Categories BudayaSatyagraha

WEDAKARNA TEGUR MANAJEMEN TERKAIT IKLAN SARA DAN MINTA SEGERA BANGUN PELINGGIH

SIDAK – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Nyoman Darsa ( Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi PDIP ) dan Manajemen Dapur Prima

OWNER DAPUR PRIMA MINTA MAAF TERKAIT LOKER NON-HINDU 

Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan dan hadir di Kantor Dapur Prima, toko berjejaring  kebutuhan rumah tangga, terkait viral iklan lowongan kerja non Hindu yang dikecam oleh masyarakat Hindu Indonesia. Kehadiran Senator Arya Wedakarna membantu meredam masalah SARA yang terjadi, mengingat isu lowongan tenaga kerja yang dikhususkan oleh karyawan Muslim ini sudah dinilai mencederai perasaan umat Hindu. Klarifikasi tentang kasus ini disampaikan langsung oleh Giat Hwa Suejatmiko (  Owner Dapur Prima ), Gede Sumpena ( Manager Toko ) khususnya tentang kronoligis pembuatan lowongan kerja berbau SARA yang dimana iklan lowongan kerja ini ternyata dibuat oleh inisiatif sendiri dari oknum karyawan bernama Lalu Ari Mustiapriadi  ( asal NTB ) tanpa restu dari manajemen, sehingga karyawan yang bersangkutan telah diberikan sanksi tegas. Dalam pertemuan tersebut, Senator Arya Wedakarna menyampaikan bahwa diskriminasi dalam mencari karyawan yang dikhususkan untuk agama dan suku tertentu, apalagi sampai tersiar diruang public seperti media merupakan pelanggaran terhadap UU Anti Diskriminasi dan UU Tenaga Kerja, sekalipun ada kebutuhan karyawan non-Hindu dalam sebuah manajemen, tapi pembukaan lowongan kerja seyogyanya dibuka secara umum tanpa berbau SARA. “Saya didik anda semua, jika mau  menseleksi karyawan, cukup seleksi di internal HRD. Tidak perlu dicantumkan agama dan SARA. Ini membuat umat Hindu dan masyarakat Bali tersinggung. Saya kecam hal ini, karena ini tidak sesuai dengan nilai nilai Pancasila. Saya ingatkan juga pada semua pengusaha pendatang dan tamiu di Bali, bahwa berani buka usaha di Bali, maka hargailah rakyat kami, umat Hindu sebagai mayoritas dan juga budaya Bali. Jangan Bali hanya dimanfaatkan untuk mencari untung semata, tapi rangkulah anak anak muda Bali yang masih banyak pengangguran. Berbisnis di Pulau Dewata ini harus penuh dengan tata etika. Ini kejadian berulang ulang terus, dan ini sudah mencederai perasaan sebagai bangsa yang majemuk. “unngkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan temuan bahwa dihampir semua cabang toko Dapur Prima tidak ada fasilitas Pelinggih Pengijeng Karang yang merupakan syarat dresta dari perusahaan yang beroperasi di Bali, Senator Arya Wedakarna meminta kepada manajemen agar membuatkan sarana Pengijeng Karang segera. “Walaupun owner dari Dapur Prima adalah penganut Kristen, tapi sebaiknya izinkan karyawan Hindu yang mayoritas disini untuk memiliki tempat ibadah. Pengijeng karang adalah urusan Desa Kala Patra di tanah adat di Bali. Apalagi daerah Desa  Panjer ini kan tanah kramat, tanah tua, dan harus ada fasilitas menghargai alam niskala di Bali ini. Bisa saja musibah yang terjadi sekarang ini akibat manajemen lalai dalam hal Parahayangan. Saya juga tegur karyawan Hindu yang ada diperusahaan, kenapa tidak sejak dulu meminta fasilitas Pelinggih Pengijeng Karang ? Ini kan hak masyarakat Bali. Apalagi kita punya Perda Desa Pekraman dan Perda Kepariwisataan Bali yang secara hukum jelas mencantumkan bahwa nilai nilai budaya Bali yang disarikan dari ajaran agama Hindu. Saya minta segera berbenah.”ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, hadir pula Anggota DPRD Kota Denpasar yakni Nyoman Darsa “Lole” serta sejumlah pemuda Panjer yang hadir untuk mempertanyakan kebijakan dari Dapur Prima yang membuat iklan lowongan kerja khusus untuk karyawan Muslim. Dihadapan Senator Wedakarna, tokoh Desa Panjer menyatakan keberatan atas diskriminasi yang dilakukan oleh Dapur Prima dan meminta Dapur Prima meminta maaf kepada publik. Diakhir acara Senator AWK meminta kepada Dapur Prima untuk membuat permintaan maaf kepada umat Hindu dan berjanji tidak mengulangi hal tersebut. Selain itu Senator juga meminta agar manajemen taat membayar pajak, meningkatkan status perusahaan dari CV  ke PT karena sudah memiliki ruang lingkup bisnis yang besar serta memberikan jaminan BPJS pada seluruh  karyawan ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *