Categories BudayaHinduInternasional

SHRI ARYA WEDAKARNA TEMUI SEJUMLAH WISATAWAN ASING YANG PINDAH KE AGAMA HINDU KARENA YOGA

YOGA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ms Vina Haryanti ( Founder Bali Shanti Festival 2018 ) di Agung Raka Villa Resort Ubud GIanyar

SENATOR RI BUKA ACARA BALI SHANTI FESTIVAL DI UBUD

Tidak banyak yang tahu bahwa ditengah arus jutaan wisatawan domestic dan asing yang datang ke Bali,  ternyata sebagian diantara wisatawan tertarik untuk mempelajari agama Hindu secara mendalam, salah satunya adalah bagaimana pengaruh yoga sebagai pemicu maraknya umat lain khususnya dikalangan wisatawan untuk kembali kepangkuan agama Sanatana Dharma. Ini terlihat dari semakin tertariknya wisatawan datang berbondong  bondong ke pura, meminta air suci baik untuk tirta dan melukat termasuk menjadikan yoga sebagai aktivitas spiritual, ini semakin menjadikan siar dan misi agama Hindu tercapai. Dan hal ini yang diungkapkan oleh Tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberi sambutan dalam acara internasional yakni Bali Shanti Festival 2018 di Agung Raka Resort di Ubud Gianyar. Dalam pidato bahasa inggrisnya, Senator Wedakarna mengingatkan bahwa data tarik spiritual Bali sesungguhnya telah  banyak merubah mindset manusia modern terhadap spiritualitas, dan ajaran ajaran Hindu Dharma saat ini dikenal sebagai ajaran agama yang teduh, penuh kasih sayang dan juga membumi dan dasar dari semua itu adalah yoga, meditasi dan konsentrasi terhadap Sang Diri.  “Kita patut bersyukur bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa telah menyetujui Hari Yoga Internasional yang kini menjadi Resolusi PBB. Ini kemenangan diplomasi Hindu didunia. Artinya 1, 3 Milyar umat Hindu Dunia patut berbahagia, karena Yoga kini mulai dipraktekkan di negara barat, negara komunis bahkan dinegara negara jazirah arab. Ini artinya ajaran agama Hindu sebagai yang tertua didunia akan bangkit kembali. Ini lah universalnya acara Veda.”ungkap Senator Wedakarna. Diacara tersebut, Gusti Wedakarna pun banyak bertemu dengan komunitas yoga internasional yang mengaku bahwa mereka telah menjadi penganut Hindu yang baik setelah mengenal yoga, termasuk wisatawan asing yang jatuh cinta pada keteduhan agama Hindu. “Saya tegaskan ada dua macam mereka yang sudah mendapatkan WIDYA yakni para penganut Hindu Dharma yang telah pindah resmi ke agama Hindu melalui pross Sudi Widani dan para pengagum Hindu yang menjadikan Hindu sebagai sebagai jalan hidup. Saya berharap para pengagum Hindu agar bisa menjadi penganut Hindu Dharma yang baik. Agama Hindu adalah agama misi dan juga punya siar agama, tapi caranya berbeda, bukan dengan pemaksaan, bukan dengan ancaman perang atau meneror manusia lain, atau bukan dengan menjelekkan agama lain, tapi orang tertarik masuk agama Hindu karena Hiindu memberi keteduhan dan karakter baik umatnya. Saya yakin, secara angka, umat Hindu akan meningkat pesat. Bayangkan saja, jika ada 11 Juta Wisatawan datang ke Bali, jika 1% saja terpengaruh dengan vibrasi Bali, maka mereka akan menjadi seorang berkarakter Hindu yang akan membawa perdamaian didunia. Itu misi baru Bali kedepan. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. Sejumlah fenomena dia sampaikan bagaimana wisatawan yang datang ke Bali keranjingan dengan segala sesuatu terkait lambang Hindu. “Di Tanah Lot, wisatawan dari berbagai latar belakang agama antri untuk mengambil air suci di Pura, di Ubud masyarakat gandrung terhadap kelas kelas Yoga, di Bedugul yang dicari adalah spot foto meru pura bukan yang lain, termasuk Bali menjadi pusat Wedding di Bali. Ini pekerjaan siapa ? ini hasil perjuangan leluhur dan tentu umat Hindu karena umat konsisten menghidupkan asap dupa, dan beryadnya dan menghaturkan sesajen pada Tuhan  pada alam. Sebenarnya kita ini sudah menang dalam siar Hindu, Cuma kita tidak menyadari. Sesuai pesan Tri Sakti Bung Karno yakni Berkepribadian dalam bidang budaya. “ungkap Senator Wedakarna yang juga putra dari salah seorang pendiri Parisadha Hindu Dharma yakni ( Swargi ) Shri Wedastera Suyasa ditahun 1959 ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *