Categories Satyagraha

WEDAKARNA INGATKAN ANAK MUDA JANGAN “TULAH” AKIBAT TERLANTARKAN ORANG TUA

SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna, Cok Istri Putri Hariyani ( Istri Wakil Gubernur Bali ), Prof. LK Suryani ( Guru Besar Unud ), I Nyoman Partha ( Anggota DPRD Bali ), Dr Ni Wayan Suriastini ( Surveymeter ), Cokorda Istri Inten Purwaningsih ( Korwil Azheimers ), Komang Sudia, SE ( STT Ketewel )

SENATOR RESMIKAN KETEWEL KAWASAN RAMAH LANSIA DAN DEMENSIA

Senator DPD RI asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meresmikan desa ketewel Sukawati Gianyar sebagai kawasan ramah lansia. Program ini adalah satu satu dari 3 rangkaian program kerjasama DPD RI Prov. Bali dengan sejumlah institusi yakni Yayasan Panti Wreda Sejahtera, Surveymeter, Organisasi Azheimers Bali, STT Desa Ketewel, Suryani Institute For Mental Health Bali dan Desa Ketewel Gianyar dalam rangka peringatan hari Alzeimers Internasional yang jatuh setiap bulan September. Peresmian kawasan ramah lansia ini dirangkaikan dengan penandatanganan MOU terkait kerjasama sejumlah program sosialisasi. Demensia, khususnya dalam hal pelayanan sosial bagi lansia. Harapan agar masyarakat Bali bisa semakin mengetahui gejala Demensia disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna ( AWK ) yang mengatakan bahwa banyak orang yang salah kaprah dengan demensia, mereka berfikir bahwa demensia adalah bagian dari penyakit tua dan jika tidak ditangani maka semakin berakibat fatal. “Dalam pertemuan di Gedung Pancasila Universitas Mahendradatta beberapa waktu lalu saya banyak berdiskusi dengan para ahli bahwa gejala Demensia ini memerlukan penanganan khusus dan perlu ada perhatian maksimal khususnya bagaimana memperlakukan orang orang tua kita dengan baik. Kedepan apa yang sudah dicontohkan oleh Desa Ketewel ini bisa disebarkan keseluruh Bali, bagaimana keluarga keluarga di Bali seharusnya memperlakukan orang tua mereka. “Ungkap Gusti Wedakarna. Dalam pidatonya di depan ratusan lansia dan warga Ketewel, Senator Wedakarna meminta agar generasi muda Bali tidak menterlantarkan orang tua yang sudah lanjut usia hanya karena alasan pragmatis, dan disinilah letak dari  pendidikan keluarga terutama karakter agar bisa menghargai lansia. “Saya minta kepada orang tua agar bisa mencari menantu perempuan yang baik hati, yang tidak saja sayang dengan suami tapi juga sayang  dengan mertua. Begitu juga anak laki laki dikeluarga, bahwa perhatian terhadap orang tua tidak boleh berkurang walau sudah memiliki anak dan istri. Untuk anak anak perempuan, pesan saya walau sudah meninggalkan rumah tua, tapi bukan berarti tidak boleh mengunjungi orang tua sendiri, jadilah generasi yang terberkati. Jangan sesekali menempatkan orang tua di Panti Jompo, jangan terlantarkan begitu saja dan jangan terlalu sibuk dengan kegiatan domestic. Mulailah menjadi generasi dan perlakukan mereka seperti para Dewa. Orang akan lebih mudah sukses itu adalah orang yang bisa menjaga orang tuanya dengan baik. Itu secara filosophynya. Tirulah Bung Karno yang sangat menghormati orang tua sehingga munculah buku Sarinah yang luar biasa itu. “ungkap Gusti Wedakarna. Secara kelembagaan, pihaknya sebagai Anggota DPD RI Utusan Bali mendorong adanya produk perundang – undangan yang lebih sempurna dan detail, termasuk melahirkan perda turunan. “Kita akui UU tentang lansia ini sudah perlu diganti, karena sudah tidak update dengan perkembangan zaman. Tapi secara singkatnya perlu ada Perda Bali tentang lansia yang bisa melindungi kaum lansia secara kebijakan politik. Saya harap Bali bisa mempelopori hal itu. Saya beri contoh bahwa pembangunan di Bali ini tidak ramah lansia, misalkan tidak tersedianya jalan khusus bagi orang tua dengan kursi roda di pura pura kita dan juga diinfrastruktur desa. Jika ada perda maka ada sedikit daya paksa agar fasilitas umum ramah lansia. Itu baru hal kecil, tapi sesungguhnya cukup banyak yang perlu diperjuangkan. “ungkap Gusti Wedakarna. Acara Hari Alzheimers yang didukung penuh oleh Senator Wedakarna ini akan berlanjut pada acara Seminar Demensia di Aula RS Mata Bali Mandara pada tanggal 22 September 2018 dan jalan sehat pada tanggal 23 September 2018 ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *