkan banyak notaries, hakim, pengacara, jaksa agar hukum melindungi Buddha. Begitu juga mulaih terlibat dalam bidang politik, kuasai eksekutif, kuasai pemerintahan dan legislative termasuk umat Buddha bisa melahirkan banyak Jendral Jendral TNI dan Polri, ini penting agar semakiin bisa berkontribusi terhadap bangsa. Jadi jangan hanya fokus dalam bidang ekonomi atau bisnis saja, tapi umat Buddha harus bangkit” ungkap Wedakarna. Dalam pertemuan itu, sejumlah anak muda Buddha juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja DPD RI Arya Wedakarna yang dianggap sangat membantu umat Buddha di Indonesia salah satunya bagaimana Wedakarna dengan gagah berani datang ke Tanjung Balai Medan Sumut membawa bantuan dan melihat langsung Wihara yang dibakar, juga pembelaan Wedakarna terhadap umat Buddha saat pembangunan Wihara mereka ditolak di Buleleng dan Badung serta dukungan akan program umat Buddha. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *