Categories Satyagraha

PRIHATIN MAHASISWI TEWAS DI JALAN, KEDEPAN SELURUH KAMPUS DIMINTA MULAI PKKMB DIATAS JAM 7 PAGI

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Kampus Univ Warmadewa dan Kampus STIKOM Bali

SENATOR KUNJUNGI UNIV. WARMADEWA DAN STIKOM  TERKAIT PKKMB

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ( PKKMB ) ditingkatan perguruan tinggi pada tahun ajaran 2018 ini ternyata menyisakan masalah. Sejumlah laporan dari masyarakat masuk ke Kantor DPD RI Provinsi Bali, diantaranya adanya calon mahasiswa Universitas Warmadewa ( Unwar ) yang tewas dijalan karena diduga terkait takut terlambat kegiatan PKKMB. Terkait hal itu, sesuai UU No. 17 Tahun 2014 Jo UU No. 2 Tahun 2018 Tentang MD3 khususnya menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Senator DPD RI Utusan Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III pun langsung hadir di Kampus Unwar. Diterima oleh sejumlah pejabat kampus, termasuk BEM, DPM dan Panitia PKKMB, Senator Wedakarna mendapatkan laporan rinci terkait kronologis kejadian termasuk bagaimana respon kampus pasca kejadian. “Saya datang kesini dengan tujuan mencari informasi dua arah, karena sebelum kami hadir ditempat ini sudah cukup banyak berita dimedia sosial. Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang dialami calon mahasiswa Unwar. Disatu sisi pihak kampus juga harus memahami bahwa kegiatan PKKMB yang berpatokan pada Surat Edaran Menteri Nomer : 413/B/SE/VII/2018. Walau dalam surat edaran Ristekdikti ini dicantumkan kegiatan adalah pukul 07.00 hingga 17.00, tapi bukan berarti mahasiswa diminta pagi subuh dalam keadaan masih gelap, tapi dalam bayangan saya, jam 07 pagi itu baru dimulai proses titik kumpul, absensi dan persiapan. Idealnya PKKMB dimulai pada pukul 08 atau 09 pagi. Dan selesai kegiatan wajib sebelum pukul 17.00. Ini dikarenakan situasi jalan raya yang padat, dan marak dengan ancaman tindakan pidana seperti begal dan pemerkosaan. Saya tegas meminta tahun depan ospek dimulai diatas jam 7 pagi. Kita tidak mau ada mahasiswa yang meninggal karena terburu – buru. “ungkap Gusti Wedakarna. Hal yang sama ia sampaikan di Kampus STIKOM Bali, diterima oleh Ketua STIKOM dan jajaran serta pengurus organisasi ditingkat mahasiswa, Senator Wedakarna pun ingin mencari informasi dua arah dan klarifikasi terkait dengan keluhan calon mahasiswa yang disampaikan ke DPD RI Bali. “Secara umum pelaksanaan kegiatan PKKMB di STIKOM sudah cukup baik, termasuk beberapa materi yang cukup menarik. Walau ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Syukurlah tidak ada kejadian luar biasa, semua selamat dan sehat hingga akhir kegiatan. Hanya kedepan, tugas tugas mahasiswa usai acara PKKMB agar dibuat ringan, agar calon mahasiswa ada waktu untuk beristirahat. Dan jika memungkinkan agar pelaksanaan PKKMB juga jangan terlalu pagi, berikan kesempatan calon mahasiswa yang datang dari seluruh Bali untuk mempersiapkan dengan baik. “ungkap Senator Wedakarna. Secara umum, Senator Wedakarna menyampaikan sejumlah pemikirannya agar kedepan pelaksanaan ospek diseluruh  PT di Bali bisa berjalan dengan baik, dan bersifat humanis, karena pelanggaran terhadap tersebut, bisa berkonsekwensi dengan proses akreditasi atau juga persepsi masyarakat terhadap kampus termasuk konsekwensi hukum. “Saat rapat dengan seluruh WR 3 dan BEM di Kantor DPD RI beberapa waktu lalu, saya sudah sosialisasikan Surat Edaran Menteri yang memang kita dorong dari Senayan. Respon pemerintah pusat sudah baik, tapi kadang implementasi dilapangan agak tidak nyambung. Buatlah kegiatan ospek dengan unsur kemanusiaan, berbudaya dan juga tepo seliro. Jangan buat materi PKKMB menjadi seram, menakutkan, ajang balas dendam senior dan junior. Tidak zamannya lagi mempersulit mahasiswa baru masuk kedalam kampus, karena dengan persaingan PT saat ini, mahasiswa bisa saja pindah ke PT lain karena alasan tidak nyaman. Kalau itu terjadi yang rugi siapa ? Saya hanya ingin membela UU dan Aturan Pemerintah, dan mulaih PT di Bali baik Negeri dan Swasta berbenah. Semoga tahun depan, pelaksanaannya lebih baik lagi. “ungkap Senator Arya Wedakarna yang peraih rekor MURI untuk Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *