Categories Budaya

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA DUKUNGAN ORANG KAYA INDIA UNTUK EKONOMI SATYAGRAHA DI BALI

MUHIBAH – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Menerima Yang Mulia Pradeep Kumar Rawat ( Duta Besar Republik India) dan Sunil Babu ( Konsul General India ) di Istana Mancawarna Tampaksiring

KUNJUNGAN DUTA BESAR REPUBLIK INDIA KE ISTANA MANCAWARNA 

Walau sama sama Negara sekuler demokrasi Republik, namun Indonesia dan India tetap menganggap penting hubungan bilateral dua Negara, khususnya berbicara Bali sebagai pusat ajaran Hindu didunia. Kerjasama Indonesia – India sangat terbuka untuk bidang pendidikan agama Hindu termasuk pendidikan Sansekerta, kerjasama penyebaran Sanathana Dharma melalui kegiatan seni dan kebudayaan. Namun diatas itu, ada hubungan yang dianggap penting dizaman kali yuga yakni hubungan ekonomi kedua bangsa, apalagi sejak kehadiran Presiden RI Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN dalam India – ASEAN Summit di New Delhi beberapa waktu lalu. Dan India tetap menjadi inspirasi bagi Indonesia dan Bali dalam membangun bangsanya. “Kami orang Indonesia tidak akan pernah lupa dengan sejarah Kemerdekaan 1945, bagaimana India adalah Negara yang pertama kali mengakui Kemerdekaan Indonesia karena India hormat pada Bung Karno, begitu juga kedekatan Bung Karno dengan Perdana Menteri Nehru dizaman KAA dan NAM sampai sampai Nehru diundang ke Istana Tampaksiring untuk melihat Majapahit Kecil yakni Bali. Dan dalam sejarah leluhur, saya harus terus menyampaikan para rakyat Bali bahwa leluhur Nusantara, maharesi maharesi Nusantara sebagian datang dari tanah tua India, menyebarkan ajaran Veda dan hingga kini agama Hindu berkembang pesat di Bali dan diseluruh Nusantara. Jadi tidak ada alasan saya tidak mencintai India. Saya selalu ada terdepan dalam hubungan diplomasi Indonesia dan India. India adalah perioritas dalam agenda perjuangan saya. “ungkap Gusti Wedakarna yang sempat meraih gelar kehormatan “ Arjuna” di Negara bagian Karnataka Bangalore India ini. Terkait dengan kerjasama kedepan, Gusti Wedakarna memandang perlu peningkatan bidang ekonomi khususnya dibidang investasi dan pariwisata antara Bali dan India. “Kita Happy, turis India yang mayoritas umat Hindu kini sudah menjadi 3 besar wisatawan asing ke Bali per 2018. Semoga bisa jadi nomor satu. Bali perlu wisatawan yang hormat pada Budaya Hindu, bukan sebaliknya, wisatawan yang ingin menghancurkan nilai budaya kami. Dan kedepan saya minta orang orang India agar berinvestasi di Bali, bantu rakyat kami, bantu umat Siwaisme di Bali dalam berusaha. Silakan investasi besar – besaran, jangan hanya Negara barat atau timur tengah yang mendominasi, tapi Negara Siwa Budha seperti India, China, Jepang, Taiwan, Korea kami prioritaskan. Saya ingat ajaran Bung Karno, yakni Jas Merah untuk tidak lupa pada saudara tua. Dan tugas saya untuk melanjutkan hubungan antara Indonesia dan India. Saya minta, komunitas india yang berjumlah 1,2 Milyar didunia , yang terdiri dari orang – orang kaya, orang pintar, orang mampu, kalangan “The Have” untuk selalu bersatu padu dalam ekonomi Satyagraha. Kedaulatan politik tidak ada artinya tanpa kekuatan financial ekonomi. Semoga dengan kehadiran Yang Mulia Duta Besar India di Istana Mancawarna hari ini membuat semua terjadi segera. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan selama di Istana, Shri Arya Wedakarna juga menjelaskan tentang ide Gagasan Sukla Satyagraha yang kini sudah digerakkan ke desa desa dan membangkitkan ekonomi orang bali. “Umat Hindu di Bali dan di India punya sejarah kelam dalam urusan kejayaan Dharma. Saya banyak belajar sejarah bagaimana Rajput di India selama berabad abad bertahan dari serbuan Ekonomi Kesultanan Moghul, dan saat ini India menang. Tugas saya mendidikan masyarakat Bali agar mereka kuat ekonomi, karena ajaran Weda sudah tegas mengajarkan bahwa ekonomi kuat itu mutlak agar Sanathana Dharma itu kuat. Saya selalu terinspirasi dari kisah Mahabarata yakni saat Panca Pandawa terusir dari Istana Hastinapura, tapi para Dewa Termasuk Wisvakarma justru mendirikan Istana Indraprastha untuk menunjukkan kewibawaan ekonomi. Bali dan India harus jadi society yang kaya dan makmur. Itu baru Satyagraha. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President World Hindu Youth Organization ( WHYO ) ini. (humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *